LOGINOn the day Zachary Lake stands at the pinnacle of global technology, accepting his award, I'm lying in a hospital bed, abandoned by doctors because I can't afford treatment for kidney failure. On TV, the host asks him to call the person he's most grateful for. Without hesitation, he dials my number. "Shannon, do you regret leaving me?" he asks. I clutch the astronomical medical bill in my hand, the paper crumpling beneath my fingers. Forcing a light tone, I reply, "Can you take me on as your kept woman now that you're a big deal?" On screen, his face remains expressionless as he hangs up without a word. Then, his cold voice pierces through the broadcast. "Now, I have nothing to feel grateful for." But what he doesn't know is that when he was on the brink of death years ago, I was the one who gave him my kidney.
View More"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGAfter getting my permission, Zachary simply moved into the hospital. Compared to me—someone already close to death—he seemed even more desperate to cherish every second we had left."Shan, does this one look good?" He handed me a screen.I tilted my head to look—it was a stunning wedding dress. The pure white skirt was dotted with expensive diamonds, sparkling brilliantly under the lights."It's beautiful.""Once you're better, let's get married in this," he suggested. I knew he was just trying to soothe both of us with empty dreams, but for a fleeting moment, I truly believed in the future he painted."Sure. What about your groom's outfit? If I'm wearing something this beautiful, you'll have to look handsome, too."He didn't answer. Instead, he flipped the tablet face down onto the bed, pulled me into his arms, and planted a soft kiss on my forehead.Then, he handed me a cup of warm milk. I drank it slowly, sip by sip while noticing the redness creeping into his eyes."After I
When I opened my eyes again, I was met with the familiar ceiling. But unlike before, the person sitting beside me wasn't Wendy—it was Zachary."Shan, you're awake." Sensing my movement, he immediately opened his eyes.It looked like he hadn't rested properly for days. There were dark shadows under his eyes and a scruffy layer of stubble around his mouth.Seeing me regain consciousness, a flash of joy crossed his face, but it was quickly swallowed by overwhelming guilt."I'm sorry, Shan. I didn't know. It's all my fault…""N-no…" I wanted to tell him that it was fine, but after being unconscious for so long, all I could manage was a hoarse groan.He sniffed hard, like waking from a dream, and hurriedly wiped away the tears that had gathered in the corners of my eyes. After that, he rushed off in a panic to call the doctor.My body recovered faster than anyone expected.The clue I had left behind that day worked. Before Mildred could do anything to me, the police had already lock
Under the persistent persuasion of Wendy and the Shaw siblings, I decided to accept treatment. Yuri, tormented by my record of noncompliance, would show up every day carrying a handful of colorful pills, refusing to leave until he saw me take them all.Wendy and Ms. Rose also took turns keeping me company. They wouldn't let me go online, so every day, they racked their brains to tell me about fresh news and funny stories with vivid expressions.We all knew waiting for a matching kidney in such a short time was like chasing a fantasy. But we all wanted to give it a try."I'll go buy you some food, Shannon. What do you want to eat?""I'll just go to the cafeteria, too."After lying in bed for half a month, I decided to go out for a bit. The moment Wendy heard that, her whole face lit up with joy. She wouldn't let me walk, so she borrowed a wheelchair.On the way back, she spotted someone selling candyfloss outside the hospital fence and said she wanted to buy me one.I didn't want
Zachary didn't believe what Ms. Rose said. His eyes widened, and his body shook uncontrollably."That's nonsense!"Seeing as he was about to waver, Mildred quickly stood up and shielded him behind her."Everyone knows Zachary's kidney came from a kind-hearted, deceased organ donor. You people are unbelievable! You'd even lie for money.""You—"Ms. Rose was about to argue in my stead, but I raised my hand to stop her. I swallowed the metallic taste in my mouth and forced out a smile. Maybe it was my bloodstained smile that horrified them. Mildred's and Zachary's expressions both turned a little strange."Ms. Jameson is right. My body has nothing to do with Mr. Lake. The wine… I've finished it. Please don't trouble me again in the future.""What did you just say?"Before I could respond, the sound of ambulance sirens blared nearby. Ms. Rose turned around, fought back her tears, and helped me onto the stretcher.Zachary seemed like he wanted to follow, but someone beside him st












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews