She Marries The Wrong Brother

She Marries The Wrong Brother

last updateLast Updated : 2026-01-16
By:  Livia ValeOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
22Chapters
1.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

She agreed to marry the man she had been promised. She woke up beside the man she was never meant to choose. By the time she realizes the truth, it is already too late. The vows have been spoken. The documents signed. The marriage is legal, binding, and irreversible. The man she married is not gentle, nor apologetic. He does not explain himself. He does not beg for forgiveness. Instead, he watches her with calm authority and tells her what no one else will. This was never a mistake. Trapped in a marriage she never consented to, she is pulled into a world ruled by power, silence, and family secrets that refuse to stay buried. Every step she takes is measured. Every decision has consequences. And every attempt to escape only tightens the grip around her life. Between two brothers bound by rivalry, resentment, and unfinished history, she becomes the center of a war she never saw coming. One brother wants her back. The other refuses to let her go. What begins as fear slowly turns into something far more dangerous. Something that blurs the line between control and desire, resistance and surrender. In a marriage born of deception, the most dangerous question isn’t how she ended up here. It’s whether she will ever be able to leave… or if she will choose to stay.

View More

Chapter 1

Chapter One

"Zea Sayang, nanti malam sepulang kuliah kamu harus menemui Daren di Restoran Luxe."

Zea Mahendra hampir tersedak susu yang baru saja diteguknya. Gadis berusia 21 tahun itu meletakkan gelas kaca ke meja makan hingga menimbulkan benturan yang lumayan keras.

"Lagi, Ma? Perjodohan konyol itu lagi?" desah Zea sembari memutar kedua bola matanya malas.

"Zea kan sudah bilang berulang kali ke Mama, Zea belum mau menikah."

"Tentu saja kamu harus ikut, Zea. Tidak ada alasan untuk menolak kali ini," potong Papa Bastian yang sejak tadi fokus menatap layar tablet kantor. Suara pria paruh baya itu terdengar tegas tanpa bantahan.

"Perusahaan Mahendra Group sedang berada di titik yang sangat kritis. Hanya investasi dari keluarga Elvano yang bisa menyelamatkan bisnis Papa dari kebangkrutan. Lagipula Papa dan Mamamu ini sudah berteman lama dengan orang tua Daren."

Zea mengerucutkan bibirnya, menatap kedua orang tuanya bergantian dengan wajah cemberut. "Tapi masa Zea yang harus ditumbalin sih, Pa? Zea bahkan tidak kenal siapa itu Daren Elvano. Jangan-jangan dia pria tua bangkotan yang tidak laku."

"Hush, kalau bicara jangan sembarangan," tegur Mama Siska lembut sembari mengusap bahu putri tunggalnya itu.

"Daren itu masih muda, umurnya baru dua puluh sembilan tahun. Pria yang sangat bertanggung jawab, tampan, dan sukses memimpin Elvano Group. Kamu itu beruntung dapat pria seperti dia."

"Tetap saja Zea tidak mau. Di zaman sekarang mana ada sih perjodohan paksa begini?" sungut Zea masih berusaha menawar. "Lagipula Zea masih kuliah, Pa. Cita-cita Zea masih banyak."

"Menikah tidak akan menghalangi kuliahmu, Zea," balas Papa Bastian tenang tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya.

"Daren pria yang berpendidikan, dia pasti mendukung pendidikanmu. Yang penting sekarang kamu bantu keluarga kita dulu."

"Bantu bagaimana kalau Zea saja tidak sreg dari awal?" Zea mendesah makin keras, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan dada terlipat.

"Kenapa Papa tidak cari investor lain saja sih? Kenapa harus tumbal anak sendiri?"

"Zea, jaga ucapanmu," tegur Mama Siska dengan nada lembut namun penuh penekanan. "Tidak ada yang menumbalkanmu. Ini demi masa depanmu juga. Daren itu pilihan terbaik yang bisa Papa dan Mama berikan."

"Terbaik dari mananya kalau Zea tidak kenal?" gumam Zea pelan, membuang muka ke arah jendela ruang makan.

"Khusus untuk nanti malam, Mama mohon padamu... tolong jaga sikapmu, Zea," lanjut Mama Siska mengabaikan gerutuan sang anak.

Zea mengangkat sebelah alisnya, menatap ibunya kembali. "Jaga sikap bagaimana maksud Mama? Selama ini Zea selalu menjaga sikap kok."

"Maksud Mama, tolong bersikaplah normal nanti malam," jelas Mama Siska sabar.

