Share

BAB 8 - RUANGAN

“Akhirnya aku menemukan pintu masuknya, tapi apa benar Bapak kesini?”

Aku masih memikirkan tentang Bapak, Bapak yang bertubuh gemuk pasti akan kesulitan untuk melewati semak-semak ini. Apalagi pintu depan yang seharusnya dimasuki kini tertutup bilik bambu, sehingga aku harus memutar menyusuri dinding hingga sampai di belakang bangunan tersebut. Dan terlihat sebuah pintu belakang yang sudah rusak dan bisa dibuka sehingga aku bisa melangkahkan kakiku ke dalam.

Baru kali ini aku melangkahkan kaki di bangunan ini, sedari kecil aku tidak diperbolehkan masuk ke dalam beberapa bangunan yang biasanya dipakai untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu di Kampung Halimun, salah satu nya bangunan ini.

Ibu dan Bapak selalu menyuruhku untuk tidak memandangi bangunan ini terlalu lama ketika aku melintas di bangunan ini untuk ke sawah. Dan itu tidak berlaku untukku saja, namun itu juga berlaku untuk anak-anak kecil yang berada di Kampung Halimun. Mereka diingatkan oleh orang tuanya untuk tidak ber
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (14)
goodnovel comment avatar
pujangga manik
mohon maaf.... saat ini saya bikin sequel warung tengah malam dulu yang berjudul KUTUKAN LELUHUR dan sepertinya harus fokus ke cerita itu dulu... mohon maaf halimun hiatus kembali
goodnovel comment avatar
Yuniana Satiti
nunggu lama bgt, ya udah bye". hapus dr pustaka.
goodnovel comment avatar
heri hermanto
Lanjutannya kapan?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status