Giving Birth to the Italian Billionaire's Baby

Giving Birth to the Italian Billionaire's Baby

last updateTerakhir Diperbarui : 2024-03-29
Oleh:  Anne GuzelTamat
Bahasa: English
goodnovel18goodnovel
10
5 Peringkat. 5 Ulasan-ulasan
113Bab
18.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Altezza Quirino, a young Italian-American billionaire, desired to have offspring. However, his girlfriend of the past six years consistently rejected his marriage proposals, providing various reasons that eventually led Altezza to give up and decide to part ways. Adaline Scott, a young woman facing difficulties due to her mother's ailing health, sought a loan from the company to save her mother's life. However, the loan offered was too substantial, leading her superior to propose an alternative: borrowing directly from the Chief Operating Officer, Altezza Quirino. Altezza agreed to assist Adaline, but with the condition that she must marry him and provide him with unlimited offspring. "I will help you by saving your mother's life, and in return, you will give me another life, a child for me." - Altezza Quirino

Lihat lebih banyak

Bab 1

Part 1

“Selamat, Anda telah hamil satu bulan. Semua indikatornya normal.”

Sita Hartanto mengambil hasil tes kehamilan lalu kembali ke rumahnya, ini terasa seperti mimpi. Dirinya hamil?

Sita mengumpulkan keberanian untuk mengirimkan pesan pada suaminya, Husein Handoyo: [Apakah malam ini kamu pulang untuk makan malam?]

Waktu berlalu sangat lambat, Husein dari dulu tidak suka ada orang lain yang mengganggunya bekerja. Sita khawatir kalau ini seperti dulu lagi, dia tidak mendapat balasan apa pun.

Tidak lama notifikasi ponselnya berkedip, Husein menjawab dengan nada dingin: [Iya, kebetulan ada hal yang perlu kita bicarakan]

Setelah mendapat jawaban Husein, Sita buru-buru belanja dan memasak banyak makanan, dia meletakkan hasil tes kehamilannya di atas meja, tetapi Sita merasa itu terlalu disengaja jadi dia membalik hasil tesnya dan menyimpannya.

Menjelang malam, sebuah mobil mewah hitam masuk halaman.

Husein turun dari mobil, jasnya disampirkan di lengan, tubuhnya yang ramping dengan alis dan mata yang hitam serta tegas.

“Husein, kamu sudah pulang?”

Sita berlari kecil menyambutnya, tangannya ingin mengambil jas Husein yang dilepas, namun Husein menyerahkan sebuah dokumen padanya, Sita sedikit tertegun.

“Lihatlah, jika ada permintaan kamu dapat mengajukannya.”

Dia melihat dokumen yang dipegangnya. Kata di halaman pertama menarik perhatiannya [Perjanjian Perceraian]

Kertas putih itu menyilaukan dan melukai matanya.

Husein menarik dasinya, dahinya berkerut karena kelelahan bekerja. Dia melirik istri di sebelahnya, wajahnya yang awet muda dan berwajah bulat, tingginya seperti anak di bawah umur.

Husein tidak ada rasa pada Sita, tapi nenek menyukainya. Dia juga yang membuat kondisi nenek perlahan membaik dan semua orang mengabulkan apa yang dia inginkan.

Jika bukan karena kecelakaan sebulan yang lalu, Husein tidak akan menyadari jika dirinya dan Sita sudah menikah selama tiga tahun.

Terus menjaga pernikahan ini hanya akan membuang masa muda Sita, tidak ada yang lebih baik dari berpisah.

Tangan Sita mengelus lembut perutnya dan bertanya pada Husein dengan hati-hati, “Kalau aku bilang kita memiliki anak, apakah kamu akan tetap menceraikanku?”

Tatapan Husein tertuju pada perut Sita, keningnya berkerut, “Sebulan yang lalu bukannya aku sudah menyuruhmu untuk minum obat pencegah kehamilan?”

Kecelakaan sebulan yang lalu, pertama kalinya setelah tiga tahun pernikahan.

