Mag-log inJune, a young, naive beauty, lands her dream job as a secretary in New York’s most luxurious hotel, The Grand Hotel. She believes that her life is finally beginning, but unknown to her, the young billionaire CEO Alex Smith demands that she be picked for reasons far beyond her resume. To Mr. Alex Smith, June isn’t just another face, but the girl involved in a tragedy that shattered his life and cost his mother. What was meant for revenge leads to workplace romance and marriage, until Alex’s hurt began to resurface. A tragic accident wipes her memory, offering a second chance full of deception and betrayals. Will they find love again or is this the end for them?
view more“Rangga, maafkan aku karena sudah mengecewakanmu. Aku memang main pernah belakang dengan bosku dua tahun terakhir.”
Ucapan Jojo, istri Rangga, dua bulan yang lalu masih terngiang di kepala Rangga.
Selama ini Rangga hanya setia kepada satu wanita, tetapi wanita itu telah mengecewakannya. Walaupun ada banyak wanita yang berusaha menggoda Rangga, tapi Rangga tidak pernah memberi mereka kesempatan untuk mendekatinya.
Tapi, sejak Jojo mengakui semuanya kalau dia pernah berselingkuh dengan Rahul, bosnya, maka hati Rangga menjadi sangat kecewa. Dia menjadi sangat murka akan kehidupannya.
Sejak itu Rangga mulai mencari cara untuk membalas dendam kepada biang keladi kehancuran rumah tangganya, orang yang mengajak Jojo masuk ke dalam kemaksiatan, masuk ke dalam perselingkuhan, pengkhianatan yang melukai hati Rangga.
Dan hari ini, Rangga akhirnya mulai melakukan apa yang menjadi rencananya itu!
Rangga melangkahkan kakinya untuk pertama kali ke rumah Rahul. Inilah caranya untuk membalas kekecewaan tersebut, yaitu dengan masuk ke rumah Rahul sebagai sopir pengganti.
Saat Rangga melihat pria itu, dia hampir tidak bisa menahan diri. Tangannya terkepal, wajahnya mengeras. Pria tua yang tidak pantas menjadi saingannya ini telah berselingkuh dengan istrinya selama hampir dua tahun!
Rahul menatap Rangga. "Jadi kamu sopir baru yang dibilang Yopi itu?"
"Iya, Pak. Nama saya Rangga."
"Oke. Antarkan aku ke kantor."
"Mari, Pak Rahul."
Saat Rahul melewatinya, Rangga hampir saja melepaskan amarahnya. Namun, dia memiliki rencana jangka panjang untuk membalas dendamnya, jadi dia mengendalikan diri.
Sesampainya di kantor dan setelah menurunkan Rahul, Rangga memperhatikan kantor itu. Di sinilah semuanya bermula. Di sinilah istrinya beberapa kali dilecehkan hingga akhirnya tidak berdaya dan berakhir menjadi selingkuhan Rahul.
Tiba-tiba Rahul yang sudah meninggalkan mobil sambil menelepon kembali mendekati Rangga. "Kamu langsung balik ke rumah, lalu jemput Tineke ke mall. Mengerti?"
"Bagaimana dengan Bapak?"
"Mungkin aku akan memakai sopir kantor kalau aku harus keluar. Oke, kamu pulanglah."
"Baik, Pak."
Dalam perjalanan kembali, Rangga menerima telepon dari Jojo, istrinya. "Apa maumu, Jojo?"
"Kamu ke mana, Rangga? Kenapa tidak ada di rumah?"
"Aku sedang kerja lapangan."
"Hah? Bukannya kamu biasanya cuma kerja di depan laptop?"
Sebelum ini, Rangga memang seorang trader dan hanya bekerja dari rumah. Selama 2 tahun ini, pekerjaannya itu telah menghasilkan uang milyaran untuknya, tetapi jumlah itu tidak pernah diketahui oleh istrinya.
Rangga memang ingin membuat kejutan kepada istrinya, ingin membuat sebuah perusahaan besar dan juga membuat apartemen mewah untuk istrinya, untuk jadi kejutan ulang tahun pernikahan bagi istrinya.
Tapi kejutan itu belum juga dia katakan, karena kejutan dari istrinya sudah lebih dulu menerpa hidupnya.
"Sekarang aku mau sambil kerja lapangan melihat-lihat kompetitorku supaya bisa mendapatkan hasil lebih baik," bohong Rangga.
