Yesi langsung duduk di pangkuan Erfan, tangannya melingkari leher Erfan, bibir merahnya itu mencium ganas bibir Erfan.Erfan menanggapi tidak kalah ganas, mereka berciuman dengan panas."Wow...Yesi benar-benar ganas!" ucap Diva, sambil menonton Yesi dan Erfan yang sedang berciuman."Wajar saja, dia sudah menunggu cukup lama," sahut Shara sambil menyeringai.Yesi melepaskan bibirnya dari bibir Erfan. Tampa banyak berkata, dia menanggalkan pakaiannya."Sayang, kamu memang pengertian," Erfan memuji.Seringai nakal muncul di bibir Yesi."Biar kamu leluasa," ucapnya.Tubuh mulus dan penuh godaan itu terpampang jelas di hadapan Erfan. Tangan Erfan menyentuh payudara padat dan bulat milik Yesi dan mulai meremasnya."Ahh...ahh...remas lebih keras!" pinta Yesi sambil terus mendesah nikmat.Erfan langsung meremas dada besar itu dengan keras sesuai apa yang di minta wanita itu.Yesi mendesah liar, tubuhnya meliuk-liuk indah, rangsangan itu benar-benar membuatnya gila.Erfan menelusuri leher mulu
Terakhir Diperbarui : 2026-01-28 Baca selengkapnya