Terjebak Dalam Tubuh Raja Tiran : Menjadi Penyelamat Manusia

Terjebak Dalam Tubuh Raja Tiran : Menjadi Penyelamat Manusia

last updateÚltima actualización : 2026-08-26
Por:  Lituhayu92En curso
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
No hay suficientes calificaciones
7Capítulos
9vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Terbangun sebagai Raja Reko sang pembantai lalim, Agus menolak menjadi iblis dan memilih mempertaruhkan nyawanya demi melindungi rakyat serta selir-selir yang hampir mati kelaparan. Namun di istana bernuansa emas ini, kebaikan adalah dosa yang paling mematikan yang mengundang pengkhianatan dari orang-orang kepercayaan. "Kalian membiarkan mereka membusuk dalam penderitaan, lalu menyebutku tiran saat aku mencoba menghentikan ?!" Sanggupkah Agus meruntuhkan dominasi Permaisuri yang licik sebelum racun dan konspirasi takhta membunuh untuk kedua kalinya?

Ver más

Capítulo 1

Pengadilan Darah dan Gelang Manik-Manik

"Paduka Reko! Hukuman mati untuk sepuluh tahanan siap dilaksanakan!"

Agus tersentak. Kepalanya berdenyut hebat seperti dihantam gada besi. Ia mengerjapkan mata, berusaha mengusir rasa pening yang mendera. Namun, pemandangan di hadapannya justru membuat jantungnya mencelos.

Ia tidak lagi berada di kamar kos kekasihnya yang seorang komikus. Tidak ada lagi tumpukan kertas gambar atau komik terkutuk berwajah seram yang baru saja ia banting ke lantai karena kesal dengan karakter Rajanya yang kejam.

Kini, Agus duduk di atas singgasana emas yang dingin. Di bawahnya, puluhan orang berpakaian kuno bersujud dengan tubuh bergetar.

"Paduka... Anda sudah siuman?"bisik seorang pelayan wanita dengan suara tercekat, wajahnya pucat pasi.

Agus menegang. Paduka Reko?Nama itu... Itu adalah nama Raja tiran di dalam komik yang baru saja ia baca!

Belum sempat ia mencerna kegilaan ini, seorang pengawal berzirah besi melangkah maju, berlutut dengan pedang terhunus ke bawah. "Sepuluh tawanan yang mengkritik kepemimpinan Paduka dan Permaisuri telah dibawa ke ruang persidangan. Menunggu perintah Anda untuk dieksekusi."

Napas Agus tertahan. Kilasan ingatan dari komik itu berputar di kepalanya—Raja Reko adalah pembantai berdarah dingin. Tanpa berpikir panjang, Agus bangkit berdiri. "Bawa aku ke tempat persidangan."

Langkah kaki Agus menggema di koridor kasti yang dipenuhi ukiran klasik yang megah namun terasa mencekam. Setiap kali ia lewat, para pelayan dan prajurit langsung tiarap, membenamkan wajah mereka ke lantai seolah-olah menatap wajah Agus adalah sebuah dosa yang mencabut nyawa.

Tiba-tiba, dari arah berlawanan, seorang anak kecil berlari panik hingga menumpahkan mangkuk air di dekat kaki Agus. Seorang wanita paruh baya ibunya langsung menjerit histeris. Dengan tubuh gemetar hebat, wanita itu memeluk putrinya dan bersujud berkali-kali hingga dahinya membentur lantai.

"Ampun, Paduka! Ampun! Tolong jangan bunuh putri hamba!"ratap wanita itu, terisak hebat.

Agus tertegun. Gila, sekejam apa Raja asli di tempat ini sampai rakyatnya ketakutan setengah mati hanya karena air yang tumpah?

"Berdiri,"ujar Agus. Sadar suaranya terdengar terlalu tegas dan membentak, ia mencoba melunakkan tatapannya. "Jangan halangi jalanku. Bawa anakmu ke belakang, dia aman."

Wanita itu tertegun, seolah baru saja mendengar singa yang mendadak berbicara bahasa manusia. Dengan tergesa-gesa, ia menggendong putrinya dan mundur ke sudut paling belakang ruangan.

Agus melanjutkan langkahnya hingga tiba di kursi pengadilan. Di hadapannya, sepuluh orang dari satu keluarga dirantai dengan tubuh penuh memar dan pakaian koyak. Di sudut ruangan, seorang gadis kecil berusia sekitar lima tahun menangis tanpa suara, menatap ayahnya yang terikat.

"Pemangku istana,"panggil Agus pada pria paruh baya di sampingnya. "Apa sebenarnya kesalahan mereka?"

"Mereka... mereka telah keliru menyebarkan fitnah dan mengkritik kebijakan upeti Paduka serta Permaisuri, Penguasa Agung,"jawab pemangku istana dengan dahi berpeluh. "Silakan jatuhkan hukuman mati untuk mereka, Paduka."

Agus mengepalkan tangannya di balik jubah. Mengkritik upeti dihukum mati? Ini bukan kerajaan, ini pembantaian legal.

Agus bangkit dari duduknya. Seluruh ruangan seketika hening, menahan napas. Mereka bersiap melihat darah kembali tumpah di lantai marmer itu. Agus menatap tajam ke arah sepuluh tawanan, lalu mengalihkan pandangannya pada gadis kecil yang menangis.

"Aku adalah Raja,"suara Agus menggelegar, mantap dan penuh penekanan. "Dan hari ini, aku memaafkan kalian. Bebaskan mereka semua! Hapus semua dakwaan!"

Hening.

Satu detik. Dua detik.

Hingga kemudian, tangis haru pecah. Sepuluh tawanan itu bersujud sambil menangis histeris, tidak percaya mukjizat baru saja terjadi. Sorak-sorai pelan yang awalnya ragu, perlahan menjelma menjadi gemuruh kebahagiaan di ruang sidang.

Para pengawal saling pandang dengan tatapan bingung. Apakah Raja sedang sakit jiwa?pikir mereka.

Saat Agus berbalik untuk meninggalkan ruangan, sebuah tarikan lembut di ujung jubahnya membuat ia menoleh. Gadis kecil yang tadi menangis kini berdiri di hadapannya. Dengan tangan mungil yang gemetar namun penuh ketulusan, ia menyodorkan sebuah gelang manik-manik murahan.

Agus berlutut, menyamakan tingginya dengan sang bocah. Ia menerima gelang itu dengan tenggorokan seolah tercekat. Senyuman tulus anak itu meruntuhkan sisa-sisa rasa takutnya berada di dunia asing ini.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
7 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status