MasukOn my birthday, my boyfriend gave me a pearl bracelet and claimed it would bring wealth. I did not believe it. However, just a few days later, I actually won 15 million dollars. I happily went to claim my prize, but the very next day, my bank balance vanished overnight. Not only that, I was left paralyzed from the waist down, and my appearance aged by thirty years! I cried and went to my boyfriend for help, only to find out that he, once poor, was then driving a sports car. His paralyzed sister miraculously stood up overnight, while even his sixty-year-old mother transformed into a young woman, as if reborn. I confronted him, asking if the pearl bracelet was cursed. He shoved me to the ground, saying, "What kind of crazy person are you? I think you've watched too much TV and lost your mind!" After dying in anger, I was reborn on my birthday. My boyfriend eyed me with ill intent, holding a pearl bracelet in his hand, preparing to put it on me...
Lihat lebih banyak“Tuan, jangan bilang Anda … terangsang?”
Napas pria itu terdengar lebih berat, membuat Reina merasa puas. Dilingkarkannya lengan ke leher si pria sebelum bibirnya menangkup milik pria itu dan berciuman panas. Sosok dingin yang mati-matian digodanya sejak tadi akhirnya luluh juga.
Puas karena sudah sukses, Reina menarik diri.
Namun—
Belum sempat mengambil satu langkah pun, pergelangan tangan Reina tiba-tiba ditangkap dengan kuat. Tubuhnya ditarik keras hingga punggungnya menghantam dinding di belakangnya.
“Akh!” Reina meringis. Matanya terpejam sejenak, menahan sakit.
Saat membuka mata, ia menyadari tubuhnya kembali terkurung di bawah naungan pria itu. Hawa panas dari tubuhnya membungkusnya rapat, menutup semua celah untuk kabur.
“Kamu mau ke mana, Gadis Nakal?” Suara desisan rendah yang disertai desahan panas dari pria itu tiba-tiba menggema di telinganya. “Apa kamu tidak pernah diajarkan untuk memadamkan api setelah menyalakannya?”
***
Beberapa jam sebelumnya ….
Hari Valentine seharusnya menjadi hari penuh cinta untuk pasangan di seluruh belahan dunia.
Namun, hari itu adalah hari yang pahit bagi Reina Wynn karena alih-alih mendapatkan kejutan manis dari kekasihnya, ia justru menyaksikan pria itu bertunangan dengan wanita lain.
Tidak setengah-setengah, mantan kekasihnya itu mengadakan pesta pertunangan dengan Freya, musuh bebuyutan Reina semasa sekolah!
Padahal, sehari sebelumnya, Kelvin masih menemuinya seperti biasa. Mereka bahkan masih bersikap mesra. Sama sekali tidak ada kata putus di antara mereka.
Tapi setelah mengirimkan undangan pertunangan itu, nomor Kelvin sama sekali tidak dapat dihubungi dan pesan yang Reina kirimkan gagal terkirim berulang kali.
Dan saat Reina mendatangi pesta itu untuk menuntut penjelasan, seluruh keluarga besar dan para sahabat Kelvin justru mempermalukannya.
Seakan-akan dia adalah lintah miskin tidak tahu malu yang berniat tetap menempel pada Kelvin yang kaya. Tidak setara, kata mereka.
“Simpan niat busukmu untuk mendekati putraku, Reina. Sampai kapan pun kamu tidak akan bisa menyamai Freya,” ucap ibu Kelvin tadi. “Anak dari keluarga miskin sepertimu sama sekali tidak pantas menjadi menantu keluarga Rowen.”
Karena itulah, sekarang Reina sedang mencari penghiburan bersama sahabatnya di kelab. Di tangannya ada gelas whiskey yang baru saja ia tandaskan.
“Cukup minumnya, Na. Kamu sudah mabuk.” Sahabatnya, Cinthia Willow menegurnya. “Percuma juga kamu menangisinya, Na. Lebih baik kamu cari pria lajang di sini. Masih banyak yang kaya dan lebih baik dari si Kelvin sialan itu.”
Reina tersenyum mencibir. "Kamu punya calon?"
Cinthia menggeleng. "Tapi, adiknya Tante Rebecca itu mungkin punya."
Cinthia menunjuk ke arah sekumpulan pria. "Aku dengar dia masih lajang dan lebih kaya daripada keluarga Rowen. Kenapa kamu tidak coba mendekatinya saja? Mana tahu dia membantumu dan kamu bisa memanfaatkannya untuk membalas Kelvin."
Pandangan Reina mengikuti arah telunjuk Cinthia. Ia menyipitkan mata, berusaha fokus di tengah pandangan yang mulai buram. “Yang pakai jas abu-abu gelap itu?” gumamnya.
Alih-alih menjawab, Cinthia malah menepuk pundaknya. “Kamu tunggu di sini ya, Na. Aku pergi sebentar,” ujarnya karena melihat salah seorang kenalannya di tengah aula tersebut.
Reina mendengus. Namun, saat melihat pria yang dimaksudnya tadi keluar dari kerumunan, bibirnya menyungging tipis.
Dengan langkah sempoyongan, ia berjalan ke arahnya dan berhenti tepat di depan pria itu. Gadis itu harus mendongakkan kepalanya karena perbedaan tinggi mereka yang sangat mencolok.
Melihat senyuman bodoh khas orang mabuk yang terukir di bibir Reina, pria pemilik mata elang itu mengernyit. Satu alisnya menukik naik. “Nona─”
Belum sempat sang pria menyelesaikan kalimat, Reina─dengan sengaja─menyiram whiskey ke jas mahalnya!
“Ups!” Reina spontan menutup mulutnya dengan satu tangan. Mata hazelnya membesar, memandangi whiskey yang kini mengalir turun di kemeja mahal pria itu. “Maaf, aku tidak sengaja, Tuan….”
