author-banner
Lituhayu92
Lituhayu92
Author

Novelas de Lituhayu92

Terjebak Dalam Tubuh Raja Tiran : Menjadi Penyelamat Manusia

Terjebak Dalam Tubuh Raja Tiran : Menjadi Penyelamat Manusia

Terbangun sebagai Raja Reko sang pembantai lalim, Agus menolak menjadi iblis dan memilih mempertaruhkan nyawanya demi melindungi rakyat serta selir-selir yang hampir mati kelaparan. Namun di istana bernuansa emas ini, kebaikan adalah dosa yang paling mematikan yang mengundang pengkhianatan dari orang-orang kepercayaan. "Kalian membiarkan mereka membusuk dalam penderitaan, lalu menyebutku tiran saat aku mencoba menghentikan ?!" Sanggupkah Agus meruntuhkan dominasi Permaisuri yang licik sebelum racun dan konspirasi takhta membunuh untuk kedua kalinya?
Leer
Chapter: Konspirasi Di Balik Istana
Bisikan di dalam kereta kuda yang melaju kencang itu menghantam kesadaran Permaisuri bak petir di siang bolong. Manisnya aroma kerinduan seketika menguap, berganti menjadi sensasi dingin yang menyergap dada. Kalimat pendek dari mulut pria bertopeng yang kini mendekapnya erat seolah meruntuhkan dinding istana yang selama ini menopangnya."Sayangku, apa maksudmu?" tanya Permaisuri, suaranya gemetar menahan getaran kepanikan yang tiba-tiba menguasai diri.Pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga Permaisuri, membisikkan sebuah rahasia besar yang sengaja dirancang untuk mengguncang fondasi kerajaan. Mata Permaisuri melebar, pupilnya bergetar hebat. Ia menatap wajah kekasihnya seolah tak percaya pada apa yang baru saja ia dengar—sebuah pengakuan sekaligus intrik mematikan yang melibatkan nyawa Sang Raja dan takhta yang kini tak berpenghuni.Sementara itu, ketegangan melingkupi Balai Pengobatan Istana. Suasana mencekam menyelimuti ruangan bernuansa kayu tersebut. Pemangku istana berjalan mon
Última actualización: 2026-08-26
Chapter: Darah di atas Singgasana
Rasa dingin yang membekukan darah mendadak menjalar ke seluruh tubuh Agus. Di tengah ruangan yang hening, pengawal istana mematung dengan cambuk masih melayang di udara. Tatapannya ragu, bergantian menatap Agus dan Permaisuri.Permaisuri berdiri tegak di depan saudaranya dengan dagu terangkat. Senyum tipis nan licik terkembang di bibir indahnya ketika melihat sang pengawal tak berkutik. Selama bertahun-tahun, cengkeraman pengaruh keluarganya telah mengakar hingga ke sumsum tulang para prajurit. Bagi mereka, membangkang perintah Permaisuri sama saja dengan menjemput maut."Pengawal! Kenapa kau tidak mematuhi perintahku?!" bentak Agus, dadanya bergemuruh menahan amarah yang meluap.Pengawal itu seketika menjatuhkan diri, berlutut gemetar di atas marmer. "A-ampun, Paduka Raja! Hamba... hamba bingung harus mematuhi perintah siapa. Paduka atau Yang Mulia Permaisuri..."Kata-kata itu merobek harga diri Agus bagai sembilu. Di atas kertas ia adalah penguasa tertinggi, namun kekuasaannya diger
Última actualización: 2026-08-26
Chapter: Perang Dingin Istana
Pukulan bertubi-tubi di dada Permaisuri terasa makin menyesakkan. Hentakan kakinya yang keras menggema di sepanjang koridor menuju Kediaman Keuangan Istana. Langkahnya begitu cepat, hingga tusuk konde berhias batu permata yang menyanggul rambut indahnya terlepas dan jatuh membentur marmer. Namun, ia tak memperdulikannya. Di dalam benaknya, hanya ada satu misi: menyelamatkan saudara kandungnya dari murka Raja.Begitu melintasi ambang pintu, mata Permaisuri menangkap pemandangan yang membuat dadanya bergemuruh. Saudaranya sang Kepala Keuangan sedang berlutut pasrah di hadapan Agus, menatapnya dengan pandangan memohon belas kasihan.Tanpa ragu, Permaisuri melangkah cepat, mengabaikan ujung gaun mewahnya yang menyapu lantai. Ia memegang kedua pundak saudaranya, mencoba mengangkat tubuh itu berdiri."Siapa yang memintamu berdiri?!"Suara berat Agus memotong udara seperti tebasan pedang. Permaisuri membeku. Pertanyaan itu bukan sekadar teuran, melainkan tamparan keras yang meruntuhkan harga
