LOGIN'Let go of me Asher.' I yelled at him trying to escape from his steel like grip. 'No Myla, I'll never let go of you, not now, not ever. I love you Myla, can't you see that?' I stared at him shocked at his confession. I dreaded this moment all my life yet it was happening and I'm not sure how I would be able to escape this time. I clenched my fist. I have to do this, I have to let him go. 'I'm not your mate Asher. You have a mate out there waiting for you to find her.' He swallowed hard and for a moment I thought that he was going to say something but then changes his mind, instead, he pulls me by the hand and leads me away from the crowd to his room. Myla craved nothing but revenge to an extent where she was willing to die as long as she achieve it, well not until she met the her beloved, Asher. though she can only love him in secret as she knows that her life was a curse to her and the and the people around and she'd die anyways. But what happens when he stares at her with affection, adoration and...love? And then he says, 'I love you Myla, and I want nothing else in this world other than to have you, your heart, body and soul.' She whimpered biting her lips...
View More"Antarkan aku ke klub!" Ucap Luna kepada Alex yang segera menyiapkan mobil untuknya.
Malam sudah menunjukkan pukul sebelas, tapi Luna justru memilih meninggalkan rumah mewahnya.
Dengan pakaian serba mini seperti ini, siapa yang akan meyangka jika Luna adalah seorang Nyonya di Keluarga Hugo. Ya, Luna memang istri dari Giolardo Hugo atau lebih dikenal dengan Presdir Gio.
Suaminya itu adalah orang paling kaya di kota ini, banyak sekali cabang bisnisnya yang menyebar di berbagai bidang. Sayangnya, Luna hanyalah istri kedua di keluarga Hugo sehingga dia hanya mendapatkan kunjungan sesukanya saja dari sang suami yang memilih tetap bersama dengan istri pertamanya yang bernama Vanya.
"Nyonya, Anda seharusnya mengenakan mantel. Di luar salju cukup tebal," Alex mengingatkan.
"Jangan sok ngatur! Aku mau a, b,c,d, itu urusanku! Kau hanya harus mengemudi dengan baik!" Jawab Luna sambil melenggang pergi meninggalkan mobil.
Alex pun mengikutinya. Dia memang bukan pengawal untuk Luna, tapi seringkali dia lah yang harus repot jika Luna mabuk berat nantinya. Hal ini membuat Alex berjaga-jaga dan kini selalu mengikuti Luna masuk ke dalam klub meski dengan menjaga jaraknya.
Sesampainya di dalam klub, Luna sudah ditunggu oleh geng manis bernama GirlsLone, mereka adalah sahabat-sahabat Luna yang mentasbihkan diir sebagai wanita-wanita sosialita yang kesepian.
Dan hal ini sudah menjadi makanan harian untuk Alex yang tak terasa sudah selama dua tahun menjadi sopirnya.
"Lihat itu, Si Alex beneran macho gengs," bisik Thalita kepada Sanchy yang merupakan sahabatnya Luna.
"Jangan macem-macem ya! Alex gak normal!" Bisik Lhea menambahkan.
"Kalian ini masih saja membicarakannya ya!" Rutuk Luna kesal.
Wanita itu kemudian memesan sejumlah minuman kepada bartender langganan mereka.
Sudah bukan hal aneh jika Luna memang tidak suka teman-temannya itu membicarakan Alex. Terlebih cara Alex yang terus ngintilin itu memang menjadi semakin terkesan protective.
"Na, apa kamu beneran gak bisa melihat betapa gagahnya sopir kamu itu?" Tanya Talitha.
"Gak ngurusin! Lagian kamu tuh ya melek napa sih? Banyak tuh cowok tajir yang jauh lebih bisa muasin kamu dari pada Si Alex! Dia hanya sopirku 24 jam!" Gerutu Luna sambil meneguk minuman di slokinya. Wanita itu melambaikan tangan kepada seorang lelaki muda yang sedari tadi memandanginya dan beberapa kali mengedipkan mata menggodanya.
"Kayaknya aku udah bisa ngefloor nih," Bisik Luna saat melihat lelaki tadi melangkah mendekati mejanya.
"Gile, datang paling akhir dapat paling duluan," Ucap Lhea sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara si tampan berkulit sawo matang itu kini telah menarik lengan Luna untuk turun ke lantai dansa. Tak butuh waktu lama, keduanya segera asyik berjoged di sana mengikuti iringan lagu yang berdentum.
Tak terasa, dua jam berlalu dengan cepat. Luna mulai lelah dan semakin mabuk. Wanita itu kemudian berjalan terhuyung menuju pintu keluar di mana meja Alex berada. Namun entah kenapa, lelaki yang berkenalan dengannya itu mendadak menarik lengannya menuju ke bagian dalam ruangan.
