LOGINSpeed-up evolution: An unnatural phenomenon that boosts every living creature's adaptation, body, and mind at a high-speed rate... When this phenomenon was in its starting phase, Mike and others are the only ones who receive the power without them knowing. Knowing that mostly young ones are the ones who receive the speed-up evolution, people from the unknown started their large-scale kidnapping to experiment with the young. However, their plan was ruined when their ships that transport the young ones got sunk by unknown creatures. Mike who was dragged to this messed was now sinking deep into the ocean as he started to lose consciousness. (Die? A peaceful death? Like hell, I would let that happen!) Struggle... Struggle... With fate that shackles binding him pulling him into the deepest part of the ocean, he who struggles to survive with the resolved to go on the surface of the world once again. The thing he did not know is that the world is now on the brink of horror as the world was about to change. Twitter: @MeykCake Buy me a Coffee: https://ko-fi.com/meykcake Discord: MeykCake#8819
View More"Gimana Nala bayarnya, Ma?"
Bayangan jika dirinya tak bisa membayar biaya rumah sakit mamanya, benar-benar membuat Nala takut. Jika ia tak bisa membayar biaya rumah sakit, maka sama saja dengan ia membunuh sang Mama, 'kan? "Tuhan ... tolong bantu hambamu ini." Buliran air matanya menggenang di pelupuk mata.Pemandangan mamanya yang tengah berbaring dengan berbagai alat bantu dari balik kaca panjang pintu itupun semakin buram, sampai pada akhirnya tangisnya kembali tak terbendung. Ia terisak, tanpa suara sebab tadi ia sudah banyak menangis dan meraung.Suara bariton tiba-tiba menyentak Nala yang tengah terisak hebat itu."Biar saya yang bayar biaya rumah sakit Mama kamu!"Pandangan mata Nala langsung beralih ke arah sumber suara dengan kening berkerut. “Maaf?” Ia mengerutkan dahi, lalu menghapus lelehan air mata di pipi dengan cepat.“Saya cuma mau nolong kamu.”Pria dengan tinggi menjulang dan pesona rupawan itu berkata dengan ekspresi dingin.“Ya Tuhan, apa lagi ini?” Nala memejamkan matanya sejenak. Ia berpikir, pria ini tengah mencoba mengerjainya. “Kalau lo mau bercanda, please … ini bukan waktu yang tepat.”“Saya tidak bercanda. Saya akan bayar biaya rumah sakit Mama kamu sekarang juga,” katanya sambil menatap Nala dengan lekat. "Asal kamu mau nikah dengan saya."Nala mendengus. Pria asing, muncul di hadapannya berniat menolong saja sudah begitu aneh menurutnya. Apalagi jika ia menawarkan sebuah syarat seperti di novel-novel? Lebih aneh lagi.“Udah ya, Om, gue nggak punya waktu bercanda,” kata Nala dengan nada frustrasinya. "Tolong, jangan ganggu gue.”Bukannya pergi, laki-laki itu menggelengkan kepala sebelum kemudian menarik bagian atas celananya dan berlutut di samping Nala. "Saya nggak lagi bercanda. Saya denger kamu butuh uang buat biaya rumah sakit Mama kamu, 'kan?"Meski masih bingung dengan kebetulan ini, tetapi Nala tiba-tiba mendapat secercah cahaya. Apa mungkin ini jawaban dari do'a yang baru saja dilangitkan olehnya? Apa mungkin Tuhan mengabulkan do'anya secepat ini?"Ah, sial!" Nala memekik pelan, tak percaya dengan apa yang dihadapinya dalam situasi seperti ini. "Lo orang gila dari belahan bumi mana, sih? Nggak ngotak banget kalau ngomong. Apa lo bilang tadi? Nikah?” Dada wanita itu naik turun, emosinya mulai naik karena merasa dipermainkan. “Wah ... parah, lo ini bujang lapuk apa gimana sih? Bisa-bisanya ngajak sembarang orang nikah, udah sange, ya? Noh, purel ada di mana-mana tinggal comot aja nggak perlu sampe nikah-nikah, tinggal kasih duit. Beres."Rasanya ingin sekali Nala menendang wajah laki-laki asing di depannya ini, tapi sejak kapan sih dirinya bisa sekasar itu? Mungkin, ini karena ia sudah terlalu kesal dengan ke-randoman pria itu. Padahal, sebenarnya Nala adalah gadis yang lembut. Sedari kecil mamanya selalu mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan."Nggak sange, astaga. Saya cuma mau bantu kamu. Anggap aja saya kasihan lihat kamu."Nala yang baru akan menjauh dengan mendorong kursi rodanya sendiri. Namun, laki-laki itu menghentikan pergerakannya. Ia memandang laki-laki itu sejenak. Cukup tampan. Badannya juga bagus, pakaiannya rapi, tampak seperti orang kaya. Namun, otaknya yang semula lurus, kali ini tidak bisa untuk berpikiran tidak buruk pada laki-laki itu."Om boti, ya? Mau nikahin saya cuma buat nutupin aib, Om?" kata Nala sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah laki-laki itu.Jaman sekarang memang lagi musim spesies seperti ini, 'kan? Pria tampan menikahi wanita hanya sebagai status, untuk menutupi kebelokannya. Tampan sih, tapi sukanya sama yang tampan juga!Laki-laki itu langsung mengusap wajahnya dengan kasar, membuang pandangannya ke arah lain, lalu menarik napasnya panjang. Ia harus menahan kekesalannya, bertindak sesuai usianya. “Apa yang salah dengan saya?” Laki-laki itu terdengar lelah menanggapi pikiran buruk Nala padanya. “Semua tuduhan kamu, tidak ada yang benar.” Ia memandang wanita di kursi roda itu dengan tatapan penuh. "Saya niatnya memang mau nolong kamu. Sebagai balasannya, kamu nikah sama saya.”Nala memandang lekat-lekat wajah pria asing di depannya ini, sebelum berkata, "Om cari pembantu? Atau mau nikahin saya habis itu saya dijual sebagai ganti uang untuk bayar biaya rumah sakit?"Tak ada sesuatu positif yang bisa dilihat Nala dari laki-laki di depannya ini. Lagi pula, coba pikirkan, memangnya di jaman serba duit ini ada yang mau memberikan uang secara cuma-cuma? Tidak, manusia baik sudah punah di muka bumi ini."Dengerin saya baik-baik," ucapnya dengan tegas, raut wajahnya berubah serius. Tangan besar itu langsung menarik kursi roda Nala, membuat yang tengah duduk di atasnya bisa sepenuhnya melihat ke pria itu. " Saya bukan orang jahat. Bukan juga mau memperbudak kamu, dan apalagi tadi? Boti? Astaga ... saya nggak tau kenapa kamu bisa nyimpulin itu semua dengan gampangnya. Saya di sini cuma niat bantu kamu, kamu—""Kenapa musti nikah?" potong Nala cepat, setelahnya ia mendelik tajam. Dari pandangan sekilasnya setelah dilihat beberapa detik, memang tak nampak adanya raut wajah kriminal dari orang di depannya ini. Tapi tetap saja, ia tak boleh percaya begitu saja pada orang asing. Seperti pepatah 'Jangan menilai orang dari cover-nya saja', bisa saja orang di depannya ini adalah monster berwajah polos.Yang ditanya langsung berdeham, mengubah mimik wajahnya agar tak seserius tadi. "Saya punya masalah, kamu juga punya masalah. Semua orang di dunia punya masalah. Di sini, permasalahan saya soal pernikahan. Anggap saja, pernikahan kita nanti itu cuma sebagai formalitas."Mata Nala kembali memicing. "Om Bisex, ya?" Lagi-lagi hanya kecurigaan dan penilaian buruk yang ada di otaknya tentang pria itu.Telinga dan wajah pria itu memerah, malu mendengar tuduhan yang diutarakan padanya barusan. Merasa wanita di hadapannya ini sulit menerima niat baiknya, pria itu mengembuskan napas panjang.“Ini adalah penawaran terakhir saya,” pria itu berdiri dari posisinya. Ia mulai lelah meladeni dan meyakinkan wanita di hadapannya. “Ini juga kesempatan terakhir kamu untuk menyelamatkan mamamu. Apa kamu tidak memikirkannya? Dari mana kamu bisa dapat uang segitu banyak dengan cepat? Pikirkan baik-baik.”Deggg!Saat pria itu membawa serta mamanya dalam perbincangan mereka, otak Nala yang semula dipenuhi pikiran buruk, tiba-tiba membeku. Bayangan mamanya yang terbaring lemah, juga masa depannya yang mungkin akan buruk jika tak bisa mendapatkan uang 200 juga secepat mungkin, kini menguasai pikirannya.Tidak, Nala tidak mau sesuatu yang buruk menimpa mamanya. Sepersekian detik, ia mengerjap. Tawaran dari pria asing itu agaknya memang satu-satunya solusi.