เข้าสู่ระบบRumah tangga utuh adalah impian semua orang. Berumah tangga bahagia juga menjadi impian banyak orang. Tapi, bagaimana jika rumah tangga masih dibayang-bayangi orang tua yang selalu ikut campur rumah tangga anaknya? Ya, itu yang dirasakan Nayra. Wanita cantik yang sudah berumur 26 tahun. Menikah dengan Albi, laki-laki yang sangat dia cintai. Awal mula kehancuran rumah tangga ketika Nayra belum juga hamil. Ibu mertua yang tak lain adalah ibu Albi justru meminta Albi untuk menikah lagi. Albi yang masih sangat patuh pada ibunya membuat Nayra tidak nyaman. Apakah Albi akan menuruti apa yang diminta ibunya untuk menikah lagi? Yuk ikuti cerita selengkapnya.
ดูเพิ่มเติม“Apakah kamu sudah lega?” tanya Fitri pada Nayra ketika mereka sudah kembali ke rumah. “Iya, Tante. Terima kasih banyak, berkat Tante, om Wisnu dan Abang semua jadi berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apa-apa.” “Itu sudah menjadi tugas Tante. Disini Tante adalah pengganti orang tua kamu, Nay. Apapun yang terjadi sama kamu, maka Tante yang bertanggung jawab.” “Mulai Minggu besok aku mau ambil alih butik milik Mama, aku juga udah bicara sama Tante Tika dan dia senang mendengarnya.” Kata Nayra sambil menatap Fitri. “Tante gimana kamu aja, Nay. Tapi kalau kamu belum benar-benar siap, kamu bisa nunggu sampai siap. Jangan pikirkan biaya hidup atau segala macam, kami masih sangat mampu untuk membiayai kamu. Disini kamu adalah anak Tante,” jawab Fitri yang merasa kasihan pada keponakannya itu. “Aku sudah sangat baik, Tante. Jadi aku mau menyibukan diri, aku gak mau terus menerus diam dan akhirnya kembali memikirkan apa yang sudah terjadi. Tidak munafik, Nayra sangat sedih dengan
Albi pulang lebih dulu ke rumah yang biasa dia tempati bersama dengan Nayra. Rumah itu adalah rumah impian keduanya dulu, mereka yang membangun rumah itu secara bersama dan menata semua sesuai keinginan Nayra. Namun sekarang rumah itu seperti tidak ada nyawa, sepi dan sunyi. Albi yang baru ditinggal beberapa Minggu sudah merasa hampa. “Nay, aku merindukan kamu. Aku rindu masakanmu, aku rindu sambutan kamu ketika aku baru pulang, rindu cerewet kamu dan keluh kesah kamu. Maaf karena sudah mengecewakan kamu, maaf karena sudah membuat kamu terluka. Aku salah, aku mengaku salah. Izinkan aku memperbaiki semuanya, aku ingin kembali dan bahagia denganmu lagi, Nay.” Albi memeluk pakaian Nayra yang masih ada di rumah itu. Parfum sang istri masih tercium olehnya. Albi sangat menyesal, namun dia juga sadar jika sesalnya tiada guna. Dia hanya bisa berdoa semoga Nayra bisa memberinya kesempatan kedua. “Tuan, ada surat.” Art yang berada di rumah Albi mengetuk pintu. Albi berjalan dan membuka pin
“Aku …,” “Mas Albi,” panggil Aninda dari belakang. “Dokter mencari kamu, Mas. Katanya ada sesuatu yang akan disampaikan mengenai kondisi bayi kalian.” imbuh Aninda tanpa menatap Nayra sama sekali. “Baiklah,” Albi menatap Nayra kembali. “Aku akan menemuimu nanti di rumah Tante Fitri, sekarang aku masuk dulu setelah selesai berbicara dengan dokter aku akan bicara dengan kamu, Nay.” “Pergilah!” jawab Nayra. Albi pergi namun tidak dengan Aninda. Wanita itu justru masih terdiam di hadapan Nayara sambil tersenyum puas. Entah apa yang Aninda rencanakan sekarang, yang jelas ketidak sukaan Aninda sangat terlihat oleh Nayra. Nayra tidak peduli, toh dia sebentar lagi akan menggugat cerai Albi dan tidak akan ada hubungan apa-apa lagi dengan keluarga Albi. “Apa kabar, Mbak?” tanya Aninda. “Seperti yang kamu lihat,” jawab Nayra. “Aku melihat Mbak tidak baik-baik saja.” “Kenapa aku harus tidak baik-baik saja?” tanya Nayra sambil terlihat tenang. “Mbak sakit dan masuk rumah sakit, kemarin ak
“Tarik semua saham yang kita tanam di perusahaan Albi!” pinta Arkan pada asisten pribadinya.“Baik, tapi ada apa?” tanya asisten pribadi Arkan yang memang satu usia dengannya dan ternyata sahabatan itu. “Aku tidak mau menanam saham lagi di perusahaan itu. Dia menyakiti orang-orang terdekat ku, maka dia tidak boleh kita bantu. Putuskan juga kerjasama dengan perusahaan kita, aku tidak mau ada hubungan lagi dengan perusahaannya.” “Nayra?” “Ya, dia sudah berani melukai Nayra. Aku sudah percayakan padanya untuk menjaga dan melindungi Nayra, namun dia malah bertingkah dan menyakiti Nayra. Tidak ada toleransi lagi, aku ingin kamu mengurus semuanya dan bereskan dengan cepat!” tegas Arkan. “Jika perusahaanmu sudah menarik saham dan memutuskan kerjasama, aku pastikan semua yang ikut menanam saham pada perusahaan itu juga akan menarik saham mereka. Apakah tidak apa?” “Aku tidak peduli, lagian sekarang Nayra tidak akan mendapatkan uang dari dia lagi. Jadi aku tidak peduli jika dia bangkrut s
Albi masuk lebih dulu ke kamarnya. Dia segera berganti baju dan merebahkan tubuhnya di ranjang. menyelimuti tubuhnya sampai dada, dia sengaja supaya tidak ada kesempatan untuk Kharisma bisa menyentuhnya. Albi tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali. Dia merasa bersalah dan san
Di kamar, Albi dan Nayra sedang mengobrol sambil sesekali melontarkan candaan. Mereka tertawa sampai terdengar keluar. Albi yang sekarang sedikit humoris membuat Nayra tak berhenti tertawa. Albi yang melihat itu merasa senang, setidaknya untuk saat ini dia ingin melihat istrinya terus tertawa. S
"Mas, tadi Aninda ada hubungi aku." "Tumben, ada apa?" tanya Albi yang merasa aneh. Pasalnya adik iparnya itu jarang sekali menghubungi istrinya. "Katanya ibu nyuruh kita untuk datang makan siang. Mau kesana, gak?" Albi menatap istrinya dengan lekat. "Apa kamu mau datang?" Nayra berpiki
Nayra masih curiga dengan sikap suaminya yang terasa janggal. Suaminya seperti menyembunyikan sesuatu, namun dia tidak ingin terlalu menunjukan rasa ingin tahunya. Terlihat jika Albi sedang kecapean, sekarang dia tertidur dengan memeluk tubuh istrinya. Jawaban atas apa yang tadi Nayra tanyakan s
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.