author-banner
Anita Prolina
Author

Novels by Anita Prolina

Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku

Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku

Rumah tangga utuh adalah impian semua orang. Berumah tangga bahagia juga menjadi impian banyak orang. Tapi, bagaimana jika rumah tangga masih dibayang-bayangi orang tua yang selalu ikut campur rumah tangga anaknya? Ya, itu yang dirasakan Nayra. Wanita cantik yang sudah berumur 26 tahun. Menikah dengan Albi, laki-laki yang sangat dia cintai. Awal mula kehancuran rumah tangga ketika Nayra belum juga hamil. Ibu mertua yang tak lain adalah ibu Albi justru meminta Albi untuk menikah lagi. Albi yang masih sangat patuh pada ibunya membuat Nayra tidak nyaman. Apakah Albi akan menuruti apa yang diminta ibunya untuk menikah lagi? Yuk ikuti cerita selengkapnya.
Read
Chapter: Bab 48
“Nay, kamu baik-baik saja?” tanya Arkan yang sudah berada di belakang Nayra. “Aku baik-baik saja, Bang.” “Maaf, nona. Saya benar-benar tidak sengaja,” ucap pelayan itu dengan terlihat ketakutan. “Tidak apa-apa, Mbak. Tadi saya juga salah karena menghalangi jalan,” Nayra membersihkan bajunya yang basah karena tersiram air. Arkan membuka jaketnya dan memakaikan pada Nayra. “Pakai ini saja, baju kamu putih dan tembus pandang begitu.” “Terima kasih, Bang.” Arkan menggandeng tangan Nayra supaya masuk dan duduk kembali. Nayra merasa tidak nyaman dengan baju yang dia pakai, Arkan yang mengerti langsung menghubungi asisten pribadinya dan meminta dibelikan pakaian ganti untuk Nayra. Arkan minta Nayra makan dulu, tak lama asisten pribadi Arkan datang sambil tersenyum karena para sahabatnya sedang berkumpul. “Gas, apakah Bosmu ini kejam? Kita sedang berkumpul tapi kamu malah disuruh kerja, astaga.” ledek Ardian pada Bagas, asisten sekaligus sahabat mereka juga. “Kalau Bagas ikut berkumpu
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Bab 47
“Arrgh, kenapa bisa seperti ini?” teriak Albi sambil membanting berkas-berkas yang ada di meja kerjanya. “Mas, langkah apa yang akan kita ambil ke depannya?” tanya Rafael yang saat itu ada di ruangan Albi. “Kita harus mencari investor baru lagi. Tidak ada banyak waktu, jika dibiarkan begini, perusahaan yang dibesarkan oleh ayah akan bangkrut.” “Jangan sampai itu terjadi, Mas.” Rafael merasa takut, dia yang biasanya hidup enak tidak mungkin mau merasakan apa itu kesusahan. “Bagaimana dengan suami mbak Kartika, Mas?” “Iya, kita bicarakan ini ketika mereka datang nanti. Sekarang pergilah, Mas ingin sendiri dulu dan ingin istirahat. Kepala Mas rasanya mau pecah, ujian terus silih berganti.” Albi memijat pelipisnya dengan pelan. “Baiklah, Mas. Jangan sampai melupakan kesehatan, ingat di rumah ada baby Bima yang menunggu.” “Ya, aku tidak lupa. Pergilah!” Rafael meninggalkan ruangan sang kakak, dia ikut berpikir siapa yang harus didatangi dan minta tolong pada siapa. Tiba-tiba dia ter
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Bab 46
“Apakah kamu sudah lega?” tanya Fitri pada Nayra ketika mereka sudah kembali ke rumah. “Iya, Tante. Terima kasih banyak, berkat Tante, om Wisnu dan Abang semua jadi berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apa-apa.” “Itu sudah menjadi tugas Tante. Disini Tante adalah pengganti orang tua kamu, Nay. Apapun yang terjadi sama kamu, maka Tante yang bertanggung jawab.” “Mulai Minggu besok aku mau ambil alih butik milik Mama, aku juga udah bicara sama Tante Tika dan dia senang mendengarnya.” Kata Nayra sambil menatap Fitri. “Tante gimana kamu aja, Nay. Tapi kalau kamu belum benar-benar siap, kamu bisa nunggu sampai siap. Jangan pikirkan biaya hidup atau segala macam, kami masih sangat mampu untuk membiayai kamu. Disini kamu adalah anak Tante,” jawab Fitri yang merasa kasihan pada keponakannya itu. “Aku sudah sangat baik, Tante. Jadi aku mau menyibukan diri, aku gak mau terus menerus diam dan akhirnya kembali memikirkan apa yang sudah terjadi. Tidak munafik, Nayra sangat sedih dengan