Tangan Sita seperti dibakar. Dia buru-buru menyingkirkan tangannya dari perutnya, tapi Husein menahan pergelangan tangan Sita dengan erat. Tatapan matanya sedikit bingung, “Kamu benar-benar hamil?”

Sita terdiam lalu menarik napas, “Aku hanya berkata misalnya, apakah kamu akan tetap menceraikanku?”

“Tidak.”

Husein menghembuskan napas lega, tidak perlu tersiksa dengan kelahiran anak karena pernikahan yang tidak bahagia seperti orang tuanya.

Husein melepaskan tangan Sita, dan hati Sita juga merasa kosong.

Sita melihat bayangan punggung Husein menjauh. Sita mengangkat kepala dan menahan air matanya. Perkataan Husein lembut seperti pisau, tapi menusuk tepat di dada Sita.

Sita melirik makanan yang sudah dingin yang dipersiapkan dengan hati, dia membuang semua masakan itu ke tempat sampah, bau-bau masakan membuatnya mual.

Sita mengelus perutnya, dalam kehamilannya sedang ada sebuah kehidupan, dia menahan penderitaannya, “Sayang, Ayahmu tidak menginginkanmu, tapi Ibu berjanji akan menjagamu.”

Dari kecil Sita adalah seorang yatim piatu, setelah orang tua angkatnya melahirkan sepasang bayi kembar, dia diasuh oleh bibinya yang hidup sendiri. Beruntungnya Bibi sangat baik padanya.

Harapan besar Sita adalah memiliki keluarga. Setelah mengetahui Husein tidak menyukai dirinya, Sita masih mencoba menjadi istri yang patuh selama tiga tahun. Tapi nyatanya dia tidak akan pernah bisa melunakkan dinginnya batu yang keras.

Meskipun sekarang dia bercerai, tapi dirinya masih memiliki anak. Setidaknya dirinya tidak sendiri

Sita sama sekali tidak membaca isi dari Perjanjian Perceraian, dia langsung menandatanganinya.

Malam hari, dia tidur sendiri di kamar utama seperti sebelumnya, dan Husein tidur di kamar kerjanya. Semua sama seperti sebelumnya, menikah tiga tahun dan pisah kamar selama itu juga.

——

Pagi hari, Sita mengangkat telepon dari Ibu mertuanya, yang berkata dengan nada merendahkan, “Sita, minta pelayan membersihkan kamar tamu di lantai dua, akan ada tamu yang akan menginap selama beberapa hari. Ingatlah untuk menjamu tamu dengan baik!”

Sita belum sempat menanyakan siapa yang akan datang, Ibu mertua sudah menutup telepon.

Sita tersenyum getir, dia sudah terbiasa dengan sikap Ibu mertua yang merendahkannya, dan sepertinya kata apa pun yang Sita ucapkan akan mencoreng nama Keluarga Handoyo.

Saat Sita turun, Husein sudah berangkat bekerja.

Sore hari, seorang perempuan muda yang keseluruhan pakaiannya bermerek masuk ruang tamu. Sorot mata Sita menyiratkan keterkejutan. Apakah dia adalah tamu terhormat yang dimaksud ibu mertua? Siapakah perempuan cantik ini?
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Oluwatosin Akinlehin
Oluwatosin Akinlehin
The story line was not too twisted and complicated, short and not so predictable. The writer is good. I enjoyed it. However I would have loved that the pronoun and gramatical errors where corrected as it was confusing at a point because of the wrong ise of tenses
2024-04-09 09:04:43
3
0
Delinda Schumacher
Delinda Schumacher
65 chapters 3-21-24
2024-03-22 12:10:58
1
0
Susan
Susan
this book is really good. recomended to read ,you won't regret reading it. thank you author looking forward for your next book....
2024-03-30 16:14:34
2
0
Susan
Susan
thank you for your generous update author.
2024-03-29 11:21:41
2
0
Seema Agrawal
Seema Agrawal
Beautiful waiting for more
2024-03-28 15:16:59
1
0
113 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status