author-banner
Lituhayu92
Lituhayu92
Author

Novels by Lituhayu92

Terjebak Dalam Tubuh Raja Tiran : Menjadi Penyelamat Manusia

Terjebak Dalam Tubuh Raja Tiran : Menjadi Penyelamat Manusia

Terbangun sebagai Raja Reko sang pembantai lalim, Agus menolak menjadi iblis dan memilih mempertaruhkan nyawanya demi melindungi rakyat serta selir-selir yang hampir mati kelaparan. Namun di istana bernuansa emas ini, kebaikan adalah dosa yang paling mematikan yang mengundang pengkhianatan dari orang-orang kepercayaan. "Kalian membiarkan mereka membusuk dalam penderitaan, lalu menyebutku tiran saat aku mencoba menghentikan ?!" Sanggupkah Agus meruntuhkan dominasi Permaisuri yang licik sebelum racun dan konspirasi takhta membunuh untuk kedua kalinya?
Read
Chapter: Para Selir pingsan
Nami seperti orang gila ketika mendengar suara itu. Dia menutup telinganya nurani berperang dia tidak akan mampu untuk menahan nuraninya.Dia Tau kalau dia Salah namun tuntunan Dari Permaisuri membuat dia tidak berdaya. Air mata Nami keluar begitu saja. Dia merasa sangat bersalah. Dia tahu kalau selama ini sudah menjadi bidak catur untuk para penguasa. Dia hanya orang orang kecil yang masuk ke dalam istana. Air mata membasahi pipinya, seakan-akan tau rasa sakit yang ada di dalam hati.Dia hanya manusia yang bodoh yang tidak mampu menolak keinginan Ratu. Langkah ai terasa berat ketika pergi meninggalkan tempat itu,Selir-selir berjalan ke taman, mereka menatap bunga- bunga yang bermekaran. Selir Laras berjalan dengan lambat perut membesar membuat dia sulit untuk berjalan. Para Selir membantu Selir Laras berjalan, mereka memegang tangan Selir Laras. Senyuman tergambar jelas di bibir Selir Laras. Dia menatap bunga-bunga yang bermekaran sambil mengelus perutnya. Dia berharap bayi yang
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Suara hati Nami
Kehamilan Selir Laras semakin membesar ini menjadi ancaman bagi Permaisuri, dia tidak ingin semua orang akan berpihak ke Selir Laras. Nami berjalan ke Permaisuri dengan nafas terputus-putus, dia mencoba untuk tetap tenang sambil menatap mata Permaisuri. Nami merasa badannya terasa lelah, dia tidak ingin melakukan ini lagi. Resiko terlalu besar. Permaisuri makin yakin kalau masalah ini tidak akan dia bisa atasi.“Permaisuri saya menyerah,” ucap Nami dengan suara lirih dengan bibir gemetar.Dia merasa harus jujur kalau tugas ini sangat berat tidak mungkin rasanya harus melakukan ini.Permaisuri berjalan menatap Nami dengan sort at kemarahan yang meledak. Dia tidak ingin rencana ini akan gagal. Dia tidak ingin Nami akan berontak bahkan tidak mematuhi perintahnya. Baginya sekarang masalah ini harus usai.“Kamu jangan seperti ini Nami,aku tidak ingin kamu mengacaukan hidupku,” Nami berlutut di hadapan Permaisuri rasa malu sudah sirna, dia tidak ingin terus saja menjadi kacung. Dia t
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Jawaban yang Tersirat
Permaisuri menatap Agus dengan tatapan mata kemarahan, dia tidak ingin lagi bersandiwara lagi di depan Agus. Da lelah harus pura-pura baik dihadapan Agus.Dia au kalau Agus dalaga Raja ampun Raja yang sudah menghancurkan hidup keluarganya. Dia tidak ingin menganggap pria ini menjadi suaminya. Andai langkah kakinya kuat dia ingin pergi meninggalkan Raja pergi bersama pria yang dia cintai. Dia emgembang tugas untuk mendampingi Raja, rasa sesak dan muak mengendap dalam dada andai saja Raja tahu rasa sakit ini sudah berubah menjadi rasa benci yang berkata terlalu lama di hatI. Karat di hati ini tidak mungkin sembuh begitu saja, dia tahu kalau sulit sekali melawan Agus.“Kamu begitu membenciku hingga menatapku kamu tidak sudi,” Tanya Agus.Permaisuri hanya diam namun bibirnya ini sulit untuk berkata tatapan mata menunjukkan ATI yang berbeda. “Saya hanya wanita biasa,”Ucapan Permaisuri Permaisuri sangat lirih sehingga tidak terdengar, dia hanya dapat berucaplah padahal jika ungkapan hat