"Jadilah gadis yang elegan, sopan, berkelas, dan tampak seperti wanita baik-baik di depannya. Jangan buat Mama malu dengan tingkah barbar dan asal-asalanmu itu. Jangan mengunyah terlalu keras, jangan bicara blak-blakan, dan pakai pakaian yang pantas."

"Papa juga tidak mau mendengar ada laporan kamu bertindak tidak sopan di depan Daren," timpal Papa Bastian tegas. "Restoran itu tempat umum berkelas, jaga nama baik keluarga Mahendra."

Zea mendengus pelan, memutar matanya bosan. "Iya, iya. Nanti Zea bakal duduk manis seperti patung. Tidak bicara kalau tidak ditanya, makan seperti putri raja. Puas?"

"Satu hal lagi yang paling penting dan wajib kamu ingat baik-baik," raut wajah Mama Siska mendadak berubah sangat serius.

Ia menunduk, menatap Zea tepat di manik matanya dengan raut penuh kecemasan. "Jangan pernah sekali-kali kamu bertindak lancang dengan menyentuh tubuh Daren."

Dahi Zea berkerut makin dalam. Rasa penasaran mulai menggerogoti pikirannya. "Memangnya kenapa? Dia punya penyakit kulit menular? Atau dia pakai susuk sampai tidak boleh disentuh?"

"Bukan bercandaan seperti itu, Zea," tegur Mama Siska menepuk pelan lengan Zea.

"Daren mengidap haphephobia berat sekaligus alergi imunologis yang sangat langka terhadap kontak fisik wanita."

"Alergi sentuhan wanita?" Zea spontan menaikkan nada bicaranya. "Kondisi aneh macam apa itu, Ma?"

Zea tertawa kecil, menganggap penjelasan ibunya terlalu dibuat-buat dan tidak masuk akal. "Zea baru dengar ada cowok alergi sama cewek. Alasan macam apa itu? Paling dia cuma sok jual mahal atau ketus saja sama wanita."

"Mamamu tidak sedang bercanda," pangkas Papa Bastian ikut menimpali.

"Rumor di dunia bisnis menyebutkan, ada seorang sekretaris baru yang sengaja menyentuh lengannya saat menyerahkan dokumen. Hari itu juga, wanita itu tidak hanya dipecat, tapi kariernya dihancurkan total oleh Daren sampai tidak bisa bekerja di mana pun. Daren tidak akan segan-segan menghabisi siapa pun wanita yang memicu alerginya kambuh."

Zea terdiam sejenak. Penjelasan panjang lebar dari kedua orang tuanya justru tidak membuat Zea takut. Informasi medis itu malah membuat sebuah gagasan licik dan liar terlintas di benaknya.

Alergi sentuhan wanita? Haphephobia? Pingsan dan murka kalau disentuh?

"Jadi, Zea... tolong ingat kata-kata Mama," wanti-wanti Mama Siska sekali lagi. "Jaga sikapmu nanti malam. Jangan sampai kamu memicu masalah besar dengan Daren. Jangan sentuh dia sedikit pun."

Zea mengangguk-angguk cepat. Senyum tipis yang tampak patuh dan manis mengembang di bibirnya. "Iya, Ma, Pa. Zea mengerti kok. Zea janji bakal 'menjaga' sikap Zea nanti malam di depan Om Daren itu."

"Bagus kalau begitu. Nah, sekarang habiskan sarapanmu lalu berangkat ke kampus. Jangan sampai terlambat masuk kelas," ucap Papa Bastian merasa lega.

"Tidak usah dihabiskan deh, Zea sudah kenyang dengar kabar perjodohan ini," jawab Zea cepat sembari meraih tas punggungnya dari atas kursi.

Gadis itu langsung berdiri tegap. "Zea berangkat kuliah dulu ya, Ma, Pa."

Setelah mencium pipi Papa Bastian dan Mama Siska secara bergantian, Zea melangkah lebar menuju pintu depan rumahnya.

Begitu melangkah keluar rumah dan berjalan di area garasi, raut wajah lugu dan penurut yang ia tampilkan di meja makan seketika sirna tanpa sisa.

Zea menghentikan langkah tepat di samping pintu mobilnya. Gadis itu menyeringai puas sembari mengusap dagunya dengan jemari lentiknya. Manik matanya berkilat penuh dengan intrik nakal.

"Alergi sentuhan wanita, ya?" gumam Zea pelan pada dirinya sendiri.

Gadis itu terkekeh sinis, membayangkan kekacauan luar biasa yang akan ia ciptakan di restoran nanti malam.

"Lihat saja nanti malam... bagaimana Zea yang 'sopan' dan 'elegan' ini akan beraksi!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status