Catalog
74 chapters
Chapter 1
Kayla seorang mahasiswi tingkat akhir yang tengah proses menyelesaikan skripsinya, disukai Ilham seorang mahasiswa semester 6 yang umurnya ternyata sepantaran hanya lantaran Ilham pernah menunda waktu kuliahnya selama satu tahun. Ilham yang awal mengenal Kayla lewat temannya yang bernama Dian, yang tanpa disangka Ilham ternyata membuatnya justru tertarik dan suka dengan pribadi Kayla yang terkadang ceplas ceplos. “Yan, kenalin gua sama temen lu yang jomblo dong… “ucap Ilham “Mau buat apa? “ tanya Dian “Nasi bungkus. Gila aja lu nanya buat apa, lu kira gua apaan? Ya kalau cocok mau gua jadiin pacar terakhir lah…. ““Ntar cuma lu buat main-main lagi”“Sialan lu, gua cowok baik-baik neng. Gimana ada gak? ““Ada, namanya Kayla. Setahu gua dia belum pernah punya pacar anak kampus sini. Dan sejauh ini sih masih jomblo. Tapi dia dah mau wisuda, lu gak
Read more
Chapter 2
Hari ini Kayla sudah ijin dengan kepala sekolah TK tempat dia mengajar, bahwa dia tidak bisa masuk karena ada jadwal bimbingan skripsi dengan 2 dosen pembimbingnya sekaligus.  Yah begitu semangat Kayla mempersiapkan bahan skripsinya itu menjadi 2 rangkap, satu untuk pembimbing pertama Prof. Subagja yang juga selaku dekan fakultas, sedang satu lagi untuk pak Dicky dosen pembimbing keduanya. Kayla berharap bimbingannya kali ini tidak akan terlalu banyak coretan dari pembimbingnya, dia berharap bisa segera selesai dari urusan skripsi dan bisa segera sidang sehingga bisa bersantai ria untuk menunggu wisuda. Pukul 9 Kayla sudah berada di depan ruang dekan untuk menemui Prof. Subagja yang terkenal sopan dan halus tutur katanya itu. Dilihatnya dari balik kaca kecil yang ada di pintu bahwa dosen senior itu belum datang, dengan demikian Kayla memutuskan menunggu di luar ruangan sambil memegang map biru berisi susunan skripsi didalamnya. Tak berapa lama terlihat
Read more
Chapter 3
Jam di dinding mes dosen menunjukkan pukul 15.20, saat itu Dicky sedang duduk santai setelah selesai tugas mengajarnya tadi sampai jam 15.00‘Sebentar lagi bimbingan skripsinya Kayla...  Apa mungkin dia akan datang kesini? ‘ pikirnya dalam hati. Dia segera mengambil handuk dan perlengkapan mandinya yang ada di loker miliknya. Kebetulan di mes hanya ada pak Sutan dosen teknik yang juga masih bujangan tengah bermain games di laptopnya. “Besok kelas jam berapa pak? “ tanya Dicky “Pagi jam 07.30 tapi untungnya hari ini saya Cuma sampai jam 3 sore. Masih bisa santai lah di mes... “ jawab Sutan tetap sambil memandang laptopnya. “Sama” jawab Dicky singkat kemudian melangkah menuju kamar mandi.  Selesai mandi dan berganti pakaian, Dicky segera menghampiri kawannya yang ada di ruang tamu dengan mengenakan kaos putih dan celana jeans.
Read more
Chapter 4
Tepat pukul 9 murid-murid Kayla sedang beristirahat. Ada yang tengah bermain dengan temannya dan  ada yang sedang menikmati bekal yang dibawakan ibunya. Permainan merekapun macam-macam, ada yang kejar-kejaran, petak umpet dan ada juga yang lebih memilih untuk duduk merangkai balok pintar ataupun merangkai lego. Mereka terlihat sungguh bahagia, begitu juga raut wajah guru muda yang tengah mengamati anak-anak itu. Ya, dia Kayla yang sejak tadi melihat murid-muridnya yang tengah asyik menikmati waktu bermainnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk dari seseorang, begitu dilihat ternyata dari Ilham. [Kay, hari ini kamu gak ke kampus?] [aku ke kampus udah kemarin. Ada apa?] [kalik aja di kampus bisa ketemu, lagi di kampus nih...][yadah, selamat belajar...  Hihihihihi...] [hmmmm....]  Setelah itu perhatiannya kembali kepada murid-muridnya yang sedang bermain diluar ke
Read more
Chapter 5
Dicky povDicky menguping pembicaraan Kayla dan temannya dari balik pintu dengan penuh rasa penasaran. “Mau gak Kay? Kamu belum makan pasti kan? “ terdengar suara laki-laki yang tengah ngobrol bersama Kayla. “Belum sih...  Makan di mana? ““Udah laksana aja ayo... Enak nasi gorengnya disana, gara-gara kamu ini aku ketagihan ““Boleh, nanti jam 12 aku harus ketemu dosenku lagi.”Karena harus segera cuci tangan dan bersiap untuk kuliah lagi, Dicky memutuskan untuk keluar seperti tujuan utamanya mencuci tangan di wastafel toilet. Meskipun dalam benaknya masih bergelayut rasa penasaran pada pria muda yang bersama mahasiswinya itu. Saat ia keluar berjalan menuju toilet Hampir saja Kayla jatuh karena menabrak Dicky yang tiba-tiba berjalan di depannya. “Eh... (Kayla kaget kepalanya menabrak sesuatu)  Bapak....  Maaf ya pak, maaf saya tidak lihat ada bapak.
