Tangan Darius tidak tinggal diam. Jari-jarinya yang kasar namun terampil menyusup ke balik kerah jumpsuit Kiara, mengusap tulang selangkanya, lalu turun perlahan menutupi payudaranya. "Mmmhh..." erang Kiara tertahan. Tubuhnya otomatis melengkung mencari kehangatan tangan pria itu. Darius meremasnya dengan tekanan yang pas, memancing desahan yang lebih panjang dari bibir Kiara. "Kamu sangat responsif," puji Darius, suaranya berubah menjadi geraman serak. Dia melumat bibir Kiara. Bukan ciuman kasar, tapi ciuman dalam yang basah, menuntut, dan penuh kepemilikan. Lidahnya menginvasi mulut Kiara, mengecap rasa manis yang kini menjadi candu barunya. Kiara membalas ciuman itu dengan rakus. Tangan mungilnya menelusup ke rambut hitam Darius, menariknya lebih dekat. "Nghh... Darius..." desah Kiara di sela-sela ciuman mereka saat tangan Darius yang lain mulai mengusap paha bagian dalamnya, mengarah ke pusat gairahnya. "Kamu basah lagi, Kiara," goda Darius di sela napasnya yang membur
最後更新 : 2026-08-17 閱讀更多