Short
Gugurnya Kembang Mekar

Gugurnya Kembang Mekar

By:  YuyaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama lima tahun pernikahan, Diego selalu mempertahankan citra sebagai suami penyayang yang tak tergoyahkan. Sebagai pewaris Keluarga Luis, dia dengan disiplin mematuhi jam malam dan selalu pulang tepat waktu. Setiap hari dia sendiri yang menyetir mengantarku ke kantor, dan setiap hari raya dia bersusah payah menyiapkan hadiah. Instagram dan Twitter, semuanya dipenuhi keseharian dia memanjakan istrinya. Para netizen bercanda menyebutnya sudah stadium akhir "maniak cinta", sementara para penggemar pasangan menggilai pasangan kami mati-matian. Akan tetapi, akun WhatsApp-nya masih login di tablet, dan seorang perempuan mengiriminya sebuah video. Dalam video itu, si perempuan bercosplay sebagai polisi kelinci, tatapannya sayu dan menggoda. Sambil berlutut dengan kedua kaki terbuka, kedua tangannya sedang membuka kancing di dada, seolah tidak sabar memperlihatkan kulitnya yang putih mulus. [Kelinci kecil sangat merindukan Kak Diego, mau ciuman dari Kak Diego!] Suara perempuan itu manis dan menggoda, dengan nada sedikit manja. Awalnya aku tidak menganggapnya serius. Wajar saja kalau ada yang menyukai Diego, siapa sih yang tidak punya beberapa pengejar? Selama ini dia memberiku rasa aman yang cukup. Tepat saat kupikir ini hanya godaan sepihak lagi, Diego membalasnya: [Besok, seharian penuh kamu jangan harap bisa turun dari tempat tidur.] ...

View More

Chapter 1

Bab 1

Detakan jantungku terasa terhenti sejenak.

Terdengar suara pintu kamar terbuka, aku diam-diam keluar dari WhatsApp-nya dan berpura-pura santai menonton video pendek.

Diego naik ke tempat tidur dan merapat dari belakang.

Dia baru selesai mandi, tubuhnya masih membawa aroma lembut sabun mandi.

Dengan intim dia menggesekkan dagunya di bahuku. Saat menoleh, dia melumatkan bibir hangatnya degan ringan ke kulit leherku.

"Clara, lihat apa sampai begitu fokus?"

Pandangan Diego jatuh ke tablet, gerakan manjanya sempat terlihat kaku sesaat.

"Kenapa pakai tabletku? Maksudku, nonton video pendek lebih enak pakai ponsel."

Saat mengatakan itu, pupil matanya tanpa sadar mengelak sejenak, dan aku tidak melewatkannya.

Profil samping wajah Diego benar-benar tampan, pantas saja para netizen menyuruhnya debut.

Aku mengangkat sedikit sudut bibirku dan berkata datar, "Ponselku habis baterai, pakai punyamu sebentar. Kenapa, nggak boleh?"

Diego sangat suka bermain gim, tablet di rumah kebanyakan dia yang pakai.

Hari ini aku hanya asal mengambilnya untuk bermain sebentar, tak kusangka justru melihat sesuatu yang tak seharusnya kulihat.

"Tentu boleh. Hanya saja memorinya penuh dan agak lag. Kalau kamu mau pakai, akan kuhapus gim-nya supaya khusus bisa kamu pakai."

Sambil berkata begitu, Diego dengan wajar mengambil tablet dari tanganku, berpura-pura hendak membersihkan datanya.

Jari-jarinya yang panjang menekan WhatsApp. Saat melihat yang login adalah akunku, dia jelas jauh lebih lega.

"Nggak perlu, aku nggak main lagi."

Diego tersenyum dan meletakkan tablet di nakas samping tempat tidur.

Matanya berbinar, nadanya riang, "Baik. Nanti aku temani kamu main yang lain, ya."

Direktur Muda Diego yang biasanya angkuh dan tenang itu, kini memandangku dengan lembut dan penuh kegembiraan.

Aku juga menatapnya, tetapi hatiku terasa perih dan sesak.

Kami berpacaran sejak SMA, bersama selama bertahun-tahun, dan dia selalu menjadi kekasih yang sempurna.

Selalu memberiku rasa aman, dalam situasi apa pun, selalu menempatkanku di posisi pertama.

Kadang dia menghadapi ajakan dari lawan jenis.

Jawabannya selalu dengan mengangkat cincin di tangannya. "Maaf, harus menemani istriku."

Semua orang yang mengenalnya tahu dia "takut istri", dan semua iri karena aku dicintai pria setia dan unggul seperti Diego.

Akan tetapi, percakapan bolak-balik di WhatsApp itu bagai duri yang menusuk hatiku satu demi satu.

Memuakkan sekali!

Aku mendorong kepala pria yang mendekat nakal itu.

"Aku mau minum segelas air."

Diego tersenyum. "Biar aku yang ambilkan air untukmu, Clara."

Aku memakai sandal dan mengikutinya ke ruang tamu, duduk melihatnya mengatur suhu air. Dia bahkan menyentuh gelasnya dengan tangan untuk memastikan tidak panas sebelum memberikannya padaku.

Tatapannya lembut dan penuh kasih, membuat orang ingin tenggelam di dalamnya.

Aku sedikit melamun, tanganku tak mantap memegangnya sehingga gelas kaca itu jatuh ke lantai, pecah berkeping-keping, air terciprat ke mana-mana.

"Nggak apa-apa, semuanya aman kok. Semoga tiap tahun tetap damai. Kamu ada yang sakit atau terluka nggak?"

Diego buru-buru menggenggam tanganku, sambil menenangkanku dia memeriksa apakah ada serpihan kaca yang mengenai tubuhku.

"Clara yang baik, duduk di sini jangan bergerak, biar suamimu yang bereskan."

Melihat pria di depanku yang tampak begitu menyayangiku dan penuh perhatian, aku tak mengerti mengapa bisa jadi seperti ini.

Mataku terasa panas, aku mengendus menahan tangis sekuat tenaga.

Dia mungkin mengira aku merasa sedih atau tersinggung, tersenyum sambil mengusap ujung hidungku dengan jarinya.

"Hal kecil saja, aku akan tuangkan lagi untukmu, Clara."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status