Catalog
47 Chapters
Lexa 11
Mature Content 21++ bagi yang belum mencapai umur, silahkan skip bab ini yaa. Author POV Hari sudah beranjak malam dan Lexa memutuskan untuk menginap di rumah Marcus karena esoknya mereka ada jadwal kuliah di jam yang sama. Sekarang mereka berada di kamar yang ditempati Lexa, Marcus bersandar pada kepala ranjang sedangkan Lexa duduk di dalam pangkuan Marcus kedua tangannya mengalung di leher Marcus sambil bersandar manja di dada bidangnya. “Sayang..” panggil Marcus sambil mencium puncuk kepala Lexa, yang hanya dibalas dengan gumaman pelan Lexa dengan mata terpejam. Lexa sedang malas karena terlalu menikmati detak jantung Marcus yang tenang. “Aku ada kabar baik buat kamu.” Perkataan Marcus sukses membuat Lexa mendongakan kepalanya menatap wajah Marcus dengan pandangan bertanya-tanya. Marcus yang melihat raut wajah Lexa tersenyum geli dan mencur
Read more
Lexa 12
Lexa 12 Pagi hari menjelang dengan sinar matahari yang menyentