Share

BAB 188

“Tidak!” Budi terlihat sangat gugup.

“Aku mau istirahat di kamar.” Budi berusaha mengalihkan perhatian Zahra.

“Mari aku bantu.”

“Tidak usah! Aku bisa sendiri!”

Budi menjalankan kursi roda menuju kamarnya. Dada pria itu bergemuruh. Ucapan Zahra menyinggung perasaannya. Dia tak mengerti kenapa dadanya terasa sepanas ini seolah ada bara api yang tengah bergejolak.

Zahra hanya bisa menatap budi dengan berjuta tanya. Entah kenapa sikapnya berubah seolah menjadi tak bersahabat.

Kenapa kelihatannya Mas Budi marah. Apa ada ucapanku yang menyinggung perasaannya. Atau ada ucapan Elang yang membuatnya kesal.

Zahra menarik napas panjang untuk melegakan perasaannya. Kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

Pada saat hendak membuka pintu keluar, terdengar suara wanita yang memanggilnya.

“Tunggu, Nak!” suara wanita yang melahirkan Budi terdengar lembut. Wanita dengan kerutan yang mulai terlihat pada wajahnya menyunggingkan senyum kepada wanita yang urung menjadi menantunya.

“Ada apa, Bu?” Zahr
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Umi Haina Umi Haina
huh knp jdi begini thooor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status