"Oke. Kamu silakan kerja lapangan, aku akan tinggal di rumah dan tidak akan bekerja lagi. Aku puas dengan penghasilanmu, yang penting keluarga kita tetap utuh."
Rangga mendengus. Sejak menikah dengan Jojo, sebenarnya dia sudah mendapatkan kepuasan hidup. Dia merasa semua yang dia inginkan sudah tercapai dengan kehadiran Jojo apalagi dengan kehadiran dua buah hatinya dengan Jojo.
Dia ingin meninggalkan Jojo setelah perselingkuhannya terbongkar, tetapi tidak sanggup karena anak-anak mereka sangat berharap orang tua mereka tetap bersama.
"Jam berapa kamu pulang, Rangga sayang?" tanya Jojo dengan nada lembut. Sungguh berbeda dari sebelum Rangga memergokinya selingkuh.
Jojo dulu begitu cuek dan dingin. Kini, wanita itu jadi berubah peduli, dan terus berbicara dengan nada mendayu, tapi Rangga tidak akan terjebak lagi.
"Aku tidak tahu. Mungkin tidak akan pulang."
"Rangga, kamu tidak sedang meninggalkan aku, kan?"
"Kalau aku ingin meninggalkanmu, aku sudah membawa anak-anak kita pergi, tapi aku tidak melakukannya, kan?"
"Iya, memang."
"Aku cuma ingin menenangkan diri sambil kerja lapangan. Dua hari lagi aku pulang."
"Baik, Rangga. Aku akan menunggu sampai kamu pulang dan akan selalu memperhatikan anak-anak kita.”
**
Saat Rangga telah kembali ke rumah Rahul, Tineke yang sudah berdandan cantik itu keluar. Dia bahkan sengaja menggesekkan buah dadanya yang sintal ke lengan Rangga, hingga membuat Rangga kaget.
Tineke menatapnya penuh arti. Sebuah godaan sudah mulai dilayangkan.
Ternyata, istri kedua Rahul sebinal ini?
Sekarang, Rangga yakin bahwa rencana pertamanya akan bisa dilaksanakan dengan sangat mudah.
Tapi Rangga pura-pura tidak mengerti. Dia masuk ke dalam mobilnya dan bertanya, "Nyonya Tineke mau belanja di mana, Nyonya?"
Tineke nampak berpikir sebentar kemudian dia berkata, "nampaknya aku tidak jadi belanja deh."
"Kenapa begitu, nyonya?"
"Sekarang ini aku lebih suka refreshing di hotel." Dari posisinya di jok belakang ini, Tineke menatap penuh arti ke arah Rangga lewat kaca di atas pengemudi.
"Oh, aku mengerti, tante. Tante mungkin capek. Ehm, berarti tante ingin menginap di hotel dan aku harus menjemput Tuan Rahul, begitu, kan?" pancing Rangga.
"Eh, jangan. Bapak sedang sibuk di kantor. Biarlah dia di kantornya. Aku tidak mau mengajaknya ke hotel."
"Baik, nyonya. Berarti nyonya ingin menikmati fasilitas hotelnya. Mungkin menikmati spa-nya, kolam renangnya atau semacam itu. Iya kan?" kata Rangga sambil mulai mengemudi.
"Aku nggak mau. Aku pengen sekali ke hotel bukan untuk menikmati fasilitas seperti itu tapi aku ingin berduaan dan dengan seseorang di hotel. Tapi bukan bapak ya."
Cerita sudah mulai menjurus tapi Rangga masih pura-pura. Dia masih berlagak pilon. "Oh, jadi nyonya akan menginap dengan teman nyonya, ya? Bestie-nya nyonya, ya?"
"Nggak. Buat apa? Aku lebih baik menghabiskan waktu dengan bestie-ku saat di klub malam atau di lagi shopping tapi tidak saat di hotel. Saat di hotel, aku ingin menikmatinya dengan seorang lelaki. Tentu saja."
Saat ini Rangga terdiam. Rangga biarkan Tineke menceritakan dengan jelas akan maksud perkataannya itu. Rangga yakin, dari ekspresi Tineke, sepertinya wanita itu mulai tertarik padanya.
Setelah sempat terdiam, Tineke nampaknya mulai tidak tahan. Dia kemudian memajukan tubuhnya sehingga harum semerbak parfum yang dia pakai menyebar sampai ke hidung Rangga. "Bagaimana denganmu? Apa kamu mau menemani aku di hotel?"
