Share

Bab 84

Author: Jimmy Nugroho
Adrian menatap ke arah Kelvin. Wajah dan sorot matanya dipenuhi keputusasaan, ketakutan, dan amarah!

Yang membuat Adrian putus asa adalah karena dia mengira rencana yang disusunnya kali ini sudah sempurna tanpa celah. Namun kenyataannya, Kelvin justru berhasil membalikkan keadaan.

Awalnya setelah terkena dupa pembius, Kelvin seharusnya menjadi tak berdaya. Namun sekarang, seluruh jalur meridian di tubuh Adrian justru disegel oleh Kelvin dengan jarum perak. Hal itu membuatnya sama sekali tidak bi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 304

    Grup Sirait adalah salah satu perusahaan paling elite di Kota Lamur. Rapat pagi ini dihadiri banyak peserta. Hampir semua eksekutif di kantor pusat berkumpul. Sekitar 100 orang duduk di ruang konferensi yang besar.Setelah semua orang duduk, Victor melirik dokumen di tangannya, lalu menatap Jayden yang duduk di sebelah.Jayden duduk dengan angkuh di kursinya dan mendengus dingin."Semua orang sudah hadir, 'kan?" Pada saat ini, Victor berujar dengan tenang. "Sebelum rapat dimulai, aku mau umumkan dua keputusan yang diputuskan tiba-tiba.""Yang pertama, Grup Sirait akan sepenuhnya bekerja sama dengan tiga perusahaan Bu Niveria," ujar Victor dengan tenang.Namun, kata-kata ini segera menimbulkan kericuhan. Beberapa anggota Keluarga Sirait yang duduk di paling depan mengerutkan kening dalam-dalam.Jayden menggebrak meja dan segera berdiri sambil berkata, "Victor, apa kamu mau menyeret Grup Sirait ikut jatuh bersamamu?"Victor meliriknya dan bertanya, "Kamu keberatan?""Huh! Niveria sudah

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 303

    Kelvin mengulangi apa yang dikatakan Jimmy.Victor tiba-tiba berbalik, lalu menatap Jimmy dengan dingin dan berkata, "Kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini!"Jimmy awalnya sedikit terkejut. Kemudian, dia mencibir, "Pak Victor, sepertinya kamu nggak punya hak untuk tentukan aku dipecat atau nggak!"Victor menatapnya dengan dingin dan berujar, "Mari kita lihat apa aku berhak atau nggak. Memecatmu sekarang justru untuk menyelamatkan harga dirimu. Kalau aku umumkan pemecatanmu di depan semua orang di rapat nanti, kamu akan lebih malu lagi!"Seusai berbicara, dia berkata kepada Kelvin, "Mari kita ke kantorku dan bicara di sana."Kelvin mengangguk.Keduanya berjalan memasuki gedung.Jimmy berdiri di tempat dengan ekspresinya tidak bisa ditebak. Kemudian, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jayden. Jimmy segera berkata, "Victor ... mau memecatku!""Coba saja kalau dia berani!" Jayden mencibir di ujung telepon, "Kamu anggap saja nggak terjadi apa-apa dan kerja sebagaimana mestinya. A

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 302

    Kata-kata ini jelas merupakan godaan terang-terangan terhadap Niveria di depan Kelvin.Kelvin melangkah maju dan berkata, "Jaga ucapanmu."Pria itu menatap Kelvin dan menyahut sambil mengerutkan kening, "Kamu pikir kamu itu siapa? Aku lagi ngomong sama majikanmu. Apa hakmu untuk menyela?Sangat jelas bahwa bajingan ini menganggap Kelvin sebagai Deven dan mengira dia adalah pengawal Niveria.Tatapan Kelvin berubah dingin.Melihat ekspresi Kelvin, pria itu mengangkat alisnya dan berkata, "Kenapa? Kamu mau main tangan di depan umum? Ini masyarakat yang diatur oleh hukum. Kalau memukulku, kamu nggak akan bisa tanggung konsekuensinya!""Apa yang kalian ributkan di depan gerbang perusahaan sepagi ini!" Tepat pada saat ini, sebuah suara yang agak berwibawa terdengar dari belakang mereka.Kelvin dan yang lainnya menoleh. Begitu melihat orang yang datang, ekspresi direktur keuangan perusahaan ini sedikit berubah. Kemudian, dia berdeham dan berujar, "Pak Victor, begini, Bu Niveria datang untuk m

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 301

    Kelvin mengangguk dan berkata, "Ayo pergi."Setelah masuk ke mobil, Niveria dan Kelvin duduk di belakang. Niveria menatap Kelvin dan bertanya dengan kening berkerut, "Kamu ... benar-benar punya uang sebanyak itu? Kalau benar, kamu juga bersedia biarkan aku menggunakannya sesuka hati?""Tentu saja!" Kelvin menatap Niveria dan menjawab, "Kamu istriku. Aku menghasilkan uang memang untuk kamu. Kamu cuma perlu kembangkan apa saja yang kamu mau sesuai pemikiranmu. Serahkan pendanaannya padaku!"Niveria menarik napas dalam-dalam dan menyahut, "Aku sudah pikirkan matang-matang. Aku berencana daftarkan sebuah perusahaan modal. Paman Deven akan jadi perwakilan hukumnya. Kemudian, kami akan akuisisi sebuah rantai industri. Dengan begitu, Keluarga Jahan dan paman keduaku nggak akan curigai kami. Setelah rantai industri terbentuk, kita ... kembali ke Kota Yanir!"Kelvin mengangguk dan berkata, "Aku nggak ngerti soal ini. Kamu lakukan saja semuanya dengan berani.""Terima kasih!" Niveria mengangguk

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 300

    Kelvin naik ke lantai atas, lalu mencari pengisi daya dan mencolokkan ponselnya. Setelah menyalakannya kembali, dia membuka WhatsApp dan memeriksanya.Ada cukup banyak pesan masuk di WhatsApp.Akun WhatsApp-nya baru saja terdaftar. Akun sebelumnya adalah milik Niveria. Setelahnya, dia merasa kurang nyaman menggunakannya dan mendaftarkan akun baru.Dia menambah ulang kontak semua orang yang baru-baru ini dia kenal.Julia dan Niveria mengiriminya banyak pesan! Pesan Julia sebagian besar dari malam itu. Kelvin membukanya, lalu keluar.Di sisi lain, Niveria bertanya kapan dia akan kembali dan mengirim beberapa pesan setiap hari.Selain itu, Yanisa juga mengiriminya beberapa pesan.Setelah mendaftarkan akun WhatsApp baru, dia menambahkan kontak Yanisa di WhatsApp-nya.[Kamu lagi ngapain?][Kamu mengabaikanku?][Huh, aku juga akan mengabaikanmu!][Kamu lagi ngapain sih?][Bisa nggak kamu balas pesanku?][Ponselku akan disita. Aku khawatir aku nggak bisa hubungi kamu lagi. Aku mau ngobrol de

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 299

    Satu jam kemudian, Kelvin dan Andriyan selesai merapikan barang dalam kamar dan kembali ke meja resepsionis untuk check out.Saat ini baru sekitar pukul tujuh pagi. Mereka tiba di pelabuhan lebih awal, membeli tiket, dan berencana untuk kembali ke Kota Lamur!Perjalanan kali ini memakan waktu tiga hari.Kelvin tidak menyangka terobosannya akan menghabiskan waktu selama itu. Dia bahkan belum mengisi daya ponselnya. Saat merapikan kamar tadi, dia juga lupa.Faktanya, Kelvin yang sekarang tidak terlalu bergantung pada ponsel.Tiga hari memang agak lama. Dia khawatir sesuatu mungkin telah terjadi.Setelah kapal berlabuh, dia berencana untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Andriyan.Andriyan berkata, "Aku anggap kamu sebagai sahabat, tapi kita mungkin harus tunggu sesaat sebelum memurnikan Pil Pemeliharaan Spiritual lagi. Aku mau meninggalkan Kota Lamur untuk sementara waktu dan mencari tempat untuk berkultivasi dalam pengasingan, lalu menembus ke Tahap Pemeliharaan Spiritual."Kelvin me

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 19

    Mendengar perkataan Kelvin, wajah tua Charles langsung dipenuhi kecengangan. Dia menatap Kelvin dengan bengong, lalu menoleh ke Niveria yang di samping.Kemudian, ekspresi Charles berubah muram. Dia mencela, "Jadi ... dari awal kamu sudah punya istri. Lalu, untuk apa kamu datang ke rumah kami?" Tat

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 14

    Di seberang telepon, terdengar suara yang sangat dingin berkata, "Hei, siapa kamu? Kok ponsel Niveria ada di kamu? Apa hubunganmu dengannya?"Mendengar suara itu, Kelvin tersenyum sambil memberitahukan, "Niveria istriku. Ada perlu apa cari dia?"Orang di seberang telepon jelas terkejut. Setelah wakt

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 15

    Suara Kelvin yang tidak terlalu keras, dan tempo bicaranya tidak cepat, dengan jelas terdengar di telinga Daniel.Daniel tertegun sejenak, lalu kembali bicara, "Aku Daniel dari Keluarga Limanta, ayahnya Shintia.""Lalu?" tanya Kelvin. "Apa hubungannya denganku?"Daniel sekali lagi dikejutkan.Siapa

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 13

    Di dalam kamar mandi yang mewah!Shintia menatap kosong ke arah bayangannya di cermin. Dia terus mengambil tisu dan mengelapnya berulang kali!Tisu di tangannya sudah berubah merah pekat.Shintia teringat perkataan kakeknya bahwa penyakitnya akan kambuh di usia 28 tahun.Shintia awalnya menganggap i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status