Masuk"Vaxel Jericho, do you take Clarissa Vicente to be your lawfully wedded wife, to live together in matrimony?" The priest asked. He bends to her ear, his face showing nothing but hate. "I vow to live together in hate, making you spend the rest of your life in agony and pain, and making you pay for the sins of your mother" he whispered to her ear. "To love her, to comfort her, to honor her and to cherish her?" "To hate you, punish you, to break you and get you fucked up" "In good health and in sickness, forsaking all others, until death do you part”? The priest asked. "In depression and in sickness, through tears and even at death we part not" his vows whisper to the ears of his bride. Fear written all over her face, she let the tear drop. This was just the beginning. ~~~ The war between both families, Vicente's and Jericho's, had started years before the heir's were born. Both families would never be seen in the same place at the same time, the mere mention of the name was a problem and caused a rise of anger. But something crazy happens and the heir and heiress of both families fall in love, as they say love happens. Falling in love was a crime and when both families find out about the little love affair between Vaxel and Clarissa the two are separated. Five years later, an accident occurs in Vaxel's welcome party, an accident that forces him to do the forbidden thing. He forcefully marries Clarissa in order to make her pay for the sin she never committed. The sins of her mother.
Lihat lebih banyak"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGClarissa ended the call halfway through her speaking then began following him as he drove.His house was pretty far from his father's old house and it took them a long time to get there. Countless times she'd almost lost him because she was trying to hide from him but they were there finally.From a reasonable distance she watched him get into his apartment. She wanted to go to him but she remembered the pain he caused her and the war between both families.Closing her eyes, she drove out of the area.It was already so late into the evening when he got to his house and staying to watch him get into his house and contemplating took her several other minutes and she was already late.She'd promised Louisa that she would come pick her up and now she was late. She promised to be there by 4: 30 now it was 6pm.She pressed her lips together placing a call through Louisa."Hi best" "Hey. You were late..I waited so I had to go home.""I'm sorry, I'll be home in the next fifteen minutes""I'm
"Sure, I was in the party hall having some chats and drinks when I felt uneasy , I told my husband I was going to use the restroom, since I barely knew a thing. I asked a girl who served drinks where I could use the restroom and she directed me. I walked up to the restroom, when I was done and about getting to the door, the lights in the restroom began flickering. The door was pushed open and someone got in, I really can't remember what happened. I just woke up beside my husband this morning." She explained. "You mean, you didn't see anything else?" "Yes." "How did you faint?" He asked. "I don't know, the only thing I noticed was that I felt the door was opened, not felt, I heard the door crack open but no one walked. If someone did I should have heard but I didn't the next I felt something sting me and that was it." Sje explained. "I'll get to ask you some other questions very soon ma'am your case is quite complicated and we have to get to an end soon. " "Okay."She nodded. ~~~~
The next morning.Louisa and Clarissa climbed down the stairs fully dressed for work. Both ladies had their hair laying on their shoulders. Clarissa was in a velvet colored gown. The gown was tight on her body and showed her every curve, her hips were threatening to tear the sides of the skirt.Louisa smiled seeing the middle aged woman sit on the dining chair."Aunty!" She smiled rushing to her."Baby girl. " She smiled as Louisa bent to kiss her."How are you dear, I've missed you so much.""I'm fine aunty." She took her head up beaming and smiled at the woman."Good morning mom!" Rissa kissed her cheeks."Good morning Uncle" Louisiana moved the forward and placed a kiss on his cheeks."My little liar,"he chuckled."Uncle." She drawled."I see you've stepped up your game." He cracked."C'mon uncle." She laughed."Rissa teaches me all I need to know.""You devil." Rissa glared hard at her attempting to smack her "Don't you dare Rissa. Don't hit my baby" Rissa's mother glared at he
Vaxel sat on the floor of the hospital. The news about the death of his grandmother has spread like wildfire. And his father's house was almost burnt to ashes.He let the tears roll down his eyes, he didn't even get to spend some more time with her. She was gone and would never come back.He had heard about Clarissa's mother's accident; she was also hospitalized too. Was this some sort of welcoming game, what was happening?This question filled his head."Mr Jericho. I am inspector H. Damien. And I've been assigned to investigate the death of your grandmother."Vaxel took his head up when he heard the voice of the inspector."I and my team will interrogate each and every family which attended your welcome party starting from you." Fredrick nodded.Vaxel stood from the ground "We promise to render all support and help, we will tell you all you need to know and in return help us get justice for the murder of my grandma!" Vaxel said he looked so anxiously and miserably sad. His eyes had
Louisa sat on the fountain with Jason, she ate from the bowl of noodles while having a conversation with Jason. He'd forced her to eat something, even if it was a little amount of food. With a chopstick, she took the noodle in her mouth."Where did you learn to cook such noodles? " She asked him, Jas
Clarissa ran down the lobby with her father following behind her."Mom!" She pushed doors, looked into rooms, when she didn't see her mother anywhere in the room, she went to the next door. "Mom!" She kept yelling. She pushed the last door open to see her mother lying on the floor with a knife
Louisa gazed at his back from where she sat in the kitchen stool, Jason had always had a huge body, but five years had past and he looked huger and much more muscular. He had just an apron on with his pants, his shirt was long gone because he prefers cooking without a shirt.Louisa couldn't help but
As much as she wanted to speak she couldn't, she found herself becoming dumb, she swallowed the lumped that formed in her throat.She wanted to push him away, yell at him, hurt him so much for never showing up that night but she didn't know why she wasn't speaking. Why was she letting him get her and
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ulasan-ulasan