author-banner
Dang Aldo
Dang Aldo
Author

Novels by Dang Aldo

Calon Ibu Tiri Spesialku

Calon Ibu Tiri Spesialku

Ayahku baru saja memperkenalkan calon ibu tiri baru untukku, Tante Sarah, yang ternyata adalah janda anak satu. Tapi, aku tidak pernah menyangka jika Kiara, anak Tante Sarah, ternyata adalah seseorang yang membuatku hampir mati. Sekarang, aku tidak akan diam, aku akan membalas perbuatan Kiara dengan manis, tanpa kekerasan, tapi kujamin akan sangat 'memabukkan'.
Read
Chapter: Bab 06
Beberapa hari berlalu, Tante Sarah jadi lebih sering datang ke rumah. Tentu saja, itu semua aku manfaatkan untuk menjalin kedekatan dengannya. Sekaligus mencari letak lemah wanita itu.Hari ini, hujan datang sejak pagi. Papaku baru akan kembali dari kantor di malam hari. Jadi, seharian aku seorang diri.Namun, sore itu aku tidak menyangka jika orang yang seharusnya mulai menjaga jarak denganku, justru datang. Bel rumah berbunyi dan saat aku membukanya, Tante Sarah sudah berdiri di sana.“Eh, Tante Sarah. Kok gak kasih tahu dulu mau ke sini?” tanyaku basa-basi, tapi mataku tidak bisa lepas dari tubuhnya yang basah kuyup.Blouse putih gading yang dipakainya nyaris transparan karena tubuhnya yang basah setelah berlari dari mobil ke pintu rumah. Rok span hitam basah yang dipakainya berhasil mencetak jelas garis pakaian dalamnya.Rambut panjangnya yang biasanya ditata rapi, sekarang terlihat lepek dan agak acak-acakan. Tapi, itu justru membuatnya tampak semakin seksi.“Iya, Tante habis dar
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 05
"M... maksudku, aku lahir tahun dua ribu," koreksiku cepat.Lidahku hampir saja kelu. Jantungku berdegup kencang, seolah-olah angka itu adalah kode rahasia yang bisa membongkar penyamaranku."Oh, ya? Sama, dong, dengan Rara!" Tante Sarah menyahut antusias.Matanya berbinar, kontras sekali dengan suasana hatiku yang mendadak mendung. Dada besarnya sedikit membusung saat ia tertawa, membuat gaun merah itu semakin ketat menjiplak bentuk tubuhnya."Bulan apa, Radit? Kalau Rara bulan April.""Bulan Juli, Tante," jawabku lirih. Suaraku nyaris tertelan denting sendok dan garpu di restoran mewah ini.Tentu saja aku tahu. Tujuh April tahun dua ribu. Tanggal keramat yang dulu harus kuhafal di luar kepala karena aku wajib membelikannya kado mahal dengan uang jajanku yang pas-pasan. Kalau tidak, kepalaku akan berakhir di dalam lubang toilet sekolah yang bau."Berarti aku yang jadi kakak, ya!" Kia menyenggol bahuku pelan. Dia terkekeh, sebuah candaan ringan yang seharusnya mencairkan suasana.Deg.
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 04
Bab 4“Dit, kamu kenapa?”Pertanyaan papaku membuyarkan lamunanku. Aku tersentak, menatapnya dengan wajah bingung yang sulit disembunyikan.“Hah? Nggak, Pa,” jawabku cepat sambil menggeleng.Aku melirik layar ponsel sekali lagi. Perempuan itu masih sibuk dengan dunianya, seolah tidak peduli dengan percakapan di sekitarnya. Tapi garis wajah, sorot mata, hingga lekuk tubuhnya... ingatanku berteriak kencang.Aku sangat yakin itu Kia.Tapi bagaimana mungkin?Setahuku Kia tinggal di Malang dengan orang tuanya. Aku ingat pernah melihat ibunya saat pembagian rapor, dan wanita itu jelas bukan Tante Sarah yang modis ini.“Oh iya, karena papa udah booking semua persiapan pernikahan, jadi acara bisa dipercepat tiga minggu lagi,” lanjut papaku santai.Sontak aku menoleh kaget. Sendok yang kupegang terlepas dan berdenting keras di atas piring. Tanganku mendadak lemas tak bertenaga.“Pa…”Papaku menepuk bahuku, sementara Tante Sarah di layar tersenyum lebar.“Papa tahu ini mendadak, tapi akhir bula
