Share

Bab 214

Penulis: Jimmy Nugroho
"Benar!" jawab Andreas sambil menyeringai. Kemudian, dia menatap Yanisa yang masih berpegangan pada Kelvin dan berkata sambil tersenyum, "Cantik, bisa nggak kamu minggir sedikit? Aku nggak berencana membunuhmu sekarang."

"Masalah ini nggak ada hubungannya denganmu. Ambil pilnya dan pergi saja dulu!" kata Kelvin pada Yanisa.

"Siapa yang izinkan dia pergi?" Andreas mencibir, "Kalian juga nggak boleh sentuh pilnya. Aku nggak nyangka kamu bisa murnikan Pil Pemadat Jiwa. Meski nggak seberharga Pil Pe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 468

    Topeng yang dikenakan Kelvin menutupi seluruh wajah, bahkan suaranya pun sudah diubah.Kelvin menggelengkan kepala, lalu berencana mencari kesempatan untuk bertanya kepada Felix nanti."Kenapa dia ... nggak pakai topeng?" tanya Andriyan sambil mengernyit."Kalian ini pertama kali ikut pertemuan kultivator di Kota Yanir ya?" Pada saat itu, dua penjaga bertopeng kepala sapi dan kepala kuda menatap mereka.Kelvin dan Andriyan menoleh dengan rasa penasaran.Kelvin melihat di balik topeng kedua penjaga itu. Mata mereka terlihat menyimpan senyum.Andriyan bertanya, "Dia terkenal?""Tentu saja. Di Kota Yanir, Master Anderson sangat terkenal," ucap orang yang memakai topeng kepala sapi sambil tersenyum. "Pokoknya, malam ini kalian berdua hati-hati saja saat berjalan."Setelah berkata begitu, mereka tidak menjelaskan lagi.Kelvin dan Andriyan saling memandang dengan bingung. Sambil berjalan masuk, Kelvin bertanya, "Dulu waktu kamu ikut, memangnya nggak pernah lihat dia?""Dulu aku memang pernah

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 467

    Waktu sebelumnya saat berhadapan dengan Ratna, Kelvin sudah berusaha keras menahan auranya. Untungnya saat itu Ratna tidak menyangka Kelvin bisa mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual dalam waktu sesingkat itu, jadi dia tidak terlalu curiga.Kalau tidak, saat itu Kelvin akan sulit menyelamatkan Julia sekaligus membunuh Ratna.Metode untuk menyembunyikan aura sebenarnya tidak terlalu sulit. Setelah melihat sekilas, Kelvin langsung memahaminya. Dia segera menjalankan metode tersebut dan tak lama kemudian berhasil mengendalikan auranya hingga terlihat seperti berada di Tahap Pembukaan Batin tingkat tiga."Menurutmu, kultivator dari Keluarga Jahan bakal datang juga nggak?" tanya Kelvin."Kemungkinan besar," jawab Andriyan.Sambil berbicara, mereka terus berjalan. Orang-orang di sekitar makin sedikit dan mereka berdua juga mengenakan topeng.Topeng Kelvin masih yang berbentuk rubah perak, sedangkan Andriyan memakai topeng hitam pekat.Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat yang mi

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 466

    "Masalah ini ceritanya panjang," ucap Kelvin sambil menatap Golden. "Kalau nanti aku benar-benar sampai pada situasi hidup mati dengan Keluarga Jahan, kamu benar-benar mau melawan mereka?""Tentu saja!" Golden menambahkan, "Nasib dan hidupku sekarang ini diberikan olehmu. Selama kamu bilang, apa pun akan aku lakukan!"Mata Kelvin sedikit menyipit.Kalau apa yang Golden katakan itu benar, dalam rencana Kelvin menghadapi Keluarga Jahan, orang ini bisa memainkan peran yang sangat besar.Golden bisa menjadi orang dalam untuk Kelvin dan membantunya mengumpulkan informasi.Tentu saja, Kelvin juga belum sepenuhnya yakin. Bagaimanapun, mereka sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Golden terlihat jujur, tetapi Kelvin tetap tidak berani langsung memercayainya sepenuhnya. Apalagi setelah berubah wujud menjadi manusia, Golden terus bekerja untuk Keluarga Lukito. Selain itu dari perkataannya barusan, hubungannya dengan David juga tampaknya cukup dekat."Aku masih ada urusan sekarang. Waktunya agak me

