MasukThe housekeeper’s daughter, Selena Greene, deliberately chose to get married on the same day, at the same hotel as me. When our cars passed each other on the way to our weddings, she rolled down her window and asked to switch my bridal bouquet with hers. My bouquet, however, wasn’t just any bouquet. It was hand-carved from priceless jadeite by my grandfather himself—a one-of-a-kind heirloom and his blessing for my wedding day. “Trish,” she pleaded softly, “please. I’ve sacrificed so much for this wedding. I just want it to be perfect. I’ll give it back to you as soon as we get out of the cars.” My heart softened. Against my better judgment, I handed her my bouquet and took her cheap, plastic flowers instead. However, when we stepped out of our cars, she refused to return it. Worse still, during her ceremony, she tossed my jade bouquet onto the floor, shattering it into countless pieces. That bouquet had been my grandfather’s way of being present at my wedding. It was all I had left of him. Yet, in front of everyone, Selena put on an innocent act and accused me, “Who takes back a bouquet after a switch? A glass bouquet like this is all over online shopping platforms for ten bucks. I’ll just pay you back. Trish, you’ve made my life hard enough on normal days. Do you have to humiliate me on the most important day of my life, too?” Furious, I confronted her, but she ducked behind my fiancé and my brother, wiping at her eyes like the victim. My fiancé immediately went to comfort her, leaving me standing alone at the ceremony, humiliated and ridiculed by everyone. My brother, too, called me cruel and heartless. He cut me off financially and threw me out of the family home. Selena’s husband, having quickly risen to success with the help of powerful backers, unleashed his relentless revenge on the now penniless and alone me. In the dead of winter, hired thugs found me and brutalized me to death. And Selena? She became their princess, adored by all three of them. I sank into darkness, full of rage and regret. However, when I opened my eyes again, I was transported back to the day of the wedding.
Lihat lebih banyakHarta yang paling terindah adalah keluarga.
Mungkin kalimat tersebut sudah tidak asing lagi kita dengar, namun keindahan kalimat itu tidak memiliki arti apapun bagi keluarga multimiliuner Kohlberg.
Berdasarkan data Forthebest periode Desember, tahun ini, total kekayaan bersih para pengusaha Indonexia naik US$ 5,6 miliar atau setara dengan Rp 78,40 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) dari tahun sebelumnya, menjadi US$ 134,6 miliar atau Rp 1.884 triliun.
Dalam daftar tersebut, ada seorang pengusaha yang tercatat memiliki kekayaan dan pusaka yang tidak akan habis sampai tujuh generasi, sekalipun setiap harinya melakukan transaski pembelian hingga mencapai miliaran rupiah.Joseph Julius Kohlberg, 89 tahun. Di usianya yang sudah senja, mengalami sakit keras dan harus menjalani kesehariannya di atas kursi roda maupun terbaring di ranjang 'rumah sehat' pribadi miliknya, Kohlberg House of Health.
Pria tua ini pun terkenal menolak menggunakan istilah rumah sakit, karena menurutnya tidak elok jika kita mengumpamakan sebuah rumah—tempat yang seharusnya kita bangun dengan kebahagiaan di dalamnya—diberikan label sakit.
Multimiliuner Kohlberg dikenal sebagai pribadi yang sangatlah dermawan, mendirikan Kohlberg Foundation of Neuroscience dimana setiap tahunnya para peneliti memiliki suntikan dana sekitar Rp 10 triliun untuk riset pengembangan obat-obatan, vaksin, maupun segala hal yang menunjang kesehatan fisik maupun mental masyarakat.
Tidak berhenti sampai di situ, pak Jos—nama yang lebih dikenal khalayak banyak; bahkan sedang membangun yayasan dan sekolah yang akan digratiskan untuk anak-anak berbakat, memberikan kesempatan beasiswa setiap tahunnya secara intensif.
Akan tetapi filosofi serta kebajikan pak Jos tersebut diabaikan oleh salah satu anaknya sendiri; John Julius Kohlberg, anak bungsu dan paling angkuh di antara keluarga besar Kohlberg yang memiliki signature 'JJ' di setiap tanda tangan maupun properti miliknya.
Bagi JJ, harta keluarga harus dibagi secara adil dan hanya itu yang menjadi fokus utama dirinya. Tidak ada simpati, terlebih empati bagi kesehatan ayahnya sendiri.
Potongan rambut hitam legam pendek namun agak berantakan di bagian atas dan undercut pada bagian samping, lengkap dengan matanya yang indah kemilau biru laut, JJ sering menghipnotis lawan jenis tanpa ia sadari, terutama kasir tempat dimana dia membelanjakan barang mahal seperti parfum, pakaian, maupun sepatu.
