Share

16

Ben sudah bersiap melambaikan tangan untuk meminta tumpangan saat mobil itu mendekat. Akan tetapi, begitu dia menyadari para penumpang mobil tersebut adalah gangster anak buah Apoy, Ben seketika mundur dan kembali bersembunyi di balik batang pohon trembesi tua di sisi jalan dengan tubuh yang bergetar hebat.

“A-apa yang mereka lakukan di sini? Ba-bagaimana bisa?” resah Ben sambil terus-menerus memukul-mukulkan kepalan tangan kanan ke telapak kirinya.

Berulang kali dia mendesah, berputar-putar, hingga akhirnya memutuskan untuk berlari meninggalkan tempat persembunyiannya sekarang. “Aku harus bisa mencapai dermaga dan pergi dari sini, entah dengan getek atau perahu nelayan! Jika mereka bisa masuk ke sini, artinya mudah juga bagiku untuk keluar meninggalkan tempat ini.”

Ben mulai berlari hingga beberapa meter menuruni bukit tapi tiba-tiba dia berhenti dan berbalik arah. “Ah, sial! Kenapa aku tidak bisa membiarkan mereka begitu saja?”

Ben sungguh-

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status