Share

Suami Dibuang Sayang
Suami Dibuang Sayang
Penulis: Si Luar Biasa

Bab 1

”Tuan Muda, kau harus pulang bersama kami. Keluarga Han membutuhkanmu untuk bertanggung jawab atas masalah ini.”

“Ayahmu sedang sakit. Kakakmu sedang ada di penjara. Hanya kau yang bisa menolong keluarga Han.”

“Nenekmu berpesan agar kami datang menjemput.”

Di jalan Zitong, Yuncheng, Michael Han yang membawa kado dan pakaian yang dibeli dari pasar, mengernyitkan wajahnya.

“Sejak kecil, aku tidak bisa berbicara lancar dan tidak bisa menjadi kebanggaan keluarga.  Kakakku menjadi yang paling disayang dan nenek takut aku akan menggantikan posisi kakakku dan mengeluarkanku dari keluarga Han.”

“Tiga tahun tinggal di keluarga Su cukup membuat hidupku sengsara. Tidak satupun keluarga Han yang peduli. Nenek yang mengeluarkanku dari keluarga Han dan sekarang dia menginginkanku kembali. Sejak kapan aku, Michael Han jadi anjing peliharaan keluarga?”

“Aku hanya ingin hidup tenang. Jangan sekali-kali menggangguku lagi.”

Michael Han membalikkan badan dan terus berjalan menjauhi sekelompok orang yang memandangi kepergiannya sambil melirik satu sama lain.

Keluarga Su adalah keluarga menengah yang terpandang di Yuncheng. Tiga tahun yang lalu, Michael Han, yang hidup sebagai orang buangan, menjadi tunangan dari salah satu keluarga Su. Pada saat pernikahan terjadi, juga mengejutkan banyak pihak di Yuncheng. Bella Su menikah dengan orang tak dikenal dan menjadi gosip paling marak di kota.

Hanya kepala keluarga Su yang mengetahui identitas asli Michael Han. Namun setelah dua bulan pernikahan, kepala keluarga Su meninggal dunia. Sejak itu tidak ada yang mengetahui identitas asli Michael Han dan dirinya menjadi menantu yang tidak berguna.

Selama tiga tahun, Michael dicibir dan diperlakukan dengan dingin. Tapi dibandingkan dengan keluarga Han yang mengeluarkannya dari daftar keluarga, perlakuan keluarga Su masih lebih baik.

Dia menyadari itu dan akhirnya terbiasa dengan perlakuan tersebut.

Hari ini adalah hari ulang tahun nenek keluarga Su. Michael dengan hati-hati memilih kado; tidak terlalu mahal tapi cukup untuk tidak diejek oleh semua orang. Bagaimanapun, tidak ada yang lagi yang bisa Michael lakukan. Ini adalah hal terbaik yang bisa dia usahakan.

Untuk kejadian penjemputan yang baru saja terjadi, Michael menanggapinya dengan tenang bahkan dirinya ingin sekali tertawa.

Saudara kandungnya memang pintar berbicara. Walaupun dirinya menjadi kebanggaan sang nenek, sebenarnya dia adalah orang yang arogan dan suka mendominasi. Kehidupan pribadinya pun tidak terlalu bagus. Cepat atau lambat, sesuatu akan terjadi padanya.

Bahkan sebenarnya, mungkin saudara kandungnya itulah yang merupakan penghancur keluarga Han.

Tapi apa hubungannya denganku? Aku hanya menantu keluarga Su yang tak berguna dan sudah dibuang dari keluarga Han.

Kembali ke kediaman keluarga Su. Sosok wanita cantik terlihat berdiri gelisah di depan pintu.

Bella Su adalah wanita menawan yang menjadi istri Michael. Dirinya sudah tidak peduli dengan apa yang orang katakan dengan pernikahannya tiga tahun lalu.

Michael berjalan ke arah istrinya dan berkata, “Bella, kamu sedang menunggu siapa?”

Bella menatap suaminya dengan bosan, “Apa kamu siap menemui nenek?”

