로그인"I love you but you love me?" "I sacrificed all my youthful feelings for you, but you refused?!" "If the door of the heart is closed, don't open it again!" ... "You gave me everything, you pursued me for more than 20 years? Is that why forcing me to love you?" "Leave me alone, find someone new!" "Love me, what's the use of you? Apart from sickness and pain, I don't give you anything!" "If that's the case, don't expect to escape from my hand!"
더 보기Pagi-pagi buta. Seorang wanita dengan wajah tanpa polesan make up, tengah sibuk melakukan rutinitas paginya seperti biasa. Dengan semangat pagi, yang selalu membelai jiwanya yang tersakiti oleh takdir, Case Mowelas berusaha kuat menjalani drama kehidupannya.
Sesekali dia bersenandung pelan, sekedar menghibur diri dan menguatkan hati, bahwa Tuhan sedang menguji kekuatannya bertahan hidup.
Wanita berumur 20 tahun itu, seharusnya saat ini menikmati indahnya masa remaja, juga masa menempuh pendidikan. Tapi nyatanya? Case Mowelas, kini hanyalah seorang istri dari Manager marketing pemasaran, Joe Wilianus. Dia juga begitu dibenci mertua dan iparnya.
Bruuccckkkk ....
Wanita yang membawa ember itu pun terjatuh ke lantai keramik, dan membuat lantai dapur menjadi basah. Dia terjatuh, bukan karena licin lantainya, tetapi karena tenaga sang wanita yang sudah sangat lemah.
"Hahaha, dasar bodoh, jalan itu pake mata," ejek Elvina, sembari tertawa keras, melihat ke arah Case yang kesakitan.
"Apa yang terjadi?" tanya nyonya Sabhira, yang juga berjalan menuju dapur, karena terkejut mendengar suara benda terjatuh.
"Liat tuh, wanita bodoh itu sampe terjatuh, dia jalan nggak pake mata," sahut Elvina pelan.
"Case, ada apa?" kini seorang lelaki berperawakan tegap menghampiri mereka.
"Aku tidak apa-apa," jawab Case Mowelas dengan suara lemah, kentara sekali, wanita itu sangatlah lelah.
"Kamu pucat! Jangan terlalu memaksakan diri, bangkit," titah lelaki itu dengan dingin.
Case Mowelas berusaha bangkit, namun dia terlihat begitu kepayahan, mengumpulkan tenaganya. Hal itu, membuat Joe sedikit kesal. Dia pun berniat membantu Case Mowelas untuk berdiri.
"Joe, apa-apaan kamu? Jangan kotori baju kamu yang sudah rapi. Lagian, Case hanya terjatuh biasa, bukan lagi pingsan."
"Ibu benar, aku bisa berusaha sendiri." Case menyahut dengan suara lirih.
"Case, nggak lucu kalau kamu pingsan, hanya karena belum sarapan." Suara Joe Wilianus terdengar penuh penekanan.
"Ah, jangan manja kamu Case, suka sekali cari simpatik. Perempuan itu harus kuat, jika kamu hanya wanita miskin yang tidak memiliki harta dan tahta, setidaknya kamu memiliki skil babu," ejek nyonya Sabhira, disambut gelak tawa keras dari Elvina.
Joe hanya mendengkus, melihat tingkah laku adik dan Ibunya."Dasar wanita," lirih Joe.
"Cih," decak Elvina. "Selalu saja membela wanita ini," lanjut Elvina, memutar bola mata malas.
"Yang bela itu siapa?" Joe menatap galak pada Elvina.
"Semua punya perasaan, termasuk Case." Suara Joe kembali terdengar menyahut, membuat nyonya Sabhira meradang.
"Kalau dia punya perasaan dan harga diri, seharusnya dia tidak menikah sama kamu, Joe. Dalam hidup Ibu, tidak pernah terpikir sedikitpun, bahwa kamu, menikahi pengasuh mendiang Kakek. Ah, memalukan sekali."
"Bu, ini sudah menjadi keputusan mendiang Kakek. Sudahlah, tidak perlu dibahas terus." Joe pun melihat jam, yang melingkar di tangannya.
"Ah, Joe sudah terlambat," gumam Joe.
