Chapter: 38. Jadilah Wanita Kuat UntukkuTangannya mulai merayap naik di paha Liana, sementara bibirnya menyerang leher sang istri. Liana mendesah, tangannya meraih bahu Antonio, menariknya semakin dekat.Di atas meja kerja Antonio, dokumen-dokumen berserakan tergeser. Segelas susu hangat terancam tumpah. Tapi tak ada yang peduli. Pagi itu, hukuman dijalani dengan penuh kenikmatan—dan Hector Fuentes mungkin akan berpikir dua kali sebelum video call dengan Antonio tanpa peringatan dulu.Antonio mulai melebarkan paha Liana dengan lembut, menarik segitiga cantik itu hingga terbuka lebar di hadapannya. Matanya memandang dengan senyum smirk yang membuat Liana ingin memukulnya."Jangan diliatin, malu!" seru Liana, wajahnya merah padam. Tangannya mencoba menutup, tapi Antonio menahannya.Antonio tertawa kecil. "Astaga, sudah setiap malam kita saling lihat, kenapa malu?" godanya, matanya tetap terpaku pada pemandangan di depannya."Iya, tapi...." Liana tidak meneruskan kalimatnya. Karena tiba-tiba lidah Antonio sudah bermain di bawa
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: 37. Kamu Harus Dihukum, LianaJio mengangguk. "Kami mendapat info, Gabrielle punya koneksi di bea cukai Mexico. Dia sengaja menghadang kiriman Tuan. Ini peringatan, Tuan. Dia ingin tunjukkan kalau jaringannya luas."Antonio mendengus, tangannya mengepal. "Dia mulai bergerak cepat. Baru beberapa hari kita pulang dari Roma, dia sudah berani main-main di wilayahku.""Maaf, Tuan. Anak buah kita di Mexico sudah berusaha, tapi kewalahan menghadapi tekanan dari otoritas setempat."Antonio bangkit dari kursinya, berjalan ke jendela besar. Pikirannya bekerja cepat. La Cera bukan lawan kecil. Mereka punya jaringan di banyak negara, termasuk Amerika Latin. Melawan mereka sendirian akan berisiko, apalagi dengan Liana yang harus dilindungi.Dia meraih ponselnya dari saku jubah, menatap layar beberapa saat, lalu menekan nomor yang baru beberapa hari ini masuk daftar kontaknya.Telepon diangkat setelah dua dering."Antonio?" suara Arlion dari seberang, terdengar kaget. "Ini masih pagi, ada apa?"Antonio menarik napas. "Arlion, a
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: 36. Mau Gaya Apa Supaya Cepat Hamil?Antonio diam beberapa detik, mencerna kata-kata itu. Lalu senyumnya mengembang lebar—senyum kemenangan, senyum bahagia, senyum penuh gairah. Matanya langsung berbinar-binar, tak percaya dengan apa yang baru didengarnya."Oke! Siapa takut!" serunya penuh semangat. Tangannya merenggang erat pinggang Liana, menariknya semakin dekat. "Kamu mau gaya apa supaya cepat hamil, hm? Aku bisa semua gaya. Misionaris, doggy style, woman on top, reverse cowgirl—"Liana meletakkan jarinya di bibir Antonio, membungkamnya. "Ssst...."Dengan gerakan lambat dan penuh sengaja, Liana mulai melepaskan kancing-kancing kemeja Antonio. Satu per satu. Matanya tidak lepas dari mata Antonio, menatap dalam dengan campuran rasa malu dan hasrat.Antonio membiarkannya, napasnya mulai berat. Setiap kancing yang terbuka memperlihatkan dadanya yang bidang—dada yang selalu membuat Liana gemas.Kancing terakhir terbuka. Liana membuka lebar kemeja itu, menelanjangi dada suaminya. Jemarinya menyusuri otot-otot di sana, pela
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: 35. Buat Aku HamilLiana diam, tangannya meremas spons mandi. "Jadi... kamu mau aku berhenti kerja?"Antonio menghela napas. "Aku minta kamu berhenti bekerja, sayang. Fokus saja di rumah. Urus rumah, urus aku, dan yang paling penting, kamu aman.""Aku dokter, Antonio," sahut Liana, nadanya mulai tinggi. "Aku punya tanggung jawab. Ada pasien yang butuh aku.""Ada banyak dokter lain.""Tapi pasienku butuh aku secara spesifik! Aku sudah menangani mereka sejak lama, tahu riwayat kesehatan mereka, tahu—""Liana." Antonio memotong, suaranya dingin. "Aku tidak mau ambil risiko kehilangan kamu. La Cera tidak kenal ampun. Mereka bisa menyusup ke rumah sakit, menyamar jadi pasien, jadi perawat, jadi siapa saja.""Aku bisa hati-hati. Aku bisa—""Tidak cukup." Antonio bangkit, berdiri di hadapan Liana. "Sudah cukup aku lihat tembakan di Roma. Aku tidak mau itu terjadi di sini, di rumah sakit tempat kamu kerja. Aku tidak mau dapat telepon tengah malam yang bilang kamu diculik atau lebih parah."Liana menatapnya, mat
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: 34. Berhentilah Bekerja"Ini yang terbaik," jawab Antonio, tangannya semakin berani menjelajah. "Air hangat, kamu cantik, aku kangen. Kombinasi sempurna."Liana menggeleng gemas, tapi tubuhnya sudah mulai merespon. Sentuhan Antonio selalu punya sihir tersendiri. Apalagi setelah beberapa hari penuh tekanan, pelukan hangat suaminya terasa begitu menenangkan sekaligus membangkitkan."Kamu jahat," bisik Liana, nadanya sudah lumer."Kamu suka," balas Antonio percaya diri.Dia memutar tubuh Liana perlahan hingga mereka berhadapan. Wajah cantik itu semerah kepiting, mata sayu khas Liana saat mulai terbuai. Antonio tersenyum puas."Aku cinta kamu," bisiknya sebelum menangkap bibir Liana.Ciuman mereka dalam dan lembut, penuh rasa rindu yang tertahan. Lidah mereka bertemu dalam tarian mesra, air hangat di sekeliling mereka seolah ikut menghangatkan suasana. Tangan Antonio sibuk membelai punggung Liana yang licin, sementara Liana meraih tengkuk Antonio, menariknya semakin dekat."Aku kangen," aku Liana jujur di sela c
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: 33. Quality Time di BathupDua bawahannya saling pandang.Gabrielle berdiri lagi, berjalan mondar-mandir. "Dia titik lemah mereka. Istri Antonio, adik Arlion. Jika kita bisa menculiknya, maka Antonio dan Arlion akan kehilangan akal. Mereka akan kembali bereaksi emosional. Dan saat emosi, manusia membuat kesalahan.""Tapi Don, pengamanan di Indonesia pasti ketat. Antonio tidak akan membiarkan istrinya lengah.""Tentu saja," Gabrielle tersenyum. "Itu sebabnya kita tidak akan terburu-buru. Kita tunggu. Pelajari pola. Cari celah. Dan saat mereka lengah... kita bergerak."Pria kurus itu mencatat. "Perintah, Don?"Gabrielle kembali ke kursinya, mengambil cerutu mahal dari kotak. "Kirim mata-mata ke Indonesia. Awasi Antonio, awasi Liana. Jangan lakukan apa pun dulu. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Aku ingin tahu segalanya tentang wanita itu—kebiasaannya, tempat yang sering dikunjungi, orang-orang di sekitarnya.""Baik, Don.""Satu lagi," Gabrielle menyalakan cerutunya, menghembuskan asap perlahan. "Hubungi kontak k
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05