Namun Yun Mengyi terus berjalan, menusukkan pedangnya sepanjang koridor, seolah tak mendengar kutukan orang-orang.Dan sebenarnya, sekalipun ia mendengar, tekadnya tidak akan goyah.Jalan kultivasi penuh bahaya. Hati manusia sulit ditebak. Saat ada makam kekuasaan muncul, siapa yang tidak ingin masuk?Kalau Yun Mengyi berkata, “tempat ini terlarang,” apakah orang akan percaya? Mereka justru mungkin curiga Yun Mengyi menyimpan niat jahat dan ingin menyapu harta sendirian.Koridor itu sangat panjang. Setelah berjalan cukup lama, sebuah pintu akhirnya muncul di depan Yun Mengyi. Ia melangkah masuk, dan yang lain mengikutinya.Ruangan di dalam tidak sesempit koridor. Lebar, berbentuk aula persegi. Ukiran-ukiran memenuhi dinding, pilar-pilar batu ungu berdiri kokoh.Di tengah aula, di atas altar, ada peti mati kuno dari batu langit berbintang yang melayang tenang. Di bawahnya, cahaya aneh menopangnya.Di sekeliling altar ada empat pilar raksasa, masing-masing diukir pola burung merah menya
Ler mais