Share

Bab 174

Author: Jimmy Nugroho
"Datang setiap hari. Kenapa?" Julia berdiri, lalu menggerakkan tubuhnya mengikuti suara musik. Setelah itu, dia membuka lagi sebotol wiski dan bertanya, "Kenapa? Apa kamu merasa semua yang datang kemari bukan wanita baik-baik?"

Kelvin menggeleng.

Julia adalah wanita baik-baik atau bukan juga tidak ada kaitannya dengan Kelvin. Dia hanya ingin memahami semua informasi yang diketahui Julia saja.

Mereka berdua minum segelas demi segelas. Tak lama kemudian, wajah Julia sudah merona. Dia menatap Kelvi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 364

    Kelvin tidak menganggap ini sebagai sebuah kebetulan. Jelas sekali, mobil itu memang sengaja mengarah ke mereka.Bagian depan mobil penabrak sudah hancur total. Mobil itu berhenti setelah menabrak pembatas jalan.Saat Kelvin mendekat, dia langsung melihat pengemudinya terkulai di setir. Tubuhnya sudah penuh darah.Pada saat yang sama, bau alkohol yang sangat kuat tercium dari tubuhnya.Jendela mobil terlihat terbuka. Kelvin menyipitkan mata, lalu langsung memegang pergelangan tangan orang itu dan memejamkan mata.Luka orang itu sangat parah. Masih ada denyut nadi dan sedikit kesadaran tersisa. Matanya mulai kabur, sementara mulutnya bergerak seperti ingin bicara.Kelvin pun memejamkan mata. Dalam sekejap, dia bisa merasakan bahwa orang ini mengidap kanker stadium akhir.Orang ini memang sudah sekarat. Kemudian, dia disuruh orang lain untuk mabuk dan menabrak Kelvin serta yang lainnya. Jika diselidiki, ini akan dianggap sebagai kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk sehingga or

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 363

    Di jalan tol bandara, sebuah mobil sedan Mercedes-Benz hitam melaju perlahan.Mobil itu terlihat masih baru. Pengemudinya adalah seorang pria paruh baya dan di matanya terlihat tekad yang nekat."Sudah ikuti mereka belum?" Di dalam mobil, terdengar suara dari ponselnya."Sudah aku ikuti, Tuan Muda Arvin!" jawabnya lewat telepon. "Apa yang kamu janjikan, harus ditepati ya!""Tenang saja." Arvin menegaskan, "Selama kamu berhasil menabrak mereka sampai mati, sisa uangnya akan langsung kutransfer.""Oke!" Usai berkata demikian, pria paruh baya itu menutup telepon, lalu mengambil sebotol minuman keras di sampingnya dan langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.Saat berikutnya, tatapannya menjadi makin nekat. Melihat mobil Maybach yang berhenti di lampu merah di depan, dia langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobilnya memelesat cepat!Pada saat yang sama, pria paruh baya itu melempar ponselnya keluar jendela. Dengan kecepatan tinggi, ponsel itu jatuh dan hancur berkeping-keping di ja

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 362

    "Um!" Zavier bertanya, "Memangnya ada sesuatu yang nggak aku tahu?""Sepertinya kamu memang belum tahu. Di Kota Lamur, aku sempat mengakuisisi beberapa perusahaan," kata Niveria. "Paman Aaron bekerja sama dengan Arvin untuk menekan perusahaan-perusahaan yang kubeli. Untungnya aku bekerja sama dengan Keluarga Sirait di Kota Lamur, jadi masih bisa bertahan. Justru karena Paman Aaron membeli barang dengan harga tinggi untuk menyaingi kami, akhirnya bisnis di Kota Lamur mereka sendiri yang bermasalah."Niveria tidak menyebutkan apa pun tentang Perusahaan Investasi Witara."Kamu mengakuisisi beberapa perusahaan?" tanya Zavier yang tertegun. "Kami sama sekali nggak tahu soal ini.""Sepertinya Paman Aaron memang nggak pernah memberi tahu kalian," kata Niveria sambil menggeleng. "Itu nggak penting lagi. Aku juga nggak berniat kembali ke Keluarga Sunardi. Sekarang, aku hidup dengan baik."Setelah itu, Niveria berkata dengan tenang, "Kali ini aku pulang untuk bertunangan dengan Kelvin, lalu meni

