Waktu bagaikan pasir di sela jari, perlahan mengalir pergi. Tak diketahui sudah berapa lama berlalu. Di dalam aula samping kayu kuno itu, qin fan duduk gelisah, hatinya terus tersiksa. Bertemu atau tidak dengan Dewa Binatang—bagi dirinya, ini benar-benar keputusan yang amat sulit. Bagi sebagian besar orang di benua ini, bisa bertemu dengan seorang dewa adalah kehormatan tertinggi. Bahkan qin fan di masa lalu pasti akan menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Namun kini, ia justru ragu. Beberapa kali ia melirik ke arah pintu aula, keinginan untuk mundur sempat muncul. Namun ia tahu jelas, jika ia pergi begitu saja, itu sama saja menentang kehendak dewa—suatu bentuk ketidak-hormatan terhadap Dewa Binatang. Di Negara Da Kun, kedudukan Dewa Binatang sangatlah luhur. Bagi para penganut fanatik, tidak hormat pada-Nya sama saja dengan penghujatan besar terhadap dewa. Terlebih lagi, panggilan seperti in
Terakhir Diperbarui : 2026-02-15 Baca selengkapnya