Perfect Match
Perfect Match
Author: Adhista wp
Chapter 1

Happy Reading!

"Key kamu kenapa pergi gak bilang-bilang mama?"

"Kan aku udah ngechat mama."

"Kenapa gak ngomong langsung?"

"Yah abisnya mama sibuk mulu."

Keyna bisa mendengar lewat telepon bahwa mamanya sekarang tengah menghela napas.

"Ya udah kamu hati-hati, salam buat kakek nenek sama Dika."

"Siap ma."

Tut tut tut

Keyna mematikan panggilan dengan mamanya dan berjalan keluar dari stasiun. Saat sampai di pintu masuk, ia melihat Dika dan segera menghampiri adiknya itu.

"Dika!" panggil Keyna.

"Buset beneran ke sini lo ternyata," ucap Dika terkejut mendapat kabar bahwa Keyna kakaknya itu akan ke Bandung.

"Iya dong. Ayo, lo bawain koper gue ya." Keyna berjalan mendahului Dika menuju mobil, dan tentu saja Dika yang harus membawa kopernya itu.

Dika pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal menuju rumah.

"Sekolah gue udah diurus belum?" tanya Keyna.

"Udah sama kakek."

"Gue mulai masuk sekolah kapan?" tanya Keyna lagi.

"Lusa, besok kan minggu."

Keyna menganggukkan kepalanya paham. Dan menikmati perjalanan menuju rumah.

-sampai di rumah-

"Kakek nenek!" ucap Keyna riang dan langsung masuk ke dalan rumah.

Keyna langsung memeluk kakek dan neneknya.

"Keyna kangen banget sama kakek nenek," ucap Keyna.

"Kita juga kangen sama kamu nak," balas Adam, kakek Keyna.

"Kamu bersih-bersih dulu sana, kamar kamu masih sama," ucap Mey, nenek Keyna.

"Iya udah Keyna mau bersih-bersih dulu," ucap Keyna dan membawa kopernya menuju kamarnya.

Keyna merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Ia melihat ke sekeliling kamarnya, masih sama seperti dulu waktu ia masih kecil.

-keesokan harinya-

"Lo nambah-nambahin kerjaan gue aja," ucap Dika kesal karena saat ini ia harus menemani Keyna ke gramedia.

"Oh gitu ya? Gue aduin lo ke nenek," ancam Keyna membuat Dika mengendus kesal.

Selang beberapa menit, mereka sudah sampai di sebuah gramedia.

"Gue tinggal ya, ntar kalo udah kelar telfon aja," ucap Dika.

"Emang lo mau kemana?" tanya Keyna mengernyit bingung.

"Ada urusan. Ya udah ya," ucap Dika.

Keyna hanya mengangguk dan masuk ke dalam gramedia. Ia berencana untuk membeli buku sekolah dan beberapa novel.

Keyna berjalan menelusuri rak-rak buku. Mencari novel yang sedang ia incar.

"Keyna?" panggil seseorang dengan nada ragu.

Keyna menoleh dan melihat ada seorang laki-laki yang baru saja memanggilnya.

"Siapa ya?" tanya Keyna bingung.

"Seriusan lo gak inget sama gue? Temen lo dari kecil?"

Keyna tampak berpikir, mencoba mengingat siapa laki-laki di hadapannya ini.

"Joshua?!!" ucap Keyna setelah ingat bahwa laki-laki itu adalah Joshua, teman masa kecilnya.

"Astaga udah lama banget jadi gue gak ngenalin lo hehe," ucap Keyna meringis kecil.

"Lo balik lagi ke Bandung?" tanya Joshua yang sekarang tengah menemani Keyna mencari novel.

"Iya gue bakal sekolah di sini," jawab Keyna menganggukkan kepalanya.

"Oh ya? Serius?" tanya Joshua yang terlihat sangat senang.

"Iya Josh, ya kali gue bo'ong."

"Eh iya Josh," ucap Keyna membuat Joshua mengalihkan pandangannya.

"Kenapa Key?" tanya Joshua.

"Luna, gimana kabarnya?"

---

"Lo kok gak bilang-bilang Key ke Bandung," ucap Luna. Salah satu teman masa kecil Luna.

Seusai tadi ia bertemu Joshua, ia langsung meminta agar Joshua mengabari Luna. Dan alhasil Luna langsung pergi menemui Keyna.

Saat ini mereka tengah berada di sebuah cafe.

"Gue aja udah gak punya nomor kalian berdua, gimana mau ngabarin coba," ucap Keyna terkekeh.

"Sumpah gue kangen banget sama lo tau," ucap Luna sembari memeluk Keyna.

"Gue juga kali Lun."

"Ehem, gue gak dipeluk?" ucap Joshua mendehem kecil.

"Dih pelukan aja sono sama tembok," ucap Keyna lalu tertawa kecil.

"Lo udah di Bandung sejak kapan?" tanya Luna.

"Baru kemarin, itu aja mendadak banget."

"Oh ya lo bakal sekolah dimana Key?" tanya Joshua yang sudah penasaran sejak tadi.

"Iya dimana Key? Siapa tau satu sekolah sama kita," ucap Luna menambahi.

"Kalo gak salah namanya SMA Trisakti deh," jawab Keyna sembari mengingat-ingat.