"Aku mau pulang," Racau Luna dengan wajah kemerahan dan juga langkah yang terhuyung-huyung.
"Ayolah ikut dulu denganku, kita akan sedikit menikmati langit malam," ucap lelaki tersebut sambil terus memapahnya.
"Kau mau membawaku ke mana?" Ucap Luna kemudian.
Wanita itu menambahkan dan terus berusaha menolak lelaki tersebut yang kini memaksanya masuk ke sebuah room pribadi.
"Aku mau pulang!" ucap Luna dengan suara yang pelan.
Tubuhnya sendiri sangat sulit dikontrolnya karena berada dalam pengaruh alkohol. Meski begitu, Luna masih ingat jika dia ke klub hanya untuk sekedar menghabiskan malam saja bukan untuk berkencan dengan lawan jenis.
BUG
Tubuh Luna terpental ke ranjang, sementara tangan kekar lelaki itu kini berada di depannya. Mata Luna masih melihat dengan jelas wajah lelaki itu, tapi alkohol membuatnya kehilangan konsentrasi sehingga tak bisa membela dirinya lagi ketika lelaki tersebut mulai menjamahnya.
BRAK
"Jauhkan tanganmu dari Nyonyaku!" Gertak Alex yang sudah muncul di balik pintu.
"Alex! Kenapa kau terlambat!" Racau Luna sambil berusaha bangun dari tidurnya.
"Bajingan! Beraninya kau menggangguku!" Ucap si lelaki tadi kepada Alex.
Perkelahian pun tak terhindarkan, lelaki tersebut langsung menyerang Alex dengan kakinya.
BUKK
Nyaris saja kakinya itu menjatuhkan Alex jika dia tak segera melompat. Ya, kemampuan bela diri lelaki tadi tidak bisa dianggap sepele, dia memiliki keahlian khusus yang cukup membuat Alex terkejut.
KRAK
Satu buah tendangan Alex berhasil membuat lelaki di depannya terhempas ke lemari di ujung kamar hingga membuat lapisan kaca itu retak seketika.
"Nyonya, ayo pulang!" Ucap Alex sambil membopong Luna.
"Kau akan menyesal telah merusakkan rencanaku!" Ucap si lelaki itu kepada Alex.
"Katakan itu sekali lagi dan kau tidak akan keluar dari sini dengan selamat!" Jawab Alex sambil membopong Luna karena wanita itu sudah sangat lemah.
Di floor utama, Alex melewatinya begitu saja sambil membopong Luna, Ini rupanya cukup menarik perhatian sehingga ada beberapa orang yang mengabadikan momen ini dengan kamera ponselnya secara diam-diam.
"Heyy, Luna kenapa?" tanya Thalitha sambil menghampirinya.
"Nyonya sepertinya tertidur," Jawab Alex sambil terus melangkah.
"Aku akan mengantarnya pulang untuk memastikkan kau tidak mengapa-apakannya!" Ucap Thalitha sambil melambai kepada GilrsLone lainnya yang juga membubarkan diri setelah insiden ini.
Alex tak keberatan, dia segera membuka pintu mobil untuk meletakkan Luna di jok belakang.
"Duduk di depan, Nyonya tidak mungkin pulang sambil duduk di mobil," Ucap Alex sambil membuka pintu mobil di bagian depan.
Sejenak, mata Thalitha menatap Alex dengan sorot berbeda.
"Entah kenapa, aku rasanya pernah melihatmu di satu tempat!" Gumam Thalitha sambil menatap Alexpenuh selidik.
Alex tidak menggubrisnya, dia memilih untuk mengemudikan mobilnya dengan cepat supaya Luna bisa segera beristirahat.
Dan benar saja, perjalanan setengah jam dari klub ke rumah terasa semakin cepat pada dini hari seperti saat ini di mana jalanan kota menjadi sangat lengang dari kendaraan.
"Anda menginap saja, Nyonya pasti sedang bersedih," Ucap Alex sambil menutup pintu kamar Luna setelah membaringkan Luna di ranjangnya.
Thalita melongo dibuatnya.
Sementara Luna, wanita muda itu benar-benar terlelap dengan nyenyak di kasurnya hingga terdengar suara dengkuran yang cukup kencang.
Thalitha yang mulai bosan karena dia belum bisa tertidur itu pun kemudian menelepon para GirlsLone yang sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka bergosip ria hingga rasa kantuk menyerang masing-masing.
***
Keesokan paginya, Luna membuka mata dan melihat ponsel Thalitha masih menyala terhubung dengan kontak lainnya yang juga sama-sama sudah tepar.
"Kalian ini seperti bocah saja! Dan kau, kenapa bisa menginap di sini?" Gumam Luna sambil beringsut turun dari kasurnya.
