author-banner
dheanova
Author

Nobela ni dheanova

Tebusan Sang Don Kejam

Tebusan Sang Don Kejam

“Saya akan menanggung semua biaya rumah sakit ayahmu, tetapi dengan satu syarat, menikahlah dengan putraku" Kaera terpaksa menjual kebebasan hidupnya demi uang operasi $19.000 untuk menyembuhkan mata ayahnya. Dia tau jika semua hanya pernikahan kontrak untuk memberikan seorang penerus, dan dia harus tinggal satu atap dengan monster kejam serta kekasih simpanannya yang sangat licik. "Jika kau terus menolak, besok kau akan melihat kekasih dan semua wanita simpanan mu mati!" Ancaman dari sang ayah yang memaksa Gerald Romano, ketua mafia nomor satu yang kejam dan paling membenci pernikahan untuk menikahi seorang gadis miskin pilihan ayahnya. Bagi Gerald, wanita hanyalah pemuas hasrat, dan dia bersumpah akan membuat hidup istri barunya seperti di neraka.
Basahin
Chapter: Chapter 22
"Turunkan senjatamu, Gerald! Atau otak istrimu akan berceceran di lantai gudang!"Kaera membeku ketika moncong pistol menempel di pelipisnya. Napasnya memburu, sementara tangannya gemetar hebat.Gerald menatap pria yang menyanderanya."Berani sekali kau menyentuh istriku."Pria itu tertawa."Istrimu? Bukankah kau sendiri yang menyiksanya sampai hampir mati?"Rahang Gerald mengeras."Jangan menguji kesabaranku.""Letakkan pistolmu!"Xavier yang berlindung di balik peti mengangkat tangan, memberi isyarat kepada anak buahnya agar tidak bergerak sembarangan. Mereka kalah jumlah dan posisi mereka sedang terkepung."Tuan, jangan lakukan sesuatu yang gegabah," bisik Xavier melalui alat komunikasi.Gerald tidak menjawab. Matanya tetap tertuju kepada pria yang menodong Kaera."Siapa namamu?""Kenapa? Mau mengirim bunga ke makamku?"Gerald tersenyum tipis."Ti
Huling Na-update: 2026-11-03
Chapter: Chapter 21
"Matikan semua akses keluar dari mansion. Tidak seorang pun boleh bergerak tanpa perintahku!"Gerald melemparkan ponsel itu ke atas meja. Wajahnya mengeras setelah melihat video Hadnan. Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.Xavier segera mengambil ponsel tersebut."Saya akan lacak nomor pengirimnya.""Jangan buang waktu! Hubungi orang-orang kita di rumah sakit. Aku ingin tahu apakah Hadnan masih berada di sana.""Baik, Tuan."Gerald menoleh kepada Kaera yang berdiri beberapa langkah darinya. Perempuan itu terlihat pucat, bahkan kedua kakinya hampir tidak sanggup menopang tubuhnya."Kau sudah melihatnya?" tanya Gerald.Kaera mengangguk dengan mata berkaca-kaca."Ayahku...""Jangan mulai menangis.""Tolong selamatkan ayahku."Gerald mendekat, lalu mencengkeram dagunya."Kau pikir aku akan membiarkan orang lain membunuh seseorang yang sedang menjadi bagi
Huling Na-update: 2026-11-02
Chapter: Chapter 20
“Temukan markas Vancura. Aku ingin semua jalur keluar mereka ditutup sebelum matahari terbit.”Gerald berdiri di tengah ruang kendali mansion.Xavier berdiri di samping meja, memberikan laporan melalui tablet.“Tim pengintai menemukan dua kendaraan yang digunakan penyerang tadi malam. Keduanya terdaftar atas nama perusahaan cangkang milik Vancura.”“Lokasinya?”“Gudang kosong di kawasan Brooklyn. Tapi tempat itu mungkin hanya umpan.”Gerald menyeringai tipis. “Kalau begitu, kita kirim umpan yang lebih menarik.”Ia mengambil pistol dari meja, memeriksa magazennya, lalu memasukkannya ke balik jas.“Siapkan dua tim. Satu bergerak ke Brooklyn, satu lagi menyisir jalur pelabuhan. Jangan tembak sebelum aku memberi perintah.”Xavier mengangguk. “Anda ikut turun?”“Menurutmu aku akan duduk manis sementara bajingan itu mengirim orang ke rumahku?”“Tidak, Tuan.”“Bagus. Jangan buang waktuku.”