"Ya sudah sana, cepat berangkat ke kantor," titah nyonya Sabhira. Joe pun menghela napas kesal, dan pergi meninggalkan ruang dapur begitu saja.
Joe yakin, bahwa Case bisa melewati semua ini. Karena biar bagaimana pun juga, sikap Ibu dan adiknya, sudah lama seperti ini pada Case.
"Heh, dengarkan aku! Sampai kapanpun, aku tidak akan anggap kamu sebagai menantu. Jangan kamu pikir, karena sudah berhasil menikahi Joe, hidup kamu akan bahagia, tidak akan," desis nyonya Sabhira, menatap tajam wajah Case.
"Dasar wanita miskin. Kami bahkan tidak tahu siapa ayahmu, bisa jadi, kamu hanyalah anak haram, hasil dari hubungan terlarang," lanjut nyonya Sabhira menghinanya.
"Aku kuatir, jika Ibu tahu siapa aku, Ibu akan sujud sukur dikakiku," batin Case. Namun apalah daya, kini dia hanya bisa terdiam, dan menikmati setiap luka yang mertua, ipar dan bahkan suaminya tancapkan dihatinya.
Setidaknya, dengan melihat senyuman Joe saja, hati Case sudah bahagia.
Meskipun dia tahu, pernikahan mereka bukanlah karena cinta, melainkan hanya karena permintaan kakeknya Joe.Terlanjur sudah berjanji. Case harus menelan pahitnya penghinaan dari keluarga Joe, hanya karena dianggap wanita miskin yang terhina.
Demi pengobatan sang Ibu yang juga menelan biaya besar, Case Mowelas rela mengikuti apapun kemauan Bastara Wilianus termasuk menikah dengan Joe.
Bastara Wilianus, adalah seorang pengusaha sukses dibidang kuliner, dan memiliki beberapa tanah di kota Monarki, dia adalah Kakeknya Joe yang sudah meninggal 5 bulan yang lalu.
"Ibu, sudahlah, Elvina mau berangkat dulu," ucap Elvina. "Dadah babu," ejek wanita itu, sembari tertawa keras, meninggalkan ruang dapur.
"Cepat bereskan kekacauan ini, atau kuhentikan biaya pengobatan Ibumu."
"Jangan," lirih Case. "Baiklah, akan kubereskan secepatnya," lanjut Case dengan perasaan terluka.
"Pinter, makanya hidup jangan jadi miskin," desis Sabhira, sembari berlalu meninggalkan dapur.
Sudah menjadi makanan sehari-hari Case, dihina dan dimaki. Ditertawakan dan direndahkan.
***********
"Tuan Joe, hari ini Presdir Jeremy akan datang, tolong persiapkan semuanya dengan baik," ucap asisten Jeremy melalui sambungan telepon.
"Baik, Tuan Wilson."
Joe yang merupakan Manager disebuah perusahaan raksasa, Giant Company Group ini, selalu menjadi kebanggan keluarga Bastara Wilianus.
Sedangkan Elvina, dia masih berstatus mahasiswa semester akhir. Dan rencananya pun, akan mengikuti jejak sang kakak, berkarir di perusahaan raksasa itu.
Meeting kali ini, membahas prestasi para karyawan Giant Company Group, dan akan diadakan pemberian penghargaan juga bonus, yang akan diadakan di kediaman Jeremy malam ini.
______Makan Malam
"Apa? Aku harus ikut?" Case terkejut, mendengar penuturan Joe.
"Yakin kamu mau bawa dia?" sela nyonya Sabhira. "Lebih baik kamu bawa adik kamu, dan kenalkan dia pada bosmu yang ganteng itu," sambar nyonya Sabhira, dengan mata berbinar penuh harap.
"Bos Joe sudah memiliki tunangan. Cantik dan memiliki karir yang bagus pula. Jadi, rasanya sangat mustahil, jika dia melirik Elvina."
"Maksud kakak apa?" Elvina merasa tersinggung dan tidak terima.
Meja makan menjadi sedikit ribut, membuat Case Mowelas semakin tidak berselera untuk makan lagi.
"Lagian, membawa wanita buluk begini, apa nggak bikin malu," cibir Elvina.
