Dihapus

Cerita "Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku" tidak tersedia lagi di sini.

Ela Setiawati Ela Setiawati

yahh gitu lah kalo orang goblok

2025-10-14 18:25:31
lia latifah lia latifah

sudah selesai baca

2025-04-24 02:14:06

Kakakku membenciku. Dia ingin aku mati. Aku menangis sambil bertanya, "Apa aku bukan adik kandungmu?" Dia tersenyum dingin. "Aku nggak punya adik." Malam itu, aku tewas ditabrak mobil. Dia malah jadi gila.

Novel Terkait
Selingkuhannya Hamil

Selingkuhannya Hamil

Fiction·Atonim

Pada hari aku ketahuan bukanlah putri asli dari sebuah keluarga yang kaya raya, si anak asli menyerbu ke dalam rumah dan menusuk perutku beberapa kali hingga pada akhirnya aku tidak bisa memiliki anak sendiri. Tunanganku sangat marah, begitu pula dengan orang tuaku. Mereka dengan tegas menyatakan tidak akan mengakui anak itu sebagai putri kandung mereka. Untuk menghiburku, tunanganku melamarku secepatnya. Orang tuaku juga menulis surat pernyataan pemutusan hubungan keluarga supaya aku bisa segera sembuh dari cederaku. Kemudian, mereka mengatakan bahwa putri yang tidak mereka akui itu melarikan diri ke luar negeri dan menerima karma dengan dijual ke Myano Utara. Aku percaya pada informasi itu. Enam tahun setelah aku menikah, aku justru melihat putri yang tidak diakui dan seharusnya sedang hidup menderita di Myano Utara itu. Dia sedang bersandar di pelukan suamiku dengan perutnya yang membuncit sambil mendesah. "Kalau saja enam tahun lalu aku nggak marah dan melakukan kesalahan seperti itu, kamu juga nggak perlu menikahi Sisilia." "Untung saja kamu dan orang tuaku memihak padaku. Kalau nggak, aku pasti sudah dipenjara gara-gara si pembohong itu. Dia pasti nggak menyangka aku selama ini hidup di bawah radarnya dan sedang mengandung anakmu." "Begitu anak ini lahir, kamu tinggal cari alasan untuk mengadopsinya dan jadikan putri palsu itu menjadi pengasuh buatku selamanya." "Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, Anton." Sorot tatapan penuh kasih sayang dari putri yang seharusnya tidak diakui itu membuat tunanganku, Anton Raksa, tersipu. "Jangan bilang begitu. Hanya dengan aku menikahinya, kamu baru bisa menjalani hidup tanpa rasa bersalah." "Asalkan kamu senang, semua yang kulakukan itu sepadan." Ternyata suami yang kukira benar-benar mencintaiku itu membohongiku selama ini. Orang tuaku juga membohongiku demi melindungi putri kandung mereka. Baiklah, aku tidak menginginkan mereka lagi!

12.2K Dibaca2025-07-31 11:42:34

Kutertawa Setelah Reinkarnasi: Ketika Sahabat Merebut Takdirku

Kutertawa Setelah Reinkarnasi: Ketika Sahabat Merebut Takdirku

Fiction·Makjos

Sahabatku yang selalu bersikeras menolak pernikahan, justru saat menemaniku melakukan program bayi tabung malah merebut sperma donor yang sudah kupilih. Saat itu aku langsung tahu, dia juga sudah terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, aku ingin punya seorang bayi blasteran, jadi aku memilih melakukan bayi tabung. Sahabatku waktu itu bahkan mengejekku, katanya aku hanya sedang membantu orang asing membesarkan anak, benar-benar bodoh. Tapi siapa sangka, setengah bulan kemudian aku justru dijemput ke keluarga Kerajaan Duraya. Ternyata sperma donor yang kupilih adalah milik seorang pangeran Kerajaan Duraya berdarah campuran dari delapan negara. Bukan hanya hendak menikahiku sebagai putri mahkota, dia juga berjanji menjadikan anak kami sebagai pewaris kerajaan. Aku dan anakku mendapat perhatian penuh dari seluruh keluarga kerajaan, perhiasan yang menumpuk di tubuhku bahkan hampir membuatku tidak kuat menahannya. Sebaliknya, sahabatku justru karena terlalu menyanjung feminisme, akhirnya menyinggung mitra kerja, dipecat dari perusahaan, lalu diblokir di seluruh industri. Saat pesta seratus hari putraku, dia menggunakan seluruh tabungannya untuk membeli tiket pesawat dan datang menemuiku. Namun ketika aku menyambutnya, dia malah membunuh putraku dengan menjatuhkannya, lalu menyiramkan asam sulfat ke tubuhku. "Kenapa kamu bisa seberuntung itu? Dasar perempuan jalang, kamu tidak pantas!" Ketika membuka mata lagi, aku sudah kembali ke hari saat aku mengajaknya menemaniku melakukan bayi tabung.

7.3K Dibaca2025-09-30 13:59:07

Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop

Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop

Fiction·Faisal

Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.

3.5K Dibaca2026-07-17 14:24:42

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Fiction·Sansan

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]

6.4K Dibaca2026-02-24 11:36:55

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - <a href="https://www.goodnovel.com/id/" >Goodnovel</a>. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, <a href="https://www.goodnovel.com/stories/Fantasi-novel" >novel fantasi</a>, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status