"Seriusan Key?" tanya Luna memastikan dan dijawab anggukan kepala oleh Keyna.

"Berarti lo bakal satu sekolahan dong sama kita," ucap Luna riang.

"Beneran?" tanya Keyna seolah tak percaya.

"Iya, udah tenang aja lo pokoknya."

1 jam kemudian.

"Lo pulang naik apa Key?" tanya Joshua saat sudah bersiap untuk pulang.

"Sama adek gue kok," jawab Keyna.

"Dika?" tanya Joshua.

"Iya," jawab Keyna sembari menganggukkan kepalanya.

"Lo pulang dulu aja gapapa, Luna juga udah pulang," ucap Keyna.

"Gue nunggu lo dijemput sama Dika deh," ucap Joshua.

"Pulang aja Josh udah mau gelap juga," ucap Keyna menyadari bahwa saat ini sudah pukul 17.11.

"Lo udah nelfon Dika?" tanya Joshua.

"Iya udah bentar lagi juga nyampe," jawab Keyna.

"Ya udah gue pulang duluan gapapa nih?" tanya Joshua lagi untuk memastikan.

"Iya Joshuaaa," ucap Keyna. Joshua mengangguk dan berdiri dari duduknya.

"Gue duluan ya," ucap Joshua sembari menepuk kepala Keyna pelan.

"Hati-hati." Joshua pun mengangguk dan berjalan keluar dari cafe.

Sementara Keyna masih menunggu Dika. Adiknya itu mengatakan bahwa ia sedang dalam perjalanan.

Keyna menikmati pemandangan dari rooftop cafe tersebut. Menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.

Selang beberapa menit, ada panggilan masuk di handphone Keyna.

"Halo."

"Gue udah nyampe nih, lo keluar aja."

"Oke bentar."

Tut tut tut.

Keyna mematikam panggilannya dan segera turun. Ia menuruni tangga dengan sedikit buru-buru dengan membawa tas penuh buku di tangannya.

Hingga akhirnya Keyna sampai di parkiran, ia langsung bisa mengenali Dika.

"Perasaan tadi lo ke gramedia, kenapa bisa tiba-tiba di sini?" tanya Dika mengernyit bingung.

"Ketemu temen, udah ayo pulang Dik." Keyna masuk ke dalam mobil dan disusul oleh Dika.

-keesokan harinya-

"Pagi kek, nek," ucap Keyna yang sudah berada di meja makan rapi dengan seragam barunya.

"Pagi nak."

"Dika dimana kek?" tanya Keyna yang tak melihat keberadaan Dika.

"Dia sudah berangkat," jawab Adam.

"Hah? Terus Keyna berangkat sama siapa?" tanya Keyna merengut kesal.

"Sam-"

"Sama gue dong," ucap Joshua yang tiba-tiba datang memotong perkataan Adam. Adam tersenyum kecil kepada Joshua.

"Joshua?"

"Pagi kek nek," ucap Joshua menyalami tangan Adam dan Mey.

"Pagi Joshua, kamu sudah sarapan?" tanya Mey.

"Udah kok nek, ke sini mau jemput Keyna aja," jawab Joshua.

"Kok lo di sini Josh?" tanya Keyna bingung.

"Kan udah gue bilang mau jemput lo," jawab Joshua membuat Keyna mengangguk-anggukkan kepalanya.

Keyna pun segera menyelesaikan sarapannya.

Setelah sarapannya habis, Keyna langsung pamit kepada Adam dan Mey untuk berangkat ke sekolah.

Joshua memberikan helm kepada Keyna dan langsung naik ke atas motor. Joshua melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sengaja, ingin menjahili Keyna.

"WOY ANJIR LO NYARI MATI YA JOSH?!" teriak Keyna sembari memeluk Joshua erat.

"GIMANA KEY?" tanya Joshua yang pura-pura tidak mendengar perkataan Keyna.

"AWAS AJA NTAR LO JOSH!" teriak Keyna lagi dan hanya dibalas kekehan kecil dari Joshua.

Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di parkiran sekolahan.

"Sumpah ya lo Josh parah banget," ucap Keyna kesal. Ia merapikan rambutnya dan memukul kepala Joshua dengan keras sehingga mampu membuat Joshua mengaduh kesakitan.

"Aduh sakit Key," ucap Joshua.

"Sukurin salah siapa," balas Keyna dan berjalan meninggalkan Joshua. Belum 10 meter Keyna berjalan, ia kembali berjalan menghampiri Joshua yang masih setia duduk di atas motor.

"Kenapa?" tanya Joshua menahan tawa melihat wajah marah Keyna.

"Ruang kepala sekolahnya dimana?" tanya Keyna ketus.

"Oh lo lurus ntar ada ruang guru belok kanan lurus dikit ntar ruang kepsek di sebelah kiri," jawab Joshua menjelaskan.

Keyna menganggukkan kepalanya dan kembali berjalan. Namun tiba-tiba ia berbalik menghampiri Joshua lagi.

"Kenapa lagi Key?" tanya Joshua.

"Anterin, gue gak hafal," ucap Keyna gengsi.

"Haha siap ayo gue anter tuan putri."

To be continued...

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status