Share

20. Si Gila Sentuhan

Setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Rigel yang kuat meski pria itu sedang tertidur, Sia berjinjit meninggalkan ruangan untuk bertemu Yoan yang sudah menunggunya di taman Rumah Sakit.

Bertepatan dengan itu, Austin juga baru saja menutup pintu kamar Disi. Sama-sama terlelap dengan keadaan batin yang berbeda.

Disi tertidur karena lelah terus menangis, sedangkan Rigel menjadi sangat nyenyak akibat dari menggunakan kekuatan berlebih untuk mengimbangi Sia dan hasratnya.

Tanpa sadar, Austin berjalan mengikuti Sia. Sedikit penasaran karena dia belum begitu jelas memperhatikan wajah Sia saat di depan pintu karena sedikit ada jarak antara mereka.

Ketika perjalanan Sia justru sedikit membingungkan bagi Austin, dengan tidak sabar, dia meraih lengan Sia.

Begitu cepat keterkejutan menguasai seluruh tubuh Sia. Dalam sekali sentuh, cahaya putih itu kembali membungkus penglihatan Sia, lalu terbuka sendiri secara perlahan-lahan.

Tampak seorang pria

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status