Share

BAB 16

Keesokan harinya perasaanku tidak menjadi lebih baik. Adib masuk ke dalam kelas dan memilih duduk di kursi milik Riko (entah kenapa dia selalu memilih mengambil kursi milik Riko), dan ketika Riko—yang bingung—memasuki kelas, dia duduk di sebelahku. 

Setelah pulang kuliah, aku menjemput Edit di rumah nenekku, lalu pergi ke sekolah Ando. Di sana pandanganku terus menyapu sekitar untuk mencari detektif itu. Tapi dia tidak ada.

Begitu aku sudah mendapatkan keduanya dan sedang dalam perjalanan—dengan Grab tentu saja—aku menyadari bahwa aku lupa memasak. Aku tahu ini kurang bijaksana untuk keuanganku, tapi aku pikir sekali-kali tidak apa deh; aku menggunakan gajiku untuk beli pizza di tempat Adib pernah mengajakku bolos.

Aku harus memberikan semua toping pizza ke Ando yang walau sudah kuberikan semua dia masih mengeluh karena merasa kurang—aku bahkan tidak memakan topingnya sama sekali. Dan di tempat ini, rasa rindu terhadap Adib tib

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status