“T-tunggu, Om!” Nala berteriak, menghentikan gerakan pria asing itu yang sudah siap-siap melangkah pergi dari hadapannya. “Sepertinya, saya berubah pikiran.”Feeling his heavy head Mike groans in annoyance.His eyes are tight shut as he lies on something comfortable like fluffy flowers carrying his body.His mood is good as his mouth is grinning like having a peaceful dream.However, this was already ended when the sun's light shines on his closed eyes forcing him to wake up.Having annoyed by the light for a minute Mike wakes up from his slumber as he slowly raises his upper body.Scratching his head he yawns tiredly. Surprisingly this was his first time yawning for a long time.Opening his tight eyes he felt something different in his scenery. For a minute of thought, he remembers that he fell unconscious while talking to the man.Quickly checking his surrounding he notices that he's lying down on a group of leaves. Leaf bed if one would say.He's not in a room nor in a human settlement but in the open forest. Being disappointed for some reason he pouts.(Why the hell that
Mike continues what he is doing.Only moving his hand and arm the man only focus his eyes on what Mike is writing. Words form from one another as the man understood where the words are heading.Luckily Mike managed to encounter someone who has or can understand his language. One would say for years underwater he miraculously lands in his country but one didn't know that there are hundreds of different languages in the Philippines.He only knows the main country's language and international language so if he encounters different people he will surely die through miscommunication.What Mike is using right now is his main language because he heard the man just spoke the main language as he is.Moving on...=Where?= Mike firstly asks where he is.Based on his speculation this place a countryside where nature and humans are living in harmony while utilizing some of the modern techs but sadly even though he can't tell any further than this.
The scattered blood and weird substance united as one and flew towards the man's right eye as it pierces his eyeball as it reaches his brain."Gargh!" The man lost his grip as he quickly holds his right eye.That kind of small attack will pretty much deal a huge blow if one would use it right. And Mike uses that to his chance. Little did we know Mike also felt surprised that it actually works since he's not in the water that he didn't know if the weird substance will actually move.And that is still in testing mode.(But it works so it works! So who cares!?)The man was stunned for a couple of seconds as he deals with his damaged right eye.While the man was distracted, Mike steps his foot onto the ground to stand up as he balances himself leaning to the nearby tree. He suddenly feels dizzy for some reason.(I guess I'm running out of fumes.) thought Mike as he clearly feels his small amount of blood circulating through his body. Too
In the unknown field, countless trees surround the two.Blazes of killing intent surround the man as Mike guards himself towards the threat.Mike readies his stance as he forwards his remaining right weaponized hand. The other hand is broken into pieces as blood drips down soaking the soil in red.Using the big stake like a spear the man takes an action forward as he thrust his stake to Mike's abdomen.(I got no choice do I?!) blurted in compliant by Mike.In his blind vision light appears one after another everything in his surrounding has unique colors that he never has seen before. Looking at the man, his light is different from the others. His color is dark blue as it shines covering his whole side. This is his first time seeing something so bright and bigger than the owner of the light itself.Until now he didn't use his view of the dazzling stars since he can see anything and want his eyes to get used to the surface. One of the reasons
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ratings
reviewsMore