Share

My Dangerous Secret
My Dangerous Secret
Author: Mrs.Juno

Prologue

Suara tembakan dari senjata api terdengar nyaring dari sebuah rumah bergaya Eropa. Tak seperti rumah pada umumnya, yang memiliki halaman belakang yang luas untuk dijadikan kebun atau taman bunga.

            Namun untuk seorang Jonathan. Dia menjadikan halaman belakang rumahnya, sebagai area berlatih untuknya dan wanita yang dia cintai melakukan aktifitasnya sekarang.

            "Bagus Nath! Lakukan sekali lagi," ujar Jonathan.

            Lalu Natasha kembali menarik pelatuk dari senjata apinya. Dan suara tembakan kembali terjadi.

            Jonathan memperhatikan titik tembakan yang dibuat Natasha ke boneka target.

            "Lumayan untuk hari ini, kau belajar dengan cepat. Tapi besok, aku ingin kau sungguh-sungguh mengenai titik target yang ku buat." kata Jonathan. Pria itu kembali menghampiri Natasha yang baru membuka kacamata dan penutup telinganya.

            "Aku akan berlatih lagi malam ini, aku akan menggunakan penyadapnya." kata Natasha.

            "Tidak usah Nath. Malam ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," ujar Jonathan meraih pinggang Natasha untuk masuk kembali ke dalam rumahnya.

            "Kemana?"

            "Masih rahasia, kau akan tau nanti. Untuk sekarang... Aku ingin menghukummu dulu," ujar Joe menatap Natasha penuh arti.

            Sedetik kemudian... Joe membawa Natasha dengan menggendong wanita itu.

            Natasha memekik terkejut. Namun belum sampai dia teriak. Natasha sudah dibungkam dengan ciuman dari Jonathan. Dan membawa wanita itu ke kamar.

-

            Suara desahan dan erangan keduanya bersautan memenuhi kamar. Hingga mereka melepaskan setiap kenikmatan yang tercipta.

            Jonathan baru saja membaringkan dirinya di samping Natasha. Namun suara tembakan terdengar nyaring terasa dekat dari tempatnya. Keduanya terkejut, dan memakai bajunya dengan cepat.

            "Tetap di sini Nath!" perintah Jonathan.

            "Tapi—" Natasha bungkam saat pria bermata coklat gelap itu menatapnya dengan tajam.

            Jonathan keluar dari kamarnya. Dia mendapati Richard Dowson di ruang tamunya. Duduk setelah mengambil minuman beralkohol.

            "Maaf mengganggu kegiatan gila kalian. Aku tak tahan mendengarnya. Jadi aku menembakkan peluruku ke papan target milik Nata. Dan 'dor!' kau keluar dalam hitungan detik," ungkap Richard tak merasa bersalah.

            "Sialan! Dasar sinting!" bentak Jonathan kesal. Richard hanya tertawa mengejek.

**

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status