2. Calon Kakak Ipar

Mendengar keributan di taman, Galih pun beranjak dari ruang makan dan terkejut melihat putrinya yang tengah bergelayut di pembatas balkon. “Astaga, Tessa! Kenapa kamu seperti itu? Berbahaya, kembali ke tempat yang aman!” seru Galih.

Seruan tersebut membuat Vania dan Elena beranjak mengikuti Galih. Keduanya merasa kesal karena Tessa yang terlihat muncul dengan kondisi cantik, merusak rencana yang sudah mereka susun. Perkiraan Tessa memang benar. Keduanya yang mengunci Tessa di dalam kamar, agar Aio tidak bisa bertemu dengan Tessa. Hal itu dilakukan, agar Aio hanya fokus dan jatuh hati pada Elena yang cantik. Namun, Tessa malah merusak semua usaha yang sudah dilakukan oleh ibu dan anak itu. “Iya, Ayah!” jawab Tessa sedikit berseru.

Galih pun menatap Vania dan berkata, “Bawa Tessa turun.”

Vania beranjak melaksanakan apa yang diminta oleh suaminya. Sementara itu, Elena menatap Aio dan melihat kening pria tampan itu yang berubah menjadi kemerahan, lalu sebuah sepatu di tangan Aio. Tentu saja, Elena bisa menghubungkan hal itu dan berkata, “Ah, pasti ini karena tingkah Tessa yang ceroboh. Tuan Aio, mari, sini saya periksa keningnya.”

Sayangnya, Aio menjauh tepat saat Elena akan menyentuh keningnya. Ia menatap dingin pada Elena dan berkata, “Orang yang harus bertanggung jawab adalah orang yang sudah membuat saya seperti ini.”

Tepat setelah mengatakan hal itu, Tessa dan Vania muncul. Kini, Aio bisa melihat sosok Tessa dengan jelas, dan ia bisa menilai jika Tessa bahkan lebih memesona daripada Elena. Aio berlutut dan membantu Tessa mengenakan sepatunya dengan benar. Tentu saja, Tessa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Aio. Namun, Tessa tidak menolak bantuan Aio tersebut. Secara alami, Tessa menerima bantuan yang sebenarnya akan terasa sangat canggung ia terima dari orang asing seperti itu. Aio menyunggingkan senyum tipis, ia mendongak dan berkata, “Aku kira, hanya seorang Cinderella saja yang kehilangan sepatunya. Ternyata, putri bungsu dari keluarga Heidi pun bisa melakukan kecerobohan yang sama. Apa, aku perlu menjadi pangeran berkuda putih untuk Nona yang manis ini?”

Sebelumnya, Vania sudah menyebut nama Aio saat mengeluarkannya dari kamar, jadi tentu saja saat ini Tessa mengetahui nama Aio. Ia menatap Aio dengan biasa saja dan berkata, “Tidak perlu, Tessa bukan Cinderella, jadi tidak perlu pangeran berkuda putih. Lagi pula, Om bukan selera Tessa.”

***

“Memangnya itu siapa?” tanya Cendric saat melihat Aio mencetak data dan foto seorang gadis yang belum pernah Cendric dan Benroy.

Reaksi yang wajar bagi keduanya, karena sang kakak memang tidak pernah terlihat dekat atau memiliki ketertarikan pada seorang perempuan. Bukan karena Aio tidak suka pada perempuan, ayolah kakak sulung bagi pewaris keluarga Dawson itu jelas-jelas masih normal. Ia masih menyukai perempuan, hanya saja selama ini Aio hanya memiliki dua kesibukan dalam hidupnya. Yaitu sibuk dalam pekerjaannya, dan sibuk mengurusi adik bungsunya yang sangat ia sayangi. Aio secara tegas mengatakan jika dirinya tidak memiliki waktu untuk memiliki seorang kekasih.

“Dia terlihat manis,” ucap Benroy saat mengintip foto gadis itu. Benroy hanya memberikan pujian spontan, tetapi ia terdiam saat mendapatkan lirikan tajam dari sang kakak.

Sesaat kemudian, Aio menatap foto seorang gadis yang baru saja ia cetak dan tersenyum tipis. Hal itu jelas membuat kedua adik kembarnya merinding bukan main. Aio mengabaikan hal itu, dan mengambil handuk yang tersampir di sandaran kursi. Rupanya ia kembali mengeringkan rambutnya yang masih cukup basah sehabis mandi. Setelah cukup kering, barulah Aio berkata, “Dia calon kakak ipar kalian.”

Jawaban yang diberikan oleh Aio sukses membuat Cendric dan Benroy yang sebelumnya tengah menikmati kudapan malam, menghentikan kegiatan mereka dan menatap Aio dengan mata membulat. Rasanya, mereka mendengar sesuatu yang mustahil. Ayolah, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Aio mengatakan jika dirinya sudah memiliki calon istri. Padahal, mereka tahu betul, Aio tidak tengah dekat atau menjalin hubungan dengan wanita mana pun. Para artis dan model yang selama ini mendekati Aio, selalu mendapatkan penolakan. Lalu, siapa orang yang berhasil meluluhkan hati beruang es ini?

“Kakak ipar?” tanya Cendric dan Benroy bersamaan.

“Ya, kakak ipar. Dia akan menjadi istriku,” ucap Aio lagi sembari menatap kedua adiknya.

