Dibuang Mantan, Dipuja Para Dewi
Dihina dan dibuang bagai sampah oleh mantannya demi pria kaya, Aris Pratama berada di titik terendah hidupnya. Tepat saat kehancuran itu, suara dingin menggema di dalam kesadarannya:
[ SISTEM PENGUASA MODERN BERHASIL DI-INSTALL! ]
Sistem ini langsung memberinya dana hibah Rp5 Milyar secara instan, lengkap dengan misi-misi bertahap yang mengubah Aris dari mahasiswa miskin menjadi pria tangguh, berwibawa, dan kaya raya.
Langkah pertamanya? Membeli kafe mewah tempat dia diputusin secara tunai dalam hitungan detik, sekaligus mempermalukan mantannya di depan umum.
Aksi nekad Aris menarik perhatian Wulan Indah Kusuma, CEO muda berwajah dingin dari Kusuma Group yang menyaksikan segalanya. Siapa sangka, ini barulah awal. Dari jalanan Kota Metro Raya hingga panggung bisnis internasional, setiap langkah Aris kini dipenuhi kekayaan raksasa, aksi pertarungan, dan pesona para dewi yang bertekuk lutut padanya.
Ler
Chapter: BAB 7: Aset Baru dan Kemampuan Mengemudi AhliTing! [ SISTEM PENGUASA MODERN ] [ TRANSAKSI TOKO SISTEM BERHASIL! ] Pembelian: Keterampilan Mengemudi Tingkat Ahli (-50 Poin) Pembelian: Sertifikat Penthouse Mewah Metro Sky Residence (-100 Poin) Sisa Poin Sistem: 0 Poin Seketika itu juga, sensasi arus listrik hangat mengalir deras memenuhi otak dan serabut saraf di kedua tangan serta kaki Aris. Ribuan memori, refleks penciuman jarak, teknik drif, hingga pemahaman mendalam tentang kendali berbagai jenis kendaraan bermotor bertaraf balap internasional terserap sempurna dalam hitungan detik. Di saat yang sama, sebuah kunci perak berlogo mahkota emas beserta kartu akses kristal tebal tiba-tiba tergeletak dengan halus di dalam saku kemeja Aris. Aris menarik napas panjang, merasai perubahan di dalam tubuhnya. Kini matanya melihat jalanan dan kendaraan bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan perpanjangan dari refleks fisik Stat Bertarung 22-nya. "Pengalaman yang luar biasa," gumam Aris pelan sambil meraba
Última atualização: 2026-09-01
Chapter: BAB 6: Tekanan Pimpinan Hendra CorpSuasana di Restoran Skyview yang tadinya tenang dan penuh privasi kini berubah tegang. Suara bentakan Hendra Wijaya bergema keras di antara dinding-dinding kaca lantai lima puluh, memicu perhatian beberapa staf dan manajer restoran yang bergegas mendekat dengan wajah panik. Hendra Wijaya melangkah dengan dahi berkerut dalam, matanya menatap tajam ke arah meja sudut. Di sampingnya, Kevin menunjuk-nunjuk Aris dengan tangan gemetaran, menyembunyikan wajahnya yang lebam di balik bahu sang ayah. "Pak Hendra, mohon tenang! Ini area VIP—" manajer restoran mencoba menahan, namun salah satu pengawal berbadan tegap milik Hendra langsung mendorong dada sang manajer hingga mundur tiga langkah. "Diam kamu! Saya tidak ada urusan sama kamu!" gertak Hendra Wijaya dingin, lalu menghentikan langkahnya tepat dua meter di hadapan meja Aris dan Wulan. Hendra menatap Wulan Indah Kusuma terlebih dahulu. Sebagai sesama pemain kunci di dunia bisnis Kota Metro Raya, Hendra sangat mengenali sosok w
Última atualização: 2026-09-01
Chapter: BAB 5: Jamuan Mewah di Restoran SkyviewMalam harinya, Kota Metro Raya diguyur hujan gerimis tipis. Cahaya lampu dari gedung-gedung pencakar langit membias indah di atas permukaan jalanan aspal yang basah.Aris berdiri di depan cermin kamar kosnya yang sempit. Dia mematut penampilannya. Meski kini memiliki saldo miliaran di rekeningnya, Aris masih mengenakan kemeja hitam polos dan celana kain gelap yang bersih. Tidak ada barang bermerek yang melekat di tubuhnya, namun peningkatan Stat Karisma 17 secara alami memberi gestur tubuh yang tegap, tenang, dan memancarkan aura wibawa yang tak bisa diabaikan.Aris melangkah keluar dari gang rumah kosnya. Ketika sebuah taksi konvensional berhenti di depannya, Aris masuk dan menyebutkan tujuan dengan suara datar."Restoran Skyview, Metro Tower, Pak."Sopir taksi sempat menoleh sejenak lewat spion tengah, sedikit ragu melihat penampilan Aris yang terlampau sederhana untuk mengunjungi restoran termahal di pusat kota tersebut. Namun, melihat sorot mata Aris yang begitu tenang dan ta
