Lampu dimatikan, Diego meraihku ke dalam pelukannya, kepalanya menggesek di leherku."Clara nggak enak badan? Kenapa kelihatan linglung begitu?"Aku berbalik, membelakanginya. "Mungkin kurang istirahat."Dada pria itu bergetar, dia terkekeh pelan. "Baiklah, kalau begitu malam ini aku nggak akan mengganggumu, Clara. Biar aku temani kamu istirahat yang baik."Tak lama kemudian, napas Diego menjadi teratur dan dia pun tertidur.Di bawah cahaya bulan aku menatap wajahnya dengan lama, air mata tak lagi bisa kubendung.Aku masih ingat saat dia berlutut dengan satu kaki melamarku. "Tolong beri aku kesempatan menjadi kesatriamu. Aku akan mencintaimu selamanya, melindungimu, sampai akhir hayatku."Di saat ini, semua kenangan indah itu seakan berubah menjadi lelucon.Aku berguling ke sana kemari tak bisa tidur, lalu membawa tablet ke ruang tamu.Kubuka semua aplikasi pertemanan dan akun penting lainnya, termasuk layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive, semuanya sudah logout.Diego bagaika
Baca selengkapnya