Annie controlled his emotions quite well, so there was no problem with this. She coldly pushed Andy's hand away.However, he was still held tight. Whatever he wanted to do, she didn't care.Now she was too tired.Andy didn't do anything too much, he just hugged her in his arms, rested his head on her shoulder and said many secret thoughts:“You know, nearly 2 years ago, the day you decided to break your relationship with me, I was very sad. I know that you already have someone you like, you've been waiting for him for 18 years.Just thinking about the figure of a girl with a smile as bright as a blooming flower pulled me out of the darkness that made me unable to control myself.I know you left me because of him, but why don't you think about moving on to someone else? Try changing the sky?Life is ironic, I still love you passionately. I cannot forget. I waited for you, waited for you forever, you still didn't come back.Then when I was desperate, I found out that she had studied med
As soon as he got there, what caught his eyes at this moment was that familiar silhouette, the slender back was turning his back and walking very fast.The man's eyes were filled with sadness. He stared at her, watching her every step.Annie had just finished the conversation when immediately, Vivian called Robert. Fortunately, the place he was standing was only a few kilometers away from this castle.After a while, Annie drove away, leaving Robert hiding in the car behind an old tree, watching the Ferrari getting farther and farther away.When she was sure she was gone, Robert went down and went straight into the house. A little hasty, a little hasty. However, he kept his appearance as calm as possible. As soon as he entered the great hall, he once again witnessed the image of his mother falling into thought.Unlike the impatience and impatience of the previous time, now, Vivian speaks softly and gently says:"Come over here, I have something to tell you!""What do you want to talk a
A few days later..."Uncle, where are you? Can I come over to see you in a bit?"The voice is quiet and gentle. At a glance, who would have thought that the speaker was very sad?! After saying that, Annie Hathtrick hung up the phone, raised his head to the blue sky, and looked into the distance.Her heart was restless and restless. Know what to do when your heart is aching. Just thinking about having to say goodbye, her heart was reserved, strangely painful.Commanding her to restrain herself, trying to erase that shadow, the man she followed for more than 20 years of her life. Love that?! Where can you say that giving up is giving up, forgetting is forgetting where?She crossed her arms over her forehead, deep in thought. Anyway, everything will end, just consider that night as a mistake, and it will all be over.Vivian Bermain on the other end of the line was a little confused. This voice! As soon as she heard it, she realized that her mind was troubled, her emotions were unstable.
Soft light shines through the window. The sound of rushing water made little Annie wake up. She unconsciously looked up at her body, she saw that her body was naked, above all there were deep kiss marks, Hickey marks on it.What happened last night, last night?Her head ached, and her memories flew away in an instant. Until now, no matter how drugged she was, she remembered everything. So why not now?She was worried, overwhelmed with fear. Who is that man?"Safes"The sound of turning on the water lock sounded, and Robert Pringle wrapped a towel to cover the area that needed to be covered, then revealed his strong abs and muscular body.His dark skin made him look extremely healthy.Seeing a familiar figure come out, Annie was dumbfounded for a moment. Robert coldly said:"Are you awake?"Annie still couldn't believe his eyes, so he slapped his face hard. Turns out it wasn't a dream.“It's true. It was you who took advantage of me!”Robert Pringle spoke, each word turned into a knife
3 months later…“Annie Hathtrick, we love you…”"Annie Hathtrick has gone back to school!"“Annie Hathtrick…”Finally, after nearly 3 months of hospitalization, Annie Hathtrick was able to return to school. Her head no longer hurts but her heart is still empty and lonely. Since that rainy day, she
2009…"Stay away…""Go somewhere else to play!""Annie Hathtrick, are you crazy?"…"Robert Pringle, wait for me...""Robert, why are you going so fast?""Robert, why are you so cold?"2013...The weather turned windy, and cold air rushed to bring each snowdrop that slowly fell from above. Shanghai
Robert put his lips on hers, giving her a passionate kiss. A deep kiss filled with cherished feelings from childhood to adulthood mixed with the salty taste of tears. In the deepest depths of Annie appeared many strange thoughts.Marriage for the sake of the family brought her to him. More than 20












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.