Última atualização: 2026-08-12
Chapter: BAB 4: Langkah Pertama di Papan CaturMobil mewah Roll-Royce Phantom milik Wulan berlalu meninggalkan area parkir Kafe Grand Luxe. Aris berdiri di ambang pintu kaca, memperhatikan lampu belakang mobil itu hingga menghilang di belokan jalan utama Kota Metro Raya.Suasana di dalam kafe kini sudah kembali tenang. Para karyawan sibuk membersihkan sisa-sisa cangkir dan menata kembali meja kayu yang sempat bergeser akibat perkelahian tadi.Sang Manajer berjalan mendekat ke arah Aris dengan langkah serba salah. Tangannya saling meremas di depan perut, wajahnya dipenuhi rasa cemas yang tak tertahankan."P-Pak Aris... maafkan kelalaian saya dan staf tadi," ujar Sang Manajer dengan suara bergetar. "Saya tidak tahu kalau Pak Aris adalah..."Aris memutar badannya, menatap Sang Manajer dengan wajah datar. "Siapa nama kamu?""Budi, Pak. Saya Budi, manajer operasional di sini," jawabnya cepat sambil menundukkan kepala."Pak Budi, saya tidak menyalahkan kamu atau karyawan lain," ucap Aris pelan. "Mulai hari ini, operasional kafe b
Última atualização: 2026-08-12
Chapter: BAB 3: Pertarungan Pertama dan Kartu Nama HitamSuasana di depan pintu kaca Kafe Grand Luxe mendadak mencekam. Delapan pria berbadan tegap dengan seragam serba hitam mulai melangkah masuk. Tongkat besi di tangan mereka dipukul-pukulkan ke telapak tangan, menciptakan suara dentingan logam yang meneror keberanian siapa pun di dalam ruangan.Pengawal pribadi Wulan yang berjumlah dua orang mencoba menahan di ambang pintu, namun sapuan tongkat besi yang bertubi-tubi memaksa mereka terdesak mundur dengan luka memar di lengan."Gua bakal bikin lu berlutut dan minta ampun di depan kaki gua, Aris!" teriak Kevin dari balik kerumunan premannya. Wajahnya yang tampan kini dipenuhi urat kemarahan yang meluap-luap.Di samping Kevin, Sarah menatap Aris dengan senyum puas. "Makanya jangan sok kaya! Baru pegang uang segitu aja udah berani ngusir Kevin!"Wulan Indah Kusuma yang berdiri tepat di belakang Aris merogoh ponselnya tenang. Jemari lentiknya dengan cepat menekan nomor darurat markas keamanan Kusuma Group."Saya Wulan. Kirim dua tim pen
Última atualização: 2026-08-12
Chapter: BAB 2: Beli TunaiSuasana di sekitar meja kasir mendadak hening. Sang Manajer membetulkan letak kacamatanya yang sedikit meluncur, memandangi Aris dari tatanan rambut hingga sepatu kets usangnya dengan tatapan tak percaya. "Ma-maaf, Mas? Mas bilang mau beli kafe ini?" tanya Sang Manajer gagap, yakin bahwa telinganya baru saja menangkap lelucon paling tidak masuk akal sepanjang hari ini. Suara tawa melengking Sarah langsung memecah keheningan tersebut. Wanita itu memegangi perutnya, tertawa hingga matanya sedikit berair. "Ris, kamu kesurupan ya?! Jangan makin bikin malu diri sendiri deh!" jerit Sarah dengan nada sarkastik. "Kafe ini tuh nilainya miliaran! Bukan warung bakso langganan kamu yang bisa kamu bayar pakai uang pas-pasan!" Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum keji. Dia melangkah menyusul Aris ke depan meja kasir dan melipat kedua tangannya di dada. "Manajer, mending lu panggil sekuriti sekarang buat usir orang gila ini. Mengganggu kenyamanan gue dan pacar baru gue aj
Última atualização: 2026-08-12