Extra 112

"Lapar dalam arti apa?" tanya Raven yang berpura-pura bodoh. ia tahu Ruster meminta hal lain.

Ruster yang kesal, langsung memukul wajah Raven dengan lembut.

"Jangan pura-pura bodoh," seru Ruster yang dengan nada sedikit marahnya. 

Kemarahan Ruster di tangkapi dengan tawa oleh Raven.

"Kau mulai jadi wanita binar," balas Raven yang menatapi Ruster dengan tatapan penuh nafsu.

"Binar untuk suami sendiri, tidak salah kan?" balas Ruster yang mengedipkan salah satu mata dan mengigit bibir bawahnya.

"Ya, tidak salah. justru sangat menyenangkan. aku suka itu," ucap Raven yang langsung menahan tengkuk Ruster. lalu mencium bibir Ruster semakin dalam di sertai dengan pangutan.

Klekkk...

Pintu terbuka dan Resti merasa bersalah. ia tidak tahu kedua tuannya sedang bermestraan di dalam ruangan kerja.

"Ma-maaf... saya tidak sengaja," ujar Resti jujur. 

Raven hanya mendengus kesal. sedangkan Ruster berusaha mera

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status