Di sisi lain, John memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat disiplin dan sangat berpengaruh baik dalam bidang bisnis dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Matthias Julius Kohlberg, sering disapa Matt. Pria lajang berusia sekitar 30-an yang rajin bekerja dan berolahraga.
Perbedaan usia serta karisma antara Matt dan JJ terbilang cukup signifikan dan kontras walaupun keduanya memiliki persamaan dari segi ketampanan serta warna kulit yang tidak terlalu putih namun terbilang eksotis apabila disejajarkan dengan supermodel Axia.
Postur tubuh kakak beradik ini tinggi dan sangat atletis; sehingga banyak wanita muda dan kaya sangat tertarik dan berlomba-lomba ingin mendapatkan perhatian dari Kohlberg brothers ini melalui media sosial ataupun acara pertemuan resmi lainnya.
Berbicara mengenai media sosial, Matthias dikatakan cukup misterius karena tidak dapat mudah ditemukan di ranah dunia maya. Privacy merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi dirinya. Mungkin hanya LinkedInc satu-satunya yang dapat diakses publik untuk mendapatkan informasi formal mengenai dirinya. Tidak lebih.
Sementara John sangatlah terbuka karena selain gaya hidupnya yang glamor, ia bahkan memiliki akun terverifikasi Instagrand mencapai jutaan pengikut serta kanal YouToo pribadi JJGAMING yang berisikan vlog berisi permainan daring yang dilakukannya dengan membawa taruhan besar; apabila dirinya dan tim yang dibentuknya kalah, makan tim lawan berhak memiliki mobil atau motor sport yang ia pertaruhkan.
Mirisnya hal tersebut bahkan menjadi viral dan publik menantikan setiap unggahan John walaupun isinya tidak lain hanya konten tidak mendidik dengan kata-kata kasar yang terlontar, perjudian, serta merusak mental generasi muda dengan apa yang disuguhkannya.
Tampan, modis, atletis, dan selalu memamerkan harta kekayaan yang sebenarnya bukan hasil kerja kerasnya, bahkan dijadikan material perjudian; JJ seringkali dikomentari netizen dengan sebutan 'Badboy Kohl' dan tidak sedikit yang mengutukinya sebagai anak durhaka.
Durhaka? Mengapa?
Karena JJ sering mengicaukan sesuatu yang berhubungan dengan harta yang seharusnya ia miliki dari sekarang karena ayahnya sudah sekarat di sosial media Twister.
Berikut isi cuitan yang dikomentari netizen:
John Jul Kohl ☑ @JJKohl
Kapan sih matinya? Gw dah setengah mati nungguin.
Dan berikut beberapa balasan akan cuitan tersebut oleh netizen yang budiman (yang namanya telah disensor demi kebaikan para pembaca):
'Gila ya, bokap belum meninggoy tapi anaknya dah nyumpahin gitu?'
'Pingin rasanya kuberkata kasar. DASAR ANAK DURHAKA KAU JON!!'
'Woi tau diri donk, lu bisa terkenal karena duit bokap lu juga!'
'Ada-ada aja nih bocah, mending sedekah, malah nyumpahin ortu cepet lewat! Durhaka sekali JOHN.'
#durhaka #JJKohl #JJGAMING #Kohlgroup #Kohlberg
Kisah hidup JJ yang sarat dengan popularitas dan kontroversi membuat dirinya seakan tidak memiliki ruang khusus dalam hatinya untuk seseorang yang spesial. Hal tersebut memicu kejenuhan akan kota metropolitan serta menimbulkan ide liar untuk hidup di pedesaan.
Jauh dari kebisingan dan keluarganya yang tidak berfungsi secara baik, itulah hal yang menggeluti pemikirannya dan membuatnya beranjak dari rumah dengan harta yang ia 'rampas' dari ayahnya.
Akan tetapi di tengah perjalanannya, JJ hampir menabrak seorang gadis yang tengah bersepeda karena ia melaju dengan kecepatan cukup tinggi menggunakan mobil sport favoritnya.
Awalnya JJ mengira bahwa gadis tersebut hanyalah seorang anak kecil—namun sosok mungil dihadapannya tersebut mengubah perspesinya, bahkan ada suatu sensasi baru dimana belum pernah ia dapatkan di kota metropolitan.
Menghadapi komentar netizen?
Tidak masalah, sudah biasa dan dapat diabaikan. Namun baru kali pertama JJ berhadapan langsung dengan komentar pedas dan lugas.
"John Julius Kohl, siapa namamu?"
"Tidak penting." Jawab gadis tersebut. "Yang penting aku masih hidup dan jangan mengulangi tindakan bodoh itu."
