Share

Menguatkan Mental

Di parkiran, Mytha langsung melaju berbelok arah menuju tempat kendaraan beroda dua berjejer.

"Myth, tunggu," panggil Rio tatkala Mytha mulai melangkah mendekati motor maticnya.

Perempuan berhidung mancung dan bermata coklat itu pun berbalik badan, memutar tubuh menghadap si penyapa.

"Bareng aku aja," ajak Rio, menatap intens wajah Mytha.

"Aku pakai motorku saja, Mas. Biar ngga repot dan lebih leluasa."

"Baiklah kalau begitu." Rio menutup pembicaraan dan dijawab oleh anggukan singkat Mytha.

Meskipun memakai kendaraan mereka sendiri-sendiri, tujuan mereka satu yakni ke rumah Uci.

Setibanya di rumah Uci, Mytha mengetuk pintu kemudian berlanjut berucap salam, "Assalamu'alaikum."

"W*'alaikumsalam," jawab Bu Darmi dari dalam rumah dan segera membukakan pintu. Sedetik setelah membukakan pintu, Bu Darmi memeluk Mytha, menangis tersedu meluapkan isi hatinya.

Mytha mengerti akan kegundahan Bu Darmi, walau belum ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut beliau, hanya isak tangis yang semakin m
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status