Dilihat dari sisi mana pun, Reina sengaja. Dia sendiri pun tahu itu, tapi ia tidak peduli. Alkohol membuat batasan-batasannya kabur dan keberaniannya berlipat. Ia melangkah mendekat hingga hampir tidak ada ruang tersisa di antara mereka.
“Sini kubersihkan,” ujar Reina, langsung meraih sapu tangan dari saku jas pria itu tanpa izin dan mengusap noda di kemejanya.
Tiba-tiba pria itu mencengkeram pergelangan tangan Reina.
“Cukup,” desis pria itu dengan tajam.
Reina pun mendongak. Mata hazelnya mengerjap polos.
Tatapannya kemudian turun pada kemeja pria itu yang kini dipenuhi noda yang merata ke segala arah karena usapannya yang tidak beraturan tadi.
Gadis itu tertawa kecil. “Maaf, bajumu justru makin kotor,” ucapnya. “Boleh aku bantu cucikan? Tinggalkan nomor ponselmu juga biar bisa kukembalikan ya.”
Alkohol yang menghangatkan kepalanya membuat fokus Reina agak goyah, tetapi bukan berarti ia tidak tahu apa yang ia lakukan.
Tindakan Reina menyiramkan whiskey kepada pria itu memang disengaja. Ia ingin menarik perhatian pria itu dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan nomor kontaknya. Dengan begitu, ia bisa menjalin hubungan lebih dekat dengannya.
Ya, Reina ingin menggodanya!
Seperti yang disarankan Cinthia tadi, ia ingin menjadikan pria itu sebagai kekasihnya untuk membalas rasa sakit hati dan pengkhianatan yang diterimanya hari ini.
Dengan menggoda paman Kelvin—adik Rebecca yang berkuasa dan memiliki pengaruh lebih besar daripada keluarga Rowen—Reina ingin membuktikan kepada Kelvin dan ibunya bahwa ia mampu menggaet pria yang jauh di atas kelas mereka.
Bukankah ini balas dendam yang sempurna?
I took my time packing up the stall I had rented, not a care in the world. With a flourish, I pulled off my headscarf, letting my freshly dyed chestnut waves tumble free, and let out a carefree whistle."Special deal, Jeffrey: buy one, get one free. Looks like you're up next!" Ever since he and Sophie tied the knot, Jeffrey, with his face as wrinkled as a dried-up tree bark, had become a hermit.However, with his mom biting the dust and Sophie herself behind bars, not to mention the debt collectors pounding on his door every other day, Jeffrey had no choice but to gear up and sneak out like a bandit.Me? I was not about to let him slip by.I had paid someone off to keep tabs on him around the clock. The moment he dared to leave his house, my informant would tip off the debt collectors.Every wrong had a wrongdoer, and every debt had a debtor. I was not one to let a deadbeat slide, but I steered clear of breaking the law.So, come nine at night, it was time.In a forgotten cor
Sophie tagged me, fishing for my blessing.Staring at their wedding photo, I let out a sigh.'Perfect match,' I thought. 'Trash meets trash can.'I commented with all my heart, [Wishing you both an everlasting, blissful union!]Sophie then sent me a private message. [I know you're just jealous, not really happy for us.]I replied with a heads-up. [Just hope you don't get chewed up and spit out by those two.]Sophie snapped at me, [Just say you're jealous, but you're too stubborn to admit it! Don't worry, I'll be way happier than you!]I stopped replying; I could not reason with someone as stubborn as a mule.It looked like it was time for her to settle her old debts.Moving on.Jeffrey was all over social media, flaunting his luxury cars and designer watches.His selfies were caked with makeup, probably to cover the zombie-like skin underneath.Sophie's social media feed, on the other hand, was dead quiet.Even her wedding photo had vanished without a trace.I stumbled u
Tracy's gaze was empty. Tears, warm and wet, streamed down her wrinkled cheeks."How should I know? I don't even know if this bracelet works. Everything I told you was just rumors..."Jeffrey's grip slackened, and he crumpled to the floor, looking like his spirit had been drained from him.At that moment, the sharp click of high heels approached from the hallway.Tracy's eyes flickered with a glimmer of hope. "Jeffrey, didn't you say your girlfriend's loaded? We could ask her for help."Jeffrey scowled. Clearly, he thought she meant me.Tracy's sobs turned into a grin."Your girl is always decked out in fancy stuff. She said to ask her if we needed anything, right? We're broke, she's loaded—it's perfect!"Then it hit Jeffrey that his mom was talking about Sophie. The weight lifted from his shoulders, and he breathed a sigh of relief."You're onto something, Mom. I've got a plan!"I was bracing myself for Jeffrey to dump me. However, what came next was a total curveball.He
After the security told me Jeffrey had lost it, I borrowed an old, faded white shirt from the cleaning lady and wore some makeup to look worn out.I played it cool and clueless."Sophie, what are you even talking about? There's trouble back at the orchard, and I quit my job. I don't have thirty thousand dollars lying around!"In the hospital, Sophie shone like a star, while I felt as plain as a middle-aged country bumpkin.Just then, Jeffrey's mom, Tracy, walked in confidently.She barely gave me a look, her eyes zeroing in on Sophie. "So, you're Jeff's girl?"Sophie's face lit up like a Christmas tree.She shot me a smug glance before turning to Tracy, saying with a syrupy voice, "I'm so sorry for your loss. If there's anything, anything at all that you need, I'm here."Jeffrey straightened his collar, hiding the lines that time had etched into his skin. "Let's go check on Juliet."The morgue was chilly and still. Juliet lay there, her eyes hollow, her hair as lifeless as str






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ulasan-ulasan