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 45
Albi pulang lebih dulu ke rumah yang biasa dia tempati bersama dengan Nayra. Rumah itu adalah rumah impian keduanya dulu, mereka yang membangun rumah itu secara bersama dan menata semua sesuai keinginan Nayra. Namun sekarang rumah itu seperti tidak ada nyawa, sepi dan sunyi. Albi yang baru ditinggal beberapa Minggu sudah merasa hampa. “Nay, aku merindukan kamu. Aku rindu masakanmu, aku rindu sambutan kamu ketika aku baru pulang, rindu cerewet kamu dan keluh kesah kamu. Maaf karena sudah mengecewakan kamu, maaf karena sudah membuat kamu terluka. Aku salah, aku mengaku salah. Izinkan aku memperbaiki semuanya, aku ingin kembali dan bahagia denganmu lagi, Nay.” Albi memeluk pakaian Nayra yang masih ada di rumah itu. Parfum sang istri masih tercium olehnya. Albi sangat menyesal, namun dia juga sadar jika sesalnya tiada guna. Dia hanya bisa berdoa semoga Nayra bisa memberinya kesempatan kedua. “Tuan, ada surat.” Art yang berada di rumah Albi mengetuk pintu. Albi berjalan dan membuka pin
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 44
“Aku …,” “Mas Albi,” panggil Aninda dari belakang. “Dokter mencari kamu, Mas. Katanya ada sesuatu yang akan disampaikan mengenai kondisi bayi kalian.” imbuh Aninda tanpa menatap Nayra sama sekali. “Baiklah,” Albi menatap Nayra kembali. “Aku akan menemuimu nanti di rumah Tante Fitri, sekarang aku masuk dulu setelah selesai berbicara dengan dokter aku akan bicara dengan kamu, Nay.” “Pergilah!” jawab Nayra. Albi pergi namun tidak dengan Aninda. Wanita itu justru masih terdiam di hadapan Nayara sambil tersenyum puas. Entah apa yang Aninda rencanakan sekarang, yang jelas ketidak sukaan Aninda sangat terlihat oleh Nayra. Nayra tidak peduli, toh dia sebentar lagi akan menggugat cerai Albi dan tidak akan ada hubungan apa-apa lagi dengan keluarga Albi. “Apa kabar, Mbak?” tanya Aninda. “Seperti yang kamu lihat,” jawab Nayra. “Aku melihat Mbak tidak baik-baik saja.” “Kenapa aku harus tidak baik-baik saja?” tanya Nayra sambil terlihat tenang. “Mbak sakit dan masuk rumah sakit, kemarin ak
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 43
“Tarik semua saham yang kita tanam di perusahaan Albi!” pinta Arkan pada asisten pribadinya.“Baik, tapi ada apa?” tanya asisten pribadi Arkan yang memang satu usia dengannya dan ternyata sahabatan itu. “Aku tidak mau menanam saham lagi di perusahaan itu. Dia menyakiti orang-orang terdekat ku, maka dia tidak boleh kita bantu. Putuskan juga kerjasama dengan perusahaan kita, aku tidak mau ada hubungan lagi dengan perusahaannya.” “Nayra?” “Ya, dia sudah berani melukai Nayra. Aku sudah percayakan padanya untuk menjaga dan melindungi Nayra, namun dia malah bertingkah dan menyakiti Nayra. Tidak ada toleransi lagi, aku ingin kamu mengurus semuanya dan bereskan dengan cepat!” tegas Arkan. “Jika perusahaanmu sudah menarik saham dan memutuskan kerjasama, aku pastikan semua yang ikut menanam saham pada perusahaan itu juga akan menarik saham mereka. Apakah tidak apa?” “Aku tidak peduli, lagian sekarang Nayra tidak akan mendapatkan uang dari dia lagi. Jadi aku tidak peduli jika dia bangkrut s
Last Updated: 2026-04-24
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status