Jam sudah menunjukkan pukul 22.45 saat satu per satu staf meninggalkan kafe yang sudah gelap. Hanya tersisa lampu kecil di area bar yang menerangi Elara, Guntur, dan Riko. Mereka sedang menyelesaikan laporan akhir sementara Elara membereskan barang di atas counter dan mengelapnya. Di tengah keheningan itu, terdengar ketukan di pintu kaca depan. Ketiga orang itu menoleh satu sama lain. Akhirnya, sebagai staf senior dan bertanggung jawab atas keamanan di sana, Guntur beranjak dari posisinya. "Biar saya saja yang memeriksanya," katanya seraya meninggalkan Riko yang masih duduk dengan laptop masih menyala. Ia berjalan ke arah pintu, mengintip selama beberapa saat untuk memastikan kalau yang ada di luar sana bukanlah orang mabuk atau orang yang berniat jahat.Namun, sosok yang ia lihat rupanya tampak familiar. Itu Dirga, berdiri di luar tanpa mengenakan jas kantor seperti biasanya, melainkan turtleneck hitam elegan dan coat panjang. Perlahan, Guntur memutar kunci dan membuka pintu. "Se
Last Updated : 2025-12-15 Read more