Share

BAB 21

Dan bagi keluarga Bramantyo, makan malam adalah segalanya.

Sebuah meja panjang berkilau yang dapat menampung lima orang di setiap sisi, dengan satu kursi di setiap ujungnya berada di tengah ruangan. Desain ruang makan rumah ini dipikirkan dengan serius—mungkin mereka punya seseorang yang mengerjakan itu—dan hiasan seperti dua tiang emas tempat lilin menyala dan rangkaian bunga bundar digunakan untuk mempercantik meja makan. Ruangan ini juga memiliki perapian dan lampu gantung besar yang berkilau.

Sepertinya aku dan Adib yang terakhir tiba di ruang makan. Aqmal, tidak mengherankan, duduk di kursi yang letaknya paling strategis—berhadapan langsung dengan pintu masuk. Di ujung seberang meja Aqmal ada Andika—yang melirik ke arahku saat kami masuk, tetapi dengan cepat teralihkan oleh seorang wanita muda yang membungkuk untuk mengisi gelas airnya. Seorang pria yang tidak aku kenal duduk di kursi pertama di sebelah kiri Andika di samping Mutiara. Ada tiga

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status