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 361

    Di mata Kelvin, terlihat sedikit kegembiraan. Dia tanpa sadar menoleh ke samping.Gadis berkuncir dua dan pria tua itu juga memperhatikan tatapannya, lalu tersenyum dan mengangguk sebagai isyarat.Kelvin juga mengangguk untuk membalas.Memang benar bahwa Kelvin merasa sedikit bersemangat. Jika benar seperti yang dikatakan Niveria bahwa Balai Munres mengetahui segala hal di dunia, urusan kakeknya kemungkinan besar juga bisa dia cari tahu dari sana.Memikirkan hal itu, Kelvin tidak bisa menahan rasa penasarannya dan bertanya, "Orang-orang dari enam keluarga besar di Kota Yanir juga nggak tahu?""Ya!" Niveria membalas sambil mengangguk, "Pokoknya tempat itu sangat misterius."Setelah berkata begitu, Niveria kembali menyandarkan kepalanya di bahu Kelvin dan memberi tahu, "Aku tidur lagi sebentar. Nanti setelah sampai, kita makan siang di rumah orang tuaku. Kalau sempat, malamnya kita pergi ke rumah kakekku. Kamu coba lihat ... apakah penyakit kakekku bisa disembuhkan."Kakek Niveria mengal

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 360

    Kini, gadis berkuncir dua itu terlihat sedikit canggung. Dia berkata, "Ganteng, maaf ya. Tadi ... aku terlalu panik, makanya bersikap seperti itu. Tolong jangan dimasukkan ke hati."Kelvin merespons sembari menggeleng, "Nggak apa-apa. Aku mengerti keadaanmu waktu itu. Lagian, itu cuma bantuan kecil."Gadis berkuncir itu itu menggeleng lagi dan berkata, "Kakekku menyuruhku datang untuk minta maaf. Sebenarnya dia ingin datang sendiri, tapi aku mengkhawatirkan kondisinya."Segera setelah itu, gadis berkuncir dua melanjutkan, "Kami juga ingin memberi ucapan terima kasih. Kakekku nggak suka berutang budi. Kamu bisa menyebutkan apa pun yang kamu inginkan sebagai balasan.""Nggak perlu," kata Kelvin sambil tersenyum. "Aku seorang ahli pengobatan. Aku nggak pernah minta bayaran untuk mengobati orang. Kalian nggak perlu terlalu memikirkan ini. Anggap saja sebagai bantuan kecil."Gadis berkuncir dua itu terdiam sejenak, lalu menatap Kelvin dengan sedikit bingung. Dia bertanya, "Benarkah?""Tentu

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 359

    Seluruh penumpang di kabin pesawat langsung menatap ke arah Kelvin.Gadis itu sangat panik. Dia langsung menarik baju Kelvin. Wajahnya penuh kemarahan dan kecemasan.Di samping, pasangan dokter itu mundur sedikit. Salah satu dari mereka berkata, "Masalah ini nggak ada hubungannya dengan kami."Jelas, jika sesuatu terjadi pada si pria tua, mereka tidak ingin ikut terseret. Bagi seorang dokter, kesalahan medis bisa berdampak besar pada reputasi mereka."Apa yang kamu lakukan pada kakekku?""Apa yang kamu lakukan pada kakekku?"Gadis itu mencengkeram baju Kelvin dengan erat. Air matanya hampir jatuh.Di belakang, Bernard melihat kejadian itu. Dia tersenyum tipis sambil berkata pelan, "Padahal nggak ada hubungannya denganmu. Sekarang malah kena masalah, 'kan?"Niveria hanya melirik sekilas, lalu kembali duduk dan melanjutkan tidur.Dia sangat percaya pada kemampuan Kelvin.Pada saat itu, pria tua yang terbaring di lantai tiba-tiba mengeluarkan suara aneh dari mulutnya, lalu mulai bernapas

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 10

    "Hah?" Kelvin mengira dirinya salah dengar!Wajah Niveria merah tersipu, sangat berbeda dengan sikap tegasnya saat menghadapi Karlo barusan. Sekarang dia tampak feminin. Niveria menunduk sambil berkata, "Kataku ... kita nikah saja!"Setelah dikonfirmasi lagi, Kelvin bersandar pada dinding konter dan

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 20

    "Keluargamu nggak ajari kamu dengan baik, biar aku bantu ajarkan gimana cara hormati orang lain!" Tangan Niveria sudah terangkat."Hentikan!" teriak seseorang saat itu juga.Kelvin melihat ke arah suara. Daniel yang berpakaian rapi berjalan mendekat. Dia memandangi Kelvin dengan wajah muram dan memb

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 14

    Di seberang telepon, terdengar suara yang sangat dingin berkata, "Hei, siapa kamu? Kok ponsel Niveria ada di kamu? Apa hubunganmu dengannya?"Mendengar suara itu, Kelvin tersenyum sambil memberitahukan, "Niveria istriku. Ada perlu apa cari dia?"Orang di seberang telepon jelas terkejut. Setelah wakt

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 13

    Di dalam kamar mandi yang mewah!Shintia menatap kosong ke arah bayangannya di cermin. Dia terus mengambil tisu dan mengelapnya berulang kali!Tisu di tangannya sudah berubah merah pekat.Shintia teringat perkataan kakeknya bahwa penyakitnya akan kambuh di usia 28 tahun.Shintia awalnya menganggap i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status