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 465

    Kelvin terlihat benar-benar bingung. Saat mendengar nama Golden, dia sudah mulai curiga.Begitu orang itu menyebut soal memberi makan kacang, Kelvin langsung paham.Orang ini ... adalah anjing di ujung desa mereka yang dulu bernama Golden. Waktu kecil, Kelvin punya banyak Pil Primordial Yang yang dia makan seperti camilan. Kalau sedang tidak ada kegiatan, dia juga sering memberi beberapa butir kepada anjing di ujung desa itu.Hanya saja saat Kelvin berusia belasan tahun, Golden tiba-tiba menghilang. Saat itu, Kelvin bahkan sempat sedih cukup lama."Kamu ... sudah bisa berubah wujud jadi manusia?" tanya Kelvin dengan ekspresi masih tidak percaya.Melihat Kelvin sudah mengingatnya, Golden berucap dengan sangat bersemangat, "Kamu masih ingat aku! Ini aku! Kamu benar-benar ingat!""Hari ini, aku kebetulan disuruh datang ke sini buat menagih sewa. Awalnya aku menunggu di luar, tapi tiba-tiba aku mencium baumu, jadi aku langsung lari ke sini. Pas kulihat, ternyata benaran kamu! Kenapa kamu b

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 464

    Mendengar perkataannya, Kelvin sedikit mengernyit. Dia sebenarnya tidak ingin memperbesar konflik supaya tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu. Dia membalas sambil menggeleng, "Berapa jumlahnya? Aku bantu mereka bayar saja.""Nggak sok hebat lagi?" Orang itu memaki, "Yang paling aku benci adalah pendatang seperti kalian! Sialan! Kalian datang ke Kota Yanir cuma mencemari udara!"Kelvin menahan amarah di dalam hatinya."Sebulan tiga juta, bayar tiga bulan sekali. Total sembilan juta!" kata orang itu dengan nada tidak sabar.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka bahwa tempat sekumuh ini pun biaya sewanya bisa sampai tiga juta per bulan. Kota Yanir memang benar-benar mahal, setiap jengkal tanahnya bernilai tinggi.Tentu saja, peluang di tempat ini juga jauh lebih banyak dibanding kota-kota lain."Cepat bayar! Jangan bertele-tele. Waktuku mahal!" maki orang itu.Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.Kelvin menoleh ke arah suara itu. Tak lama kemudian, dia mel

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 463

    Tanpa terasa, Kelvin sudah sibuk sampai sore hari.Kelvin tidak melanjutkan mengetuk pintu lagi. Dia berencana mulai besok menyewa sebuah rumah kecil di sini dan membuka klinik. Hari ini, dia sudah mengobati cukup banyak orang dan hasilnya terlihat cukup jelas. Jika kabar tentang pengobatan gratisnya menyebar, orang-orang di sini kemungkinan akan datang sendiri ke tempatnya.Kelvin menelepon Niveria dan mengabari bahwa hari ini dia tidak pulang. Dia meminta Niveria untuk tetap menginap di rumah orang tuanya satu hari lagi. Setelah itu, dia pun kembali ke rumah Andriyan.Kelvin juga menerima kabar dari pihak pengelola Kompleks Zenada bahwa kira-kira butuh satu hari lagi untuk mengembalikan vila mereka seperti semula.Kelvin harus mengakui bahwa efisiensi Kompleks Zenada memang luar biasa.Setelah makan malam, Kelvin keluar bersama Andriyan. Mereka hendak menghadiri pertemuan kultivator minggu ini.Keduanya berjalan menuju luar gang. Baru beberapa langkah, Kelvin dan Andriyan melihat di

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 117

    "Pertemuan semacam ini biasanya diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali. Di dalamnya, para peserta akan saling bertukar pengalaman dalam berkultivasi, lalu juga saling menukar barang. Bisa dengan sistem barter atau dibeli menggunakan uang," jelas Eric."Jadi, mereka semua saling mengenal?" tany

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 86

    Keluarga Lorenz, Kota Jingawan!Saat ini di rumah Keluarga Lorenz, kepala keluarga yang hanya berstatus nama saja, Gino Lorenz, sedang mondar-mandir di dalam sebuah kamar.Di atas ranjang di sampingnya, ada seseorang yang sedang berbaring. Orang itu tidak lain adalah Karlo."Kenapa belum kembali jug

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 84

    Adrian menatap ke arah Kelvin. Wajah dan sorot matanya dipenuhi keputusasaan, ketakutan, dan amarah!Yang membuat Adrian putus asa adalah karena dia mengira rencana yang disusunnya kali ini sudah sempurna tanpa celah. Namun kenyataannya, Kelvin justru berhasil membalikkan keadaan.Awalnya setelah te

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 92

    Ini benar-benar seperti orang mengantuk yang langsung diberi bantal. Kebetulan sekali, Kelvin memang juga berencana pergi ke Kota Lamur. Dia pun menyetujui sambil mengangguk, "Pas banget, aku juga ada urusan di Kota Lamur. Kapan kita berangkat?""Sekarang? Sebentar lagi aku jemput kamu di depan wism

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status