Share

19. Debat Jevin dan Yuki

Gue mo ngomong ame lu," bisik Yuki pada telinga Jevin.

Jevin menoleh pada Yuki. Namun, tanpa menunggu jawaban darinya, Yuki sudah beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Lima menit kemudian, Jevin meminta izin pada sang bunda untuk ke luar sebentar.

Mendapat anggukan kepala dari ibunya, Jevin pun menyusul Yuki. Dari kejauhan pria itu melihat Yuki tengah duduk di bangku taman rumah sakit. Sebelum menemui sobatnya Safia itu, Jevin melangkahkan kakinya menuju kantin rumah sakit. Dibelinya dua cup kopi susu untuknya dan Yuki. Usai membayar pada kasir, Jevin pun menderapkan diri untuk menyusul Yuki.

"Ki," sebut Jevin sembari mengangsurkan se-cup kopi susu pada pemuda berhoodie hitam itu

Yuki menoleh. Dia menerima minuman itu seraya mengucap kata terima kasih. Kini kedua pria itu tengah sama-sama menikmati kopi susu panas itu. Jevin dan Yuki duduk berdampingan dengan pandangan ke depan.

"Denger, Bro ...." Yuki memulai obrolan masih dengan memandang arah depan. "Safia itu udah gue anggep
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status