Huling Na-update: 2026-11-02
Chapter: Chapter 19
"Namanya Dante Vancura."Kaera menatap pria bertopeng di balik jeruji dengan napas tertahan."Aku tidak mengenalnya. Kalian salah orang."Pria itu terkekeh, lalu mengeluarkan sebuah foto dari saku jaketnya. Foto Hadnan yang sedang duduk di kursi roda rumah sakit."Kau mengenali pria ini, bukan?"Wajah Kaera langsung berubah."Apa yang kalian lakukan kepada ayahku?""Belum ada apa-apa. Tapi itu bisa berubah kalau kau tidak mengikuti perintah kami."Kaera menarik rantainya hingga berbunyi nyaring."Jangan sentuh ayahku!""Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Tuan Dante ingin kau tetap hidup. Dia punya urusan dengan suamimu.""Aku tidak peduli dengan urusan mereka!"Pria itu mendekatkan wajahnya ke jeruji."Kau sebaiknya mulai peduli. Sebab hidup ayahmu sekarang berada di tangan orang-orang yang jauh lebih berbahaya daripada Gerald Romano."Kaera menatap foto itu. Tangannya gemetar ketika
Huling Na-update: 2026-11-02
Chapter: Chapter 18
Jari Gerald masih mencengkeram dagu Kaera. Tatapan pria itu begitu dingin, seolah sedang berhadapan dengan seseorang yang pantas dibuang ke liang kubur.Kaera berusaha menepis tangannya, tetapi rantai di pergelangan kakinya membatasi gerakan."Lepaskan aku!"Gerald justru menarik rantai itu hingga tubuh Kaera terdorong mendekat."Jangan banyak tingkah, perempuan kecil. Kau sedang berada di tempat yang salah untuk mengaturku.""Aku tidak pernah meminta berada di tempat ini!""Tapi kau menikmati uang yang diberikan ayahku, bukan?" Gerald menyeringai tipis. "Operasi ayahmu, rumah sakit, semua biaya yang kau nikmati. Jangan berpura-pura menjadi korban sekarang."Kaera menatapnya tajam. "Kalau uang itu bisa membuatmu merasa berhak menyiksa orang lain, simpan saja. Aku tidak sudi menganggapnya sebagai utang."Gerald tertawa pendek. Tidak ada kehangatan sedikit pun di sana."Mulutmu masih tajam rupanya. Padahal tubuhmu bahkan tidak sanggup berdiri.""Setidaknya aku masih punya harga diri. Sesu
Huling Na-update: 2026-11-02
Chapter: Chapter 17
"Minumlah, Nona Kaera," bisik Xavier dengan lembut, membantu Kaera menegakkan tubuhnya yang lemah.Kaera meneguk air itu dengan lahap, tenggorokannya yang seperti terbakar perlahan-lahan terasa sejuk. Napasnya masih memburu, tetapi secercah harapan mulai hidup kembali di matanya yang sayu."Terima kasih, Tuan Xavier..." suara Kaera terdengar serak, hampir seperti bisikan pelan. "Bagaimana... bagaimana keadaan Ayahku?"Xavier menghela napas berat, duduk bersimpuh di samping jeruji besi. "Kabar baik, Nona. Kondisi Ayah Anda hari ini mulai membaik. Dokter menanganinya dengan baik." Jawab Xavier. Air mata Kaera menetes membasahi pipinya. Senyum tipis terukir di bibirnya yang pucat. "Syukurlah...tidak sia-sia pengorbanan ku ini jika Ayahku mulai membaik, aku tidak tau kapan bisa melihatnya lagi." "Jangan bicara begitu, Nona. Anda harus bertahan," Ujar Xavier mencoba meyakinkan Kaera. “Tuan Handan masih menunggu kepulangan Anda, Nona." Kaera menunduk, meremas kain bajunya yang kotor. Hat
Huling Na-update: 2026-08-10
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status