Her mom’s stay went by like a breeze, and in no time, she had to return to Australia.At Alex’s office in the Grand Hotel.“Seriously, you have to start paying me for all the counseling services I render to you. I can’t imagine how much I’d have made by now if I charged you for every time I gave you advice, man.” David laughed, trying to make the air less tense by making up jokes, hoping to pull a smile from Alex.“Well then, maybe with all that money you’d be able to finally get a girlfriend.” Alex chuckled, though his eyes still maintained the hollowness devoid of the emotions his face was trying to portray.David’s smile slowly faded as he noticed Alex’s countenance and decided to quit with the jokes before they lost effect.“Are you and June still not able to make things work, even after she lost her memories? It doesn’t make sense that she’d be able to remember how things were between you two before the accident.”“It doesn’t make sense, yes,” his tone low and firm.He paused for
Somehow, it was so easy for her to remember everything between her and Christian, but with Alex, it was as though her mind blocked off all the memories, maybe to protect her from things better left unremembered, she thought.10 a.m. the following day. The morning sun’s rays streamed into her room, illuminating the place.June woke from sleep, but her eyes remained closed. She was too lazy to get out of bed, so she lay there, half-asleep.The memories of the previous day came flooding back, and she let out a soft exhale.She stretched her arms out and, while yawning, stretched her legs. Her right foot hit against something.“What’s that?” she wondered, kicking against it.“Ouch!” a familiar voice exclaimed. Her eyes bolted open.“Mom?” she called out, blinking rapidly to clear her vision.“Mommy!” she cried, reaching toward her mother for a hug. Her mom embraced her passionately.“You are here, when-how? You should have at least woken me up, mummy,” she said, her voice babyish.“You s
After they met at the opera, Christian started making more time to see her and eventually became a dear friend of hers.One day, Alex and June had a heated argument. She didn’t want to go home to face him; she needed somewhere to clear her head.She thought it’d be a good idea to spend some time with her friend Christian. Being around him was always a breath of fresh air.Like her knight in shining armor, he came running after her. He reserved a private dining room at Velaré where they could meet.She was skeptical about being alone with him behind closed doors for the first time, but he seemed so harmless. What harm could someone so sweet possibly do? Anything was better than seeing Alex anyway.The restaurant was exclusive enough for someone of her caliber to meet with him without raising public suspicion.Christian got to the place early so that he would already be there when she arrived. As soon as she opened the dining room door, he stood from his seat and pulled out a chair for
“Don’t worry, it was a mistake and not your fault okay.” “I insist.” They were both kneeling, neither willing to let anyone else pick up her items scattered on the floor. June raised her gaze into his. He was relentless—determined to help. Insisting on picking up her things herself seemed disrespectful, so she stood up and allowed him to do it. He smiled mischievously, gathered her things into her bag, and handed them over with both hands, as if they were of great importance to him. “Here you go.” “Thank you,” she said, accepting the bag. She gave him a polite smile and walked off without waiting for a response. He stayed back, intentionally giving her some time to walk in before he joined. June walked across the lobby, her heels tapping softly against the floors, the low murmur of voices fading behind her. Ahead, the auditorium doors stood tall and closed, guarded by a pair of silent ushers in black suits. As she approached the doors, someone brushed her hand ag
She held onto him even tighter as she beheld the scene. It was like a fashion show; the only difference was that everyone was a model.With every dress she saw, each seemed more lavish than the last.“Wow,” her mouth shaped without a sound.Identical round tables with name plaques on top were widel
“Look, to make this work, we need to work together. I assure you, I will break them up, and you can get your shot at him, but you have to play your part as well.”“What part?” Martha asked, slightly furrowing her brows in a frown stare.“You ask too many questions love. Don’t worry, I’ll call you w
Her eyes slowly looked down to where he had placed his hands on her face and like a dirty rag, she picked it up and tossed it out.“Who do you think you are, to touch me in such a manner?”“Why am I even wasting my precious time on you?” she muttered.“Excuse me, I have somewhere to be.”He laughed
“Based on these MRI results of Mrs. Smith, it’s most likely that she will experience temporary memory loss due to the swelling observed,” said Dr. Joyce, her face clouded with concern for Mr. Alex Smith. Mr. Alex Smith let out a deep sigh, his eyes filled with fear and almost in tears but he quic






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.