“Kalian sudah menjalin hubungan sejak kapan? Kenapa kami tidak tau? Apa Kakak sengaja merahasiakannya dari kami? Padahal, kami saja selalu menceritakan apa yang terjadi, termasuk hubungan kami dengan kekasih kami,” ucap Benroy protes karena menganggap Aio merahasiakan sesuatu dari mereka.

“Jangan-jangan kalian sudah berpacaran lebih lama daripada kami, ya? Atau mungkin, kalian sudah melakukan hal yang lebih daripada berkencan?” tanya Cendric menuduh.

Cendric dan Benroy memang sama-sama sudah memiliki kekasih. Keduanya bahkan sudah berpacaran dalam rentang waktu yang cukup lama. Hanya tersisa Aio yang memang belum memiliki kekasih dan tidak memiliki kedekatan dengan wanita mana pun. Jadi, sangat mengejutkan bagi keduanya saat mendengar bahwa Aio sudah memiliki calon istri. Namun Aio pun menjawab, “Perhatikan ucapanmu, Cendric! Aku tidak berpacaran dengannya. Dia gadis yang benar-benar polos.”

Cendric dan Benroy kembali dibuat terkejut. “Jika tidak berpacaran, mengapa Kakak yakin jika dia mau menjadi istri Kakak?” tanya Cendric benar-benar tidak percaya dengan rasa percaya diri yang dimiliki oleh kakak sulungnya itu.

“Jangan bilang, jika Kakak bahkan baru mengenalnya,” ucap Benroy menimpali. Benroy adalah pembaca situasi yang sangat tajam. Jadi, ia bisa menebak dengan tepat bahwa Aio memang baru saja mengenal sosok gadis manis yang sang kakak sebut sebagai calon istrinya itu.

Aio pun mengangguk membuat kedua adiknya kembali terkejut. Keduanya menghela napas panjang dan merasa jika Aio benar-benar selalu memberikan kejutan di balik sikapnya yang tenang. “Kakak baru mengenalnya, dan aku yakin dia bahkan tidak tau jika Kakak tertarik dengannya. Jangan terburu-buru, menikah itu perkara yang sangat serius. Kami saja yang sudah menjalin hubungan yang cukup lama dengan kekasih kami, masih memilih untuk saling mengenal satu sama lain. Sebaiknya, Kakak mencoba untuk mengenalnya lebih jauh,” ucap Benroy memberikan nasihat pada kakaknya itu.

“Aku tidak ingin seperti kalian, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun memacari kekasih kalian. Aku tidak ingin membuat perempuan yang sudah kucintai digantungkan dalam waktu yang lama. Jika aku sudah menyukainya dan ia juga memiliki perasaan yang sama denganku, aku akan segera menikahinya. Selain itu, aku sudah mengenalnya dengan ini,” ucap Aio sembari menunjukkan sebuah kertas yang ternyata adalah data diri dari Tessa. Ada pula foto Tessa yang tersenyum dengan manisnya, membuat Aio kesulitan untuk menahan diri tersenyum melihatnya.

Benroy dan Cendric terdiam karena tertohok. Mereka memang sudah memacari kekasih mereka dalam waktu yang cukup lama. Namun, mereka belum memiliki niat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Selain karena mereka belum memikirkannya, mereka juga belum siap untuk mengungkapkan hubungan mereka pada adik bungsu mereka. Hal tersebut terjadi karena kembar tiga yang sering dipanggil sebagai kembar ABC itu sudah berjanji pada adik bungsu mereka untuk tidak memiliki kekasih atau menikah dulu, sebelum sang adik memiliki kekasih.

“Tapi tetap saja, kalian harus saling mengenal terlebih dahulu. Kakak tidak cukup hanya mengenalnya dengan sebatas ini saja,” ucap Cendric.

“Tenang saja, kalian pasti akan senang memiliki kakak ipar sepertinya,” ucap Aio mengabaikan perkataan kedua adiknya. Ia tetap bersikukuh dengan keputusannya untuk menjadikan Tessa sebagai istrinya.

Benroy pun menghela napas. “Kami tidak akan menolak atau menghalangi keinginan Kakak. Tapi, Kakak juga harus memastikan jika gadis itu memang ingin menjadi istri Kakak. Jangan memaksanya, karena itu hanya akan melukai hati gadis yang Kakak sukai itu,” ucap Benroy kembali memberikan nasihat pada sang kakak.

“Tidak perlu mencemaskan hal itu. Karena aku, sudah memikirkan cara untuk memastikan jika Tessa akan jatuh ke dalan pelukanku. Dia pasti akan menjadi kakak ipar kalian.”

Benroy dan Cendric saling bertatapan.  Jika sang kakak sudah berkata seperti itu, maka apa pun yang ia rencanakan pasti akan menjadi kenyataan. Karena mereka sendiri, sebagai kembar identik tidak pernah bisa menebak apa yang Aio rencanakan atau pikirkan. Aio selalu menyembunyikan langkah sesungguhnya di depan semua orang. Benroy dan Cendric hanya merasa sedikit bersimpati pada gadis bernama Tessa itu. Karena hanya menunggu waktu, ia akan masuk ke dalam dunia yang jelas akan terasa mengejutkan dan sangat berbeda dengan dunia yang selama ini ia tinggali.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status