Short
Too Late for a Second Choice

Too Late for a Second Choice

Por:  Against the FlowCompletado
Idioma: English
goodnovel4goodnovel
11Capítulos
8.4Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

It's my husband, Niall Luther's birthday. I take my son to the hospital to visit Niall since he's working late; I want to surprise him. However, we get into an accident on the way there. When I rush to the hospital with my bloodied son in my arms, I see Niall holding his first love's daughter. He coos at her and says, "This might be a small wound, but there's a risk of infection if it isn't handled well!" His first love, Chelsea Blanc, gives him a chiding look. "You treat Lulu so well that I'm getting jealous." Niall wraps an arm around her. "It's only because I love you. You're the one I love the most." I pull out my phone and call him. He keeps his arm around Lulu White and rejects my call. So, I text him, telling him our son is injured and has been taken to the hospital where he works. I tell him he needs to attend to our son. However, he berates me for lying. I have no choice but to take my son elsewhere for treatment. Before leaving, I see Niall kiss Chelsea tenderly and tell her he wants to take her to an amusement park. That's when I know he and I are over.

Ver más

Capítulo 1

Chapter 1

Namaku Johan, aku orang Kota Selat asli, tapi punya istri orang Kampung Doben.

Tahun baru kali ini, istriku mengusulkan untuk merayakannya di rumah keluarganya.

Bagaimanapun, kami sudah menikah beberapa tahun dan setiap tahunnya selalu merayakan tahun baru di rumah keluargaku.

Kali ini, istriku bilang ingin pulang ke rumah orang tuanya.

Musim dingin di daerah Doben luar biasa dingin. Di luar salju turun lebat, sementara ranjang pemanas dibakar hingga terasa sangat hangat.

Yang membuatku terkejut, rumah istriku hanya punya satu ranjang pemanas. Biasanya seluruh anggota keluarga berdesakan di satu ranjang pemanas ini untuk makan dan tidur.

Orang-orang di Kampung Doben sangat ramah. Melihat kedatanganku, mereka langsung menyembelih seekor ayam betina tua dan meja di atas ranjang pemanas sudah dipenuhi sajian makanan yang masih mengepul hangat.

Adik istriku dengan perhatian mengambilkan semangkuk sup ayam untukku. Jarinya tak sengaja menggores punggung tanganku, terasa begitu halus.

Aku mendongak menatapnya. Sudah beberapa tahun tak bertemu, tak disangka gadis kecil ini sudah tumbuh dewasa.

Parasnya tampak sangat manis.

Bentuk tubuhnya berkembang sangat sempurna. Meski memakai jaket yang tebal, siluet dadanya yang montok masih terlihat jelas.

Menyadari sentuhan tangan kami, dia menundukkan kepala karena malu.

Wajahnya yang putih langsung merona.

Penampilannya sekarang sangat mirip dengan istriku saat kami baru berkenalan dulu.

Hanya saja, sekarang aku dan istriku sudah lama bersama, jadi tak ada lagi gairah seperti masa muda.

Aku bertanya pada ayah dan ibu mertua, “Selina sudah berusia 18 tahun, ‘kan? Tahun ini sudah mau masuk kuliah, ‘kan?”

Melihat aku memedulikannya, senyuman terukir di sudut bibir Selina.

Ibu mertua meletakkan sendoknya dan menjawab,

“Selina sudah 19 tahun. Tahun lalu nggak berhasil ujian masuk perguruan tinggi, jadi menganggur di rumah setahun. Rencananya mau dikirim ke kota untuk bekerja saja.”

“Dia nggak punya nasib baik seperti kakaknya yang bisa menikah dengan pria sebaik kamu.”

Mendengarnya memujiku seperti itu, aku merasa agak tidak nyaman.

“Nggak juga, hidup kami juga hanya berkecukupan, kok.”

Seketika, ayah dan ibu mertua menatapku dengan raut wajah serius.

“Johan, sebenarnya kami berniat memintamu membawa Selina ke kota untuk bekerja.”

“Selina belum pernah ke kota sejak kecil, pasti akan lebih aman kalau bersama kalian.”

Mendengar maksud ayah mertua, Selina bakal tinggal di rumahku.

Menikahi kakaknya dan mendapat bonus si adik, hatiku berbunga-bunga, tentu saja aku pun langsung menyetujuinya.

“Tenang saja, masalah ini serahkan padaku.”

Namun, istriku yang berada di samping tampak tak senang. Dia melirikku dan bergumam,

“Orang yang makan di rumah bertambah, kamu mau bantu cuci piring nanti?”

Sebenarnya aku tahu, istriku tak ingin adiknya ikut tinggal bersama kami. Jarak usia mereka cukup jauh dan hubungan mereka juga tak begitu harmonis biasanya.

Dengan polosnya, Selina menjawab, “Nggak apa-apa, kak, aku bisa cuci piring sendiri.”

Kepolosannya itu membuat kami semua tertawa.

Malam harinya, karena cuaca di luar sangat dingin, ayah dan ibu mertua menyuruh kami semua berdesakan tidur di ranjang pemanasan yang sama.

Batu bara dibakar di bawah ranjang pemanas, jadi terasa hangat.

Aku dan istriku memakai satu selimut, sedangkan kedua mertuaku dan Selina memakai selimut yang lain.

Selina tidur tepat di sebelahku.

Gawatnya, ranjang pemanas ini agak sempit dan tak muat untuk kita semua. Sehingga aku dan Selina hampir menempel satu sama lain.

Sejak kecil, gadis polos ini memang tidak tekun belajar, tak ada juga yang mengajarinya tentang batasan antara pria dan wanita.

Dia sepertinya tak paham sama sekali soal hal-hal sensitif seperti ini, tangannya bahkan diletakkan di pangkal pahaku.

Hanya bergeser sedikit lagi ke samping, dia bisa menyentuh bagian vitalku.

Aku menarik tubuhku ke belakang untuk sengaja menghindari tangannya.

Tangan kecil yang hangat menempel di pangkal paha seperti ini sangat mudah membuatku kehilangan kendali.

Namun siapa sangka, saat aku bergerak mundur, tangan Selina malah menjangkau semakin maju!

Aku pun terkejut, Selina pasti sengaja!

Meski merasa dia cantik dan sangat feminim, itu hanyalah pemikiran normal seorang pria.

Aku tak punya niat lain sama sekali!

Apalagi istriku sedang tidur tepat di belakangku. Biarpun punya niat jahat, aku tak berani melakukannya!

Selina sedang tidur, jadi aku tak berani menggeser tangannya karena takut membangunkan dirinya.

Tubuhku pun semakin menyusut ke belakang.

Ranjang yang memang sudah sempit ini, membuat gerakan mundurku langsung menghimpit istriku ke arah dinding.

Istriku mendorongku dengan kuat.

“Sudah nggak ada ruang di sini, jangan menghimpitku terus.”

Dorongan itu malah membuatku terdorong tepat ke samping Selina, hingga tubuh kami menempel erat.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reseñas

Angela
Angela
Read it……l
2025-04-08 05:46:40
0
0
Cris Land
Cris Land
Já li.....
2025-03-20 19:09:45
0
0
11 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status