Última actualización: 2026-08-26
Chapter: Konfrontasi Dua Mahkota
Mata sang Permaisuri membeku. Jemari lentiknya yang hendak memetik sekuntum bunga mawar merah mendadak berhenti di udara. Berita yang baru saja diantarkan oleh staf keuangan yang merayap ketakutan di kakinya bukan sekadar gangguan kecil—ini adalah deklarasi perang terbuka dari sang Raja. Aroma mawar yang lembut di taman istana seketika menguap, berganti aura tegang yang mencekam. Para dayang yang mengiringi Permaisuri merapat ketakutan, menahan napas menyaksikan raut pualam junjungan mereka perlahan berubah menjadi topeng kemarahan yang amat pekat. "Mengobrak-abrik?" bisik Permaisuri, suaranya tenang namun begitu dingin menembus tulang. "Paduka Raja berani menyentuh Wilayah Keuangan Istana... tanpa izin dariku?" "B-benar, Yang Mulia Permaisuri!" jawab staf itu dengan suara gemetar hebat, dahinya menempel rapat di atas tanah. "Beliau menampar Kepala Keuangan, menyita seluruh berkas pembukuan, dan hendak menyeret semuanya ke Pusat Hukum!" Di saat yang sama, di dalam kediaman keuanga
Última actualización: 2026-08-26
Chapter: Bayangan di Balik Tirai Istana
Tuduhan licik yang meluncur santai dari bibir sang Permaisuri menghantam Agus bagai pukulan telak. Ia tertegun, tatapannya membeku pada wajah wanita di hadapannya. Bagaimana mungkin seorang wanita yang dianugerahi paras secantik bidadari memiliki jalan pikiran serendah dan sesadis ini? Permaisuri tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Mata indahnya yang tajam menatap menusuk, berusaha menembus ketenangan Agus untuk mencari retakan niat terselubung yang mungkin disembunyikan sang Raja. "Permaisuri, aku tidak serendah itu!" potong Agus, suaranya bergetar menahan kegeraman. Bukannya gentar, Permaisuri justru mengukir senyum sinis. Jawaban itu terdengar begitu asing. Raja Reko yang selama ini ia kenal adalah seorang pria yang terobsesi pada wanita—pria lalim yang tak ragu menculik atau memaksa gadis-gadis jelata masuk ke istana demi memuaskan nafsu pribadinya. "Saya sangat paham tabiat Paduka yang gemar berburu wanita," ucap Permaisuri dengan nada memprovokasi, senyuman licik mak
Última actualización: 2026-08-26
Chapter: Murka Sang Permaisuri
Kabar tentang "Kebaikan Mendadak"Raja Reko menyebar seperti api menyiram minyak ke seluruh penjuru ibu kota. Rakyat gempar, namun di dalam istana megah bernuansa emas, kabar itu memicu badai yang berbeda. BRAK! "Kamu mencoba membodohiku?!" Permaisuri membanting buku sastranya ke lantai kastel hingga halamannya robek. Teh hangat yang baru saja ia sesap mendadak terasa hambar. Wanita berwajah bak pualam dengan sanggul tinggi bertatahkan permata itu menatap tajam pengawal pribadinya yang sedang berlutut. "Hamba tidak berani berbohong, Yang Mulia Permaisuri,"ucap pengawal itu dengan suara bergetar namun tegas. "Paduka Raja datang sendiri ke persidangan dan membebaskan sepuluh tawanan itu tanpa syarat." Napas Permaisuri memburu. Suaminya adalah seorang tiran yang tidak kenal kata ampun. Mengampuni pembangkang? Ini tidak masuk akal. Tanpa membuang waktu, ia membalikkan badan. Langkah kakinya begitu cepat dan penuh amarah, hingga para dayang yang mengiringinya tertinggal jauh di belakan
Última actualización: 2026-08-26
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status