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 03
Atasan putih ketat membalut dada besarnya yang naik-turun pelan karena napas yang memburu, garis bra renda samar terlihat menjiplak di balik kain yang tipis.Rok pensil hitam memeluk pinggul lebar dan pinggang rampingnya dengan sempurna, sementara kaki panjangnya terbungkus stoking hitam transparan yang menggoda. Rambutnya terurai sedikit acak, menambah kesan liar, tapi aura matangnya langsung menyergap indra penciumanku.Aku terbelalak bingung dan kaget. Kenapa dia ada di parkiran sepi ini?“Tante …”Matanya melebar sesaat melihat kondisiku yang nyaris telanjang dan kotor, lalu sorot matanya langsung berubah tegas. Tanpa bicara, dia berlutut di depanku. Sebuah pisau lipat kecil muncul dari tas bermereknya, memotong tali rafia yang mengikat tanganku dengan gerakan cepat dan efisien. Begitu bebas, tanpa ragu dia langsung memeluk tubuhku yang gemetar erat-erat. Blazer mahalnya dilepas dan dibungkuskan ke tubuhku untuk menutupi kulitku yang terekspos.Aroma tubuhnya yang hangat dan wang
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 02
Aku buru-buru berbalik badan dan memasukkan benda berhargaku ke dalam sangkarnya dengan gerakan serampangan. Jantungku berpacu kencang, rasa malu bercampur tegang membuat tanganku sedikit gemetar.Tante Sarah diam sejenak, lalu dengan suara pelan dan agak tersendat, berkata, “Besar juga ya, Dit…”Kalimat itu keluar hampir seperti bisik, wajahnya langsung memerah. Sekilas aku melirik, dia buru-buru menunduk, tangannya memainkan ujung baju sambil tersenyum kecil yang malu-malu. Tapi matanya sesekali mencuri pandang ke arahku, seolah penasaran, tapi tak berani lama-lama menatap.Aku terbelalak, lalu kembali memalingkan wajahku. Napasku tersendat.“Dia… malu juga ternyata? Tapi, kenapa masih aja berdiri di situ?” batin ku bergumam.Tapi entah kenapa, sikapnya yang malu-malu itu malah membuatku semakin salah tingkah. Sekali lagi aku meliriknya, berharap dia peka dan pergi. Tapi, aku malah melihat dada besarnya naik-turun cepat karena napasnya yang agak tersengal, dan gerakan kecil tangann
Last Updated: 2026-01-29
Chapter: Bab 01
“Ahh... kamu gak boleh lakuin ini, Radit…” Aku menatapnya tanpa ekspresi. Pakaiannya sudah acak-acakan, dada besarnya telah sepenuhnya terekspos, bergoyang pelan mengikuti napasnya yang memburu. Roknya tersingkap tinggi hingga ke pangkal paha, membuat celana dalamnya yang basah oleh rembesan cairan terlihat jelas. Pemandangan yang sangat indah di ranjangku malam ini. Tubuh matang itu benar-benar menantang insting liarku. “Tapi, aku gak bisa nahan lagi,” kataku datar, suara beratku terdengar dingin saat tangan mulai menurunkan resleting celana. Tante Sarah berusaha menutupi tubuhnya dengan tangan, meskipun rasanya sia-sia. Bagian kecil yang telah mengeras di balik jemarinya itu justru makin membakar gairahku. “Radit … jangan …” Aku tak mendengar ucapannya. Perlahan aku maju, mengulurkan tanganku untuk menyentuhnya. Telapak tanganku meraba paha dalamnya yang panas. Bagian itu telah sepenuhnya lembap dan basah, sehingga langsung menarik jariku masuk begitu saja ke dalam kehangatan
Last Updated: 2026-01-28
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status