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Apakah Kamu Mau Hamil Anaakku?"
Agus menatap tubuh Permaisuri dia sepertinya tahu maksud Pemangku istana. Dia melihat wajah raut Permaisuri yang terlihat kesal. Tangan mengambil kain ,dia segera meletakkan kain ke bahu Permaisuri. Sorot mata Agus terlihat tenang tanpa banyak bicara.Permaisuri heran dengan sikap Agus, dia merasa kalau Agus ini mencoba untuk menarik perhatiannya. Dia merasa lebih tenang ketika dia memakai kain untuk menutup tubuhnya.“Permaisuri, aku tahu kamu tidak menyukai ini,” Permaisuri tersenyum sinis dia tahu kalau Agus ini hanya ingin mengujinya. Dia segera minu tanpa rasa takut.“Kamu yakin kalau aku tidak suka,”ucapan Permaisuri seakan-akan menentangnya.Permaisuri meletakkan gelas.“Kenapa kamu bersikap dingin apakah mungkin kamu ingin mengancamku?” Agus membawa pedang dia tau kalau Permaisuri ini mencoba untuk membuat dia takut.Dia tidak akan takut dengan segala ancaman yang akan didapatkan. Suasana di kamar berubah tegang semua orang saling melindungi diri ada hal paya pelayan sudah
Last Updated: 2026-10-04
Chapter: Mala Pertama Permaisuri
Semua pejabat istana sangat ketakutan dengan beras berbatu, mereka tahu kalau Raja tidak akan pandang bulu dengan masalah ini. Sekarang mereka seperti orang yang tidak ada kekuatan. Permaisuri masih terlihat tenang namun dia merasa hidupnya tidak tenang. Pemangku istana membawa sebuah gulungan memberikan kepada Permaisuri.Mata Permaisuri membaca sambil melotot dia heran dia menghela nafas panjang sambil membaca gulungan itu, para pelayan datang menghampiri Permaisuri dengan berbagi baju yang mewah, Tatapan Permaisuri mengisyaratkan sesuatu yang dia tahu, dia melihat banyak sekali pelayan yang membawa bunga di sekitar mereka. Sorot mata Permaisuri melihat ke arah bunga itu namun hatinya merasa gelisah. Dia hanya menunduk sambil menggenggam tangannya. Pelayan menghampiri Permaisuri sambil membawa beberapa baju dan kain yang mewah, Bau kain sangat semerbak, wangi tercium hingga di luar ruangan. Bau mawar sangat harum hingga membuat orang bergairah.Pelayan dan Permaisuri pergi ke t
Last Updated: 2026-10-02
Chapter: Kepala Gudang Tidak Mau Mengaku
Raut wajah Perdana Menteri berubah pucat, dia hanya menatap Agus dengan penuh kecemasan sambil menahan rasa sakit. Agus melihat Perdana Menteri terlihat kesakitan.“Paduka saya sedang tidak enak badan,”Perdana Menteri itu berkata dengan lirih, Agus hanya mengangguk namun tatapan mata penuh curiga dia tahu kalau ada yang janggal dengan sikap Prada Menteri.“Kalau kamu sakit bisa minta izin untuk tidak menghadiri rapat ini,”Perdana menteri hanya menunduk dia tidak mungkin membolos rapat, pertaruhan jabatan di pertaruhkan. Agus membaca gulungan namun sort mata Masih kepada Perdana Menteri, dia mengamati gerak gerik Perdana Menteri.“Kemarin Perada Menteri pergi ke mana?” Tanya Agus sambil menatap gulungan.“Saya hanya di rumah saja Paduka,” Perdana Menteri berkata dengan lirih.Tatapan mata Agus terhenti, dia sepertinya menyadari sesuatu. Dia menutup gulungan yang diberikan pemangku istana.“Sekarang kita akan cari cara agar panen kita melimpah,”Salah satu Menteri paling Tua Tuan
Last Updated: 2026-10-01
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status