Share

MENJEMPUT DINDA

Suara nada panggilan ponsel mengagetkanku saat keluar dari kamar mandi di rumah Ema. Kulirik sejenak layarnya sambil mengusapkan handuk kecil di rambutku yang masih basah.

Mba Santi? Mataku membulat lebar. Lalu buru-buru kuraih ponsel dan kujawab panggilan telepon itu.

"Assalamu'alaikum ..." sapaku dengan suara sedikit bergetar. Entah sudah berapa lama tak kudengar suara kakakku itu sejak dia mengusirku dari rumah ibu.

"Din ....' Suara lembut yang memanggilku dari seberang sana membuat hatiku bagai disiram sejuknya air es.

"Ya, Mbak?" sahutku dengan hati berdebar menunggu apa yang akan dikatakannya.

"Kamu sehat kan? Mbak mau ke situ jemput kamu." Lalu terdengar isakan lembut dari sana. Mbak Santi menangis.

"Alhamdulillah sehat. Mbak Santi mau ke sini?" tanyaku dengan suara ceria, hanya agar kakakku di sana tahu bahwa aku sedang baik-baik saja sekarang dan senang dia menghubungi.

"Iya, Din. Maafin mbak ya? Mbak egois. Mbak mau kamu tinggal di sini. Ini mbak sama mas Hanif sud
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Izha Effendi
sudah lh din,kasihkan aja tu si icha sama ayahnya,palinggan gk bakalan lama mereka ngrusin icha..biar si icha tw kayak apa jahatnya keluarga ayahnya..biarkan aja lh.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status