Eril menatap putrinya Renata yang kini sudah mulai bisa berjalan. Saat ini ia dan Renata memang tinggal kembali bersama Bu Laksmi. Eril tak punya pilihan, ia tak tahu harus menitipkan Renata di mana kecuali pada ibunya. "Nih Ril pisang gorengnya," Bu Laksmi menyimpan sepiring pisang goreng di sisi putranya. "Makasih ya, Bu. Maaf ya Eril repotin ibu," ucap Eril dengan halus. Setahun berjalan hubungan ibu dan anak itu memang kembali membaik. "Engga. Ibu senang ngurus Renata. Dia anak yang baik, engga kaya ibunya," ucap Bu Laksmi dengan penuh benci ketika mengingat Lily. "Andai saja ya Bu ibunya Renata itu Sofia," Eril berandai andai. "Iya, Renata pasti sangat bahagia punya ibu yang baik seperti Sofia. Ini semua salah kita. Ibu berharap Sofia selalu bahagia. Sudah cukup dulu kita menzolimi dia," ucap Bu Laksmi dengan sedih. "Aku yang menelantarkan, Sofia. Dia berhak bahagia tapi hati aku masih belum ikhlas, Bu," Eril berkata dengan tatapan Nanar. "Sudahlah, cepat kamu ma
Terakhir Diperbarui : 2026-02-20 Baca selengkapnya