Read more
Chapter 6
Kayla masih tidak percaya dengan apa yang ditanyakan oleh dosen pembimbingnya itu, menanyakan apakah dirinya tertarik atau tidak.  Sambil menutupi kebingungannya, Kayla terfokus pada jalan yang mereka lewati hingga hampir sampai tempat yang dituju Kayla mengarahkan jalan pada Dicky. “Pak, itu nanti belok kanan ya. Terus nanti warung gorengan berhenti disitu pak, terus kita jalan lewat  setapak. ““Oke “Dicky mengikuti arahan Kayla mencari tempat penjual geblek yang dituju.  Setelah sampai di warung gorengan yang masih tutup, Dicky memparkirkan mobilnya di pinggir jalan. Setelah turun mereka berjalan menyusuri setapak kecil yang hanya cukup untuk berpapasan 2 buah sepeda motor. Mereka berjalan beriringan, Dicky dengan kemeja kerjanya dan celana bahan warna hitam lengkap dengan sepatu sambil memegang kacamata hitam yang tadi dipakainya. Tubuh tingginya terlihat tegap ketika berjalan dan menarik mata ketika berjalan ber
Read more
Chapter 7
Sampai dirumah Kayla segera masuk setelah memparkirkan motornya di halaman.  Di dalam terlihat ibunya sedang duduk di teras sambil membersihkan biji kacang yang baru selesai di sangrainya. “Assalamualaikum… “ salam dan mencium tangan ibunya. “Wa’alaikum salam….  Bawa apa itu Kay? ““Ini ada titipan geblek buat ayah. Ayah dah pulang buk? ““Udah, lagi istirahat di belakang. Kamu jadi anter cari geblek buat dosenmu itu to?”“Iya, ini makanya aku dibawain. Ibu mau buat kue kacang? “ terlihat semburat senyum senang di wajahnya yang lelah. “Iya kalau jadi.  Udah sana kasihin ayahmu itu sesuai amanahnya.”Kayla masuk dan menemui ayahnya. Setelah mencium tangan ayahnya, Kayla lalu duduk di samping ayahnya yang sedang tiduran sambil menonton acara tv. Kayla lebih dekat dengan ayahnya sehingga ia lebih terbuka d
Read more
Chapter 8
Siang itu kira-kira jam makan siang Kayla sudah berada di tempat bazar buku bersama 2 kawannya, Dian dan Resti.  Mereka teman satu kelas yang sering bersama kemanapun pergi, namun semenjak sudah sibuk dengan skripsi masing-masing, dan antar mereka bertiga mendapat dosen pembimbing yang berbeda membuat mereka jarang untuk bisa pergi bersama. Jikalau ingin melepas rindu, mereka selalu mencari waktu luang yang sama dan janjian bertemu untuk sekedar melepas kangen, yah seperti saat ini mereka sengaja ketemu di tempat bazar buku untuk bisa ketemu dan bersama-sama makan siang.  “Mau nyari buku apa kalian? “ tanya Kayla. “Lihat-lihat dulu ajalah. Nanti kalau cocok baru dibeli. “jawab Dian yang diangguki Resti pertanda setuju dengan statement Dian. Mereka bertiga melihat buku-buku yang ada, memilih buku-buku yang sesuai dengan keinginan mereka. Mengitari tempat bazar dari ujung hingga ke ujung. Tiba-tiba tanpa sepenget
Read more
Chapter 9
Sampai di ruang rawat semua terlihat lega dan berharap bu Murni bisa segera pulang dan segera membaik. Suasana masih hening meski di ruangan itu ada banyak orang. Setelah perawat selesai mengatur dan menyetel aliran infus serta memastikan semua sudah beres, segera perawat minta ijin untuk keluar dari ruang tersebut. “Eh, mas Ilham datang juga...  Makasih ya...  Dian sama Resti juga kesini. Makasih ya... “ ucap bu Murni dengan senyum.Namun hal itu justru membuat Dicky bertanya-tanya tentang kedekatan Kayla dengan mahasiswa dari pak Sutan itu. ‘Sebenarnya sedekat apa hubungan mereka? Kok ibunya sampai hafal sama anak ini’ tanya Dicky dalam hati. ‘Apakah mungkin diantara mereka ada hubungan sesuatu? Tapi kenapa pak Hermawan bilang belum ada teman spesial yang ia kenalkan. Ah, mungkin dia teman akrab saja... ‘“Ibu, tadi kejadiannya gimana? “ tanya Hermawan. “Pulang dari
Read more
Chapter 10
Sepanjang perjalanan Kayla lebih memilih diam dan mengamati pemandangan yang disuguhkan dari dalam mobil. Di dalam hatinya masih bertanya-tanya tentang ucapan Dicky pada adiknya tadi. Beberapa kali ia melirik pria yang ada di depan kemudi itu namun tak terlihat hal aneh dari wajahnya, tidak tersirat semburat grogi ataupun bingung pada dirinya. Sementara adiknya yang duduk di belakang terlihat lebih sibuk dengan handphone nya setelah beberapa kali terlihat obrolan dan candaan dengan Dicky.‘Kok pak Dicky lama-lama aneh sih.... Malah jadi kayak orang PDKT yang dipaksakan, tapi apa mungkin iya? Ahhh,mana mungkin lah. Aku ini apa, kenapa harus terlalu kePDan gini....’ ucap Kayla dalam hatinya.“Pak, ke mess ya... Saya mau ambil motor”“Iya. Rafi, maaf ya gak bisa antar sampai rumah sakit soalnya harus balik Jogja. Ada hal penting yang harus diurus secara langsung. Gakpapa ya?” “Iya mas
Read more
DMCA.com Protection Status