Share

Bab 25_ Duka yang Sama

"Apa rencanamu sebenarnya? Apa kau ingin menguasai butik Lisa? Apa merebut Hendry darinya masih belum cukup? Kau memang kurang aj*r!" ujar Sheira yang menahan tangan Sinta yang hendak meminum kopi pesanannya.

Sinta tersenyum lebar dan meletakkan cangkirnya. Ia bisa merasakan kemarahan Sheira yang sangat besar padanya melalui genggaman yang kuat.

"Aku akui, kau memang sangat cerdas. Tapi cerdas saja tidak cukup untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau harus sedikit licik hahaha," kata Sinta yang mendekatkan wajahnya ke wajah Sheira.

"Kau akan menerima akibat dari perbuatanmu. Lihat saja, cepat atau lambat, kau akan menerima karma dari kejahatanmu. Tuhan itu Maha Tahu."

Sheira berbicara seperti ingin memakan Sinta. Tulang rahangnya terlihat lebih menonjol dengan gigi-gigi atas dan bawah yang merapat saat berucap. 

"Ayolah, Sheira. Aku sudah terlahir licik. Dan tidak ada karma sampai hari ini.

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status