Michael menunjukkan kadonya, “Aku siap. Butuh waktu untuk memilih kado ini.“

Bella tidak melirik sedikitpun ke kado yang dibeli suaminya. Dia tidak tahu apa yang dikhawatirkan oleh kakeknya tiga tahun lalu, ketika dia menikahi Michael.

Ironinya adalah sebelum kakeknya meninggal dan memegang erat tangan Bella , kakeknya berpesan untuk tidak memandang rendah Michael.

Tiga tahun berjalan dan Bella tetap tidak mengerti apa yang dimaksud sang kakek. Kalau bukan karena menjaga reputasi keluarga, Bella mungkin sudah bercerai dengan suaminya.

“Saat bertemu nenek, jangan ngomong yang bukan-bukan. Seluruh keluarga akan ada di sana dan pasti kamu akan dicibir dan dicemooh. Aku tidak mau kehilangan muka gara-gara ulahmu.“

Michael mengangguk dengan ekspresi tidak peduli.

Melihat ekspresi suaminya, Bella ingin rasanya mencekik lehernya. Suaminya tidak punya masa lalu yang bagus dan tidak punya keahlian apa-apa. Tapi selama tiga tahun hidup bersama, suaminya tidak pernah melakukan hal lain kecuali menyapu, mencuci baju dan memasak.

Michael mengerti dengan sikap istrinya, karena mereka menikah tanpa disertai perasaan cinta yang mendalam dan hal itu tidak adil bagi Bella. Jadi Michael sangat memaklumi sikap istrinya.

Dua orang berjalan ke dalam ruang tamu. Hampir semua pihak keluarga Su hadir di sana dan suasana sangat meriah.

“Bella, kamu datang juga.”

“Sudah tahu hari ini hari ulang tahun nenek, kenapa kamu datang terlambat.”

“Kamu menyiapkan kejutan apa untuk nenek?”

Keluarga Su menyambut hangat kedatangan Bella dan tidak memperdulikan keberadaan suaminya.

Michael yang terbiasa diacuhkan tidak keberatan dengan sikap keluarga Su. Itu lebih baik dibandingkan jika dirinya dijadikan bahan cemoohan.

Selalu saja ada pihak keluarga Su yang tidak menyukai dirinya. Contohnya Edward Su, sepupu istrinya. Setiap kali bertemu dengannya, selalu saja ada hal yang dibikin sulit dan Edward selalu merendahkan dengan kata-kata tajam. Bahkan julukan sebagai menantu yang tidak berguna diperkenalkan oleh Edward dan dia selalu menjelek-jelekkan Michael di luar rumah.

“Michael, apa yang kamu pegang itu? Kado buat nenek?” Edward tersenyum pada Michael. Sepertinya kado itu mahal tapi kenyataannya tidak.

“Ya,“ Michael mengakuinya.

Edward mencibirnya, “Apa sih isinya? Bukan barang murahan yang kamu beli di jalanan kan?”

Michael menggeleng, “Bukan, ini kubeli dari toko.”

Walaupun Michael berkata jujur, namun tetap saja perkataannya membuat orang-orang tertawa mengejek. Ekspresi wajah istrinya seketika menjadi kaku. Dia tidak menduga secepat ini suaminya sudah membuat dirinya malu.

Namun seperti biasanya, dirinya tetap diam saat suaminya dipermalukan. Suaminya adalah keluarganya juga. Tidak peduli bagaimana suaminya dipermalukan, selama dirinya tidak ikut berbicara di depan banyak orang.

“Kamu bercanda kan? Nenek berulang tahun ke 80 hari ini. Apa kamu mau bilang kalau kamu sembarangan memilih kado untuk nenek?” Edward melangkah ke meja tamu di mana banyak kado mahal bertumpukan di meja. Dilihat sekilas pun, semua orang tahu kado-kado itu tampak berharga. Dibandingkan dengan kado pilihan Michael, sudah seperti langit dan bumi.

“Coba lihat apa yang aku beri ke nenek. Coba tebak berapa harga teh ini? Delapan ratus delapan puluh ribu yuan harganya,” Edward membanggakan kadonya.

