Cara Felix menatapku terasa seperti aku adalah orang asing. Hal itu mengingatkanku pada kekejaman yang ditunjukkannya di kehidupan masa lampau, saat dia mengusirku tanpa memberiku sepeser uang pun.Setelah memasukkan sepotong roti ke dalam mulut, aku bangkit dan berkata, "Aku sudah selesai makan. Aku ada kelas pagi ini. Aku berangkat ke kampus dulu, ya."Liana menyahut, "Kenapa begitu buru-buru? Susumu belum habis ....""Sudah terlambat," jawabku sambil mengambil tasku. Kemudian, aku bergegas keluar rumah. Sepanjang hari, aku menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mencari informasi tentang program studi di luar negeri dan mengisi formulir pendaftaran. Di kehidupan masa lampau, aku pernah melepaskan kesempatan untuk kuliah di luar negeri hanya demi tetap berada di sisi Felix. Di kehidupan ini, aku akan pergi sangat jauh dan menjalani hidup demi diriku sendiri. Malam itu, aku sebenarnya berniat menginap di asrama, tetapi Liana meneleponku. "Nadia, pulanglah untuk makan malam. Ada ha
Leer más