Dengan langkah yang pelan, dia berjalan ke luar.
"Alex!" Ucap Luna yang melihat lelaki itu tengah berdiri di depan kitchen set.
MYLA POV‘I asked you to dress pretty…’ Brian holds a chair for me, ‘This aren’t pretty.’ I gave him a smug smile, ‘Well I tried my best to look pretty, I’m sorry I’m not up to your standard, Mr. Browns.’ ‘Don’t flatter yourself, Miss Halls.’ He smirked at me leaning forward. He rested his head on his knuckles and gave me that stare, the one that asked, “What’s wrong with you?”I straightened up, Brian knows me a little too much to tell when something was wrong with me, and for some reason, I hated lying to Brian but that didn’t mean that I told him about Asher, for he never asked yet I knew that if he did I was going to have to spit it all out or else this conversation was never going to be over. ‘You’re hiding something from me.’ He says, his gaze still fixed on me. ‘Is it the Alpha of Moonlight pack? Is he giving you any troubles?’ He asks.I gasped. How did he know? How on earth was that even possible? I never mention anything about Asher to him.How did he know that Asher was
‘You are going to love this, meet me at our usual spot, I’ve got information about the dark forest pack, also wear something pretty, you’re staying over at my place tonight, we’ve got a job tonight.’ Brian said all in one breath before hanging the call.I felt a surge of emotions rush through me, Brian has information about the blue moon pack, and a job for me tonight! That was good news, I can’t wait to meet with him, maybe I’ll finally be able to find who murdered my parents. I turned to find an angry Asher fuming, and within a second, my back hit the wall with his hand around my neck cutting out my airflow, my shirt and shorts gone.I swallowed hard, watching as his brow arched at me and he tipped his head to the side in a “where the hell do you think you’re going?”- kind of way.‘Asher?’ I called softly but firm enough for him to know I mean business. ‘Get out of my way.’ ‘Not until you give me a fucking explanation to all the shits that’s going on right now.’ He stepped forwar
‘Good morning.’ I greeted grabbing my coffee from the counter and leaning against it watching him as he cracked the egg into the frying pan. ‘Morning beautiful.’ He smirked, his eyes scanning the length of me. There it is again that glint that always passes through his eyes anytime he stares at me. Those glints that always make me weak in the knee, that glint that makes me feel wet in the forbidden area. I smiled at him as he handed me my plate filled with bacon, omelet, and salad, I swear he's the best cook I've ever seen, he does wonders with little to no ingredients. I swallowed as I watched his muscles flex under his t-shirt. ‘Are you done checking me out or do you need me to strip naked for you?’ He tilt his head to the side, his signature smirk plastered on his face with an arched brow. His cheeky comment made my face heat up. I diverted my attention away from his face and back to my breakfast. I knew he had that annoying smirk on his face and all I felt like was to sla
After a few more moments of playing in my wolf form, she walked out of the lagoon, I’m not sure but I don’t think she realized the state she was in or the effect she has on me. I mean she was naked in front of me yet she didn’t seem to bother. Or did she think that Liam wouldn’t let me see her?If not for the fact I’m in my wolf form I would have grabbed her and done unimaginable things to her. She wore her bathrobe then turned and gestured for Liam to follow her. He was quite happy and content with this. He bowed before her, telling her that he wanted her to ride him.The shocked expression on her face was priceless, an Alpha just bowed before her. At that moment all I wanted to tell her was that I’ve never bowed down to anyone and I’ll never bow for anyone other than her for she’s my mate and my equal and that I loved her dearly, much more than she can ever imagine. Yet I knew saying that now would be me being selfish for she didn’t know that I was her mate yet and she didn’
‘I’ve already mind-linked Alex, he’ll be here in ten minutes. All you have to do is stay put. He’ll take you and you’re mate back to the pack. I already told him to lock the rogue up until I decide what to do with him. And as for you, you’ll be punished for breaking the pack rule.’ He grabbed my han
The omega jumped to her feet in an instant darting toward Asher and hiding behind him, rubbing her half-naked body against his back and Asher didn't even flinch.WHAT THE...?And then I watched...For some reason seeing her using him as a shield made my chest tighten, I don’t know what I was feeling in
ASHER’S POVI kissed her! I fucking kissed her! The moment I smelt her arousal perfuming the room I lost control of my sanity. I pulled her out of her chair from across the table and slammed her on the kitchen counter with me standing between her parted legs.I slammed my lips on hers and devoured the
I gently placed Myla on the bed trying as hard as I could not to wake her up but to my disappointment her eyelashes flustered open and she stared at me with those gorgeous honey eyes.Our face was just a few inches away and I could feel her hot breath fanning my lips.My heart was racing a billion mil






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.