“Haha, iya bagus,” Michael melirik istrinya. Istrinya sudah memperingatkan dirinya untuk tidak banyak bicara seperti diibaratkan diam adalah emas.

Edward ingin menunjukan kehebatan dirinya di depan keluarga. Dia pun lanjut berkata “Kamu pasti tahu kan, ampas dari teh ini saja pasti lebih mahal dari kadomu.”

Michael hanya tertawa. Dirinya tidak mengucapkan sepatah katapun. Situasi di ruangan itu pekat dengan ejekan padanya.

Walaupun Bella bertekad tidak mencampuri urusan suaminya, suka tidak suka Michael adalah suaminya dan masih memegang akte pernikahan mereka. Walaupun selama tiga tahun pernikahan mereka, Bella tidak pernah mengizinkan suaminya menyentuhnya dan mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri. Tapi kali ini suaminya diperlakukan dengan sangat memalukan dan dia tidak dapat membiarkannya.

“Sudahlah, Edward. Itu kan uangmu. Terserah mau dibelikan kado apa buat nenek. Tidak perlu terlalu pamer begitu,” ujar Bella dengan ekspresi tidak senang.

Michael menatap istrinya dengan tidak percaya. Untuk pertama kalinya selama tiga tahun, baru kali ini istrinya membelanya.

“Pamer? Bella, kamu keliru. Kenapa aku harus pamer di depan sampah seperti dia? Kupikir suamimu itu tidak menganggap ulang tahun nenek sebagai hal yang istimewa. Sudah tidak punya perhatian, tidak punya uang juga untuk membeli kado. Kamu tahu tidak sih bagaimana menolong suamimu? Atau kamu juga sama saja, tidak menganggap hari ini sebagai hari istimewa?” Edward berkata dengan nada mengejek.

“Kamu….” muka Bella merah menahan marah mendengar dirinya diremehkan. Dalam hati dia membenarkan karena keluarganya adalah keluarga paling tidak mampu di keluarga Su. Sudah pasti tidak sanggup untuk membeli kado yang mahal.

Seketika suaminya melangkah ke arah Edward, mengambil kadonya dan mengendusnya.

“Apa yang kamu lakukan? Itu kado berharga buat nenek!” ujar Edward marah.

Michael mengerutkan dahinya lalu berkata, “Biasanya, semakin lama teh ini beredar di pasaran, baunya akan semakin harum dan harganya akan semakin mahal. Tapi sayangnya banyak penjual yang akhirnya mempermainkan harga dan menjualnya dengan harga yang sangat mahal.

“Teh ini ada dua jenis, yang mentah dan yang sudah dimasak. Teh yang ada di tanganmu ini warnanya kehijauan dan gelap, yang biasanya adalah ciri-ciri dari teh mentah. Biasanya sih teh mentah rasanya kurang enak dibanding teh yang sudah dimasak. Ditambah lagi teh mentah rata-rata punya kafein yang akan menyebabkan sakit perut dan gangguan pencernaan. Butuh waktu lama untuk teh mentah bisa diminum. Semakin lama umur teh itu semakin berkurang kafeinnya.

“Tapi teh hadiahmu ini, sepertinya karbitan, dibuat seolah-olah sudah lama diproduksi. Hati hati, bisa jadi setelah meminumnya, justru akan menimbulkan penyakit.’’

“Aku memang sampah tapi rasanya kamu juga tidak lebih baik. Kamu sengaja memberikan kado yang akan bikin kesehatan nenek terganggu. Sepertinya kamu lebih hina dari aku.“

Michael menunjuk pada Edward dan suasana di ruangan itu menjadi hening seketika.

Komen (12)
goodnovel comment avatar
KokoSan
lumayaaaan
goodnovel comment avatar
Al Nur
judul nya beda.. isinya sama.. nama orang nya aja yg di bedain.. sampe segitunya nyari duit ya thor...
goodnovel comment avatar
alistebalsinchan
kasian Michael, direndahin
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status