Bestlovefriend
Bestlovefriend
Author: agus syakur
Prolog

Entah sejak kapan komplek sekolah ini menjadi begitu ramai dengan suara-suara besi yang saling beradu. Di bayangan kalian mungkin ini seperti sebuah pertarungan sengit kayak di film-film. Tapi ini dunia nyata.

Di komplek sekolah. Tempat yang seharusnya ramai dengan kendaraan pengantar siswa atau ramai dengan lalu lalang orang-orang berseragam sekolah.

Tapi kali ini sekitar komplek ini ramai oleh...

Suara besi teradu.

Suara teriakan.

Ya tawuran. Udah pasti.

Gak mungkin suara emak-emak teriak sambil gebukin pantat panci pake centong nasi kan. Itu sih nyokap gue kalo gue udah kelewat bates molornya.

Oke skip.

Sosok siswi SMP yang keliatannya terjebak diantara kerumunan siswa SMP yang lagi asik tawuran itu memilih untuk memojok ke salah satu warung kopi yang tertutup. Harusnya tadi ia gak lewat sini tapi ini jalan terdekat menuju sekolahnya. Biasanya juga gak pernah ada tawuran walaupun ia pernah denger antara dua sekolahan itu emang suka saling serang.

Tiba-tiba ada satu siswa yang tumbang dengan luka di tangannya, ia terjatuh tepat di depan siswi itu.

Darah mengalir dari lengan siswa itu membuat siswi itu gak tega dan akhirnya menarik tubuhnya untuk ikut bersembunyi. Minimal bisa menyelamatkan dari serangan-serangan lain.

Siswi berambut panjang yang terikat itu langsung mengeluarkan sapu tangan yang selalu dibawanya untuk menutupi luka siswa tersebut . Siswa itu meringis menahan perih di lengannya." Ada-ada aja ya. Tawuran terus tewas ntar masuk tipi loh."

Siswa itu hanya nyengir." Lah elo bego. Udah tau ada tawuran ngapain lewat sini. Berharap kayak di novel-novel. Kejebak tawuran terus ada yang nolongin?"

Siswi itu berdecih." Salah sendiri tawuran disini. Udah tau jalanan umum. Gue jadi telat kan ke sekolah." Ucapnya tanpa merasa takut sedikitpun. Padahal jelas-jelas siswa didepannya ini keliatan seperti pentolan dari salah satu sekolah yang tawuran itu.

Siswa itu malah cengengesan, melupakan rasa perih di lengannya. Karena luka seperti ini menurutnya sudah biasa, masih mending gak sampe dibawa ke rumah sakit.

Sekitar satu jam kemudian tawuran itu selesai. Beberapa siswa langsung bubar karena beberapa polisi mulai datang.

Akhirnya siswa itu mengajak siswi yang belum dikenalnya untuk pergi dari sana. Daripada ketangkep polisi. Terus disuruh dijemput sama orangtua. Bisa abis uang sakunya dipotong nanti.

" Kita kemana?" Tanya siswi itu yang dengan tampang polosnya mau aja diajak pergi sama orang yang belum dikenalnya. Tapi dalam hati ia percaya kalo siswa ini gak bakal macem-macem. Entah perasaan darimana.

" Ke rumah gue. Bentar lagi sekarat nih gue kayaknya. Lu bolos aja dulu ya?" Siswa itu melirik sapu tangan yang terikat di lengannya, darah segar sudah merembes menembus kain yang melilit lengannya.

Siswi itu melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Ke sekolah pun percuma pasti gak bakal di ijinin masuk sama satpam sekolah. Peraturan sekolahnya kan super duper ketat." Yaudah. Terlanjur juga."

" Eh tunggu bentar disini ya...."

" Nessa." Ucap siswi itu yang merasa bahwa cowok didepannya sedang bingung menyebutkan namanya. Karena mereka memang belum kenalan sejak tadi.

Siswa itu mengangguk." Gue Cevin. Bentar ya."

Gak lama seorang cowok berparas sangat mirip dengan Cevin keluar dari dalam rumah. Bedanya cowok itu sedikit keliatan dingin dan cuek. Beda sama Cevin yang bertampang tengil ini.

" Lah lo kagak sekolah?" Tanya Cevin ke cowok yang mirip dengannya itu. Mereka seperti sedang bercermin.

" Menurut lo gue bisa sekolah kalo lagi-lagi lo dan temen-temen lo itu ngalangin jalan?" Ucap cowok bertampang dingin itu. Lalu ia melirik cewek yang berdiri dibelakang Cevin seolah bertanya.

" Eh." Nessa merasa terintimidasi dengan tatapan cowok dingin itu.

" Dia kejebak di tawuran gue tadi. Namanya Nessa. Nes dia Cavan, sodara kembar gue." Cevin memperkenalkan.

Cavan bergumam gak jelas kemudian masuk ke dalam rumahnya.

Cevin mengedikkan bahunya, gak peduli." Lo gapapa?" Tanyanya yang menyadari cewek dibelakangnya hanya diam.

" Kalian kembar ya? Ih lucu banget!" Ucap Nessa sambil tersenyum lebar, memperlihatkan dua cekungan di pipinya yang cukup dalam. Manis.

Cevin terkekeh.

Cavan ternyata kembali lagi dengan membawa kotak p3k." Lama-lama gue nyetok banyak kotak p3k buat lo doang. Untung nyokap bokap lagi dines keluar negri."

Related chapters

DMCA.com Protection Status