"Hah? Maksudnya ngebut?"
"Apalagi? Masih nanya pula. Orang kota tapi ga sekolah ya?"
"...." JJ termangu.
Sambil mengambil sisa dagangannya—yang walaupun berantakan—namun beberapa masih bisa diselamatkan, gadis itu mengangkat sepedanya seorang diri, tanpa menoleh sedikit pun kemudian beranjak tertatih-tatih.
Sedikit darah kering terlihat di lengan kanan gadis tersebut.
"Hei!" JJ berusaha memecah keheningan setelah ia terpana melihat sosok gadis yang tidak seperti kebanyakan wanita yang pernah ia temui. "Hei! Sini gue anter ke rumah sakit."
Gadis itu tidak peduli.
John yang dapat membeli segalanya dengan uang, popularitas serta karisma yang membuat gadis manapun rela menjadi kekasihnya, ditinggal begitu saja oleh gadis desa dengan rambut dikuncir kuda tersebut.
Anak angkuh dari keluarga ternama Kohlberg yang dicap durhaka.
Akankah John diam begitu saja diperlakukan demikian oleh sesosok gadis desa?
Ian panicked. He wanted desperately to return to the Carters. However, Gwen had handed over evidence of his embezzling of company funds to James Carter, their father.James was so furious that he suffered a stroke and was left half-paralyzed in bed. With the company’s finances in shambles, James had no choice but to sell off Carter Inc.’s shares.Through our cooperation, Gwen quietly bought them up at low prices. Piece by piece, she swallowed all of Carter Inc. without anyone realizing until it was too late. As for Ian, he was abandoned by the Carters and reduced to homelessness.Meanwhile, Sean tried to resist, relying on the core technology he still controlled. However, even he was betrayed. Flynn, tired of Sean’s arrogance, secretly leaked his technology to rival companies. Just like that, Sean lost his last bargaining chip.“It’s about time we close the net,” I said with a smile, finishing the last sip of tea in my hand.The alliance of four collapsed quickly. Ian, abandoned a
After Sean left the Scott family, he quickly pulled out everything he had invested in Scott Corporation. Together with Ian and Selena’s husband, Flynn, he founded a new company.At first, both Sean and Ian were strapped for cash. After all, they had lost a hundred million dollars. Hence, when Flynn failed to contribute any capital, they were annoyed with him. During his years at Scott Corporation, Sean had managed to steal some core technologies. Those technologies brought him significant profit, helping him gain a foothold almost immediately.With that, Sean grew arrogant. He truly believed he could rise higher than Scott Corporation itself.I poured tea into Mom’s cup and Gwen’s, smiling faintly. “The prey has taken the bait.”To ruin someone completely, all you had to do was lift them high first. The higher they fell, the more fatal the kill.“I’ve had people spread word that Scott Corporation is running into cash flow problems,” I explained.Mom’s eyes shone with approval.
“Mom…” I dove into her arms.“My girl, you’ve been through so much.” She stroked my hair, her eyes full of tenderness.“How is this possible… Wasn’t your flight the one that crashed?” Sean asked“Oh, that flight?” she answered lightly. “I never boarded that plane. I can’t believe you’re bold enough to bribe my assistant, Sean. If I hadn’t come back, who knows where you two illegitimate siblings would’ve sent my daughter off to? Hiring killers is a crime, Sean. You really went that far, huh?”Sean’s eyes flickered sinisterly. Even if we found out, without proof, he’d walk free.Mom’s face hardened. Did they really think she was dead and gone?“Sean,” she said, voice icy, “you may be a Scott, but you’re not a part of this family. By blood, we’re not related at all. You have no right to inherit anything from us. When your father passed away early, I only kept you around because I pitied you and because I thought Trisha needed someone to watch over her, but it seems I have raised a t
“Ms. Scott?”I smirked at the assistant standing before me, then glanced around the office. Sure enough, almost everyone in the company had been replaced.“Most of the shareholders have arrived. Would you like to review the refreshments and snacks before the meeting?”Selena forced herself to stay composed as she stepped past me. Pointing at me with a look of disdain, she snapped, “Just serve these. And tell me, who let in an outsider? Don’t you know today’s the shareholders’ meeting?”“I’ll throw her out immediately,” the assistant said, bowing and scraping.I fixed my gaze on the assistant. “If you don’t want to be fired, you’d better not listen to her. I want to see Sean.”The assistant’s eyes flashed with mockery. “And who do you think you are? Ms. Scott is Mr. Scott’s most beloved sister! Leave now, or don’t blame us for getting rough!”Selena looked up from her phone, her voice suddenly sharp. “The records department just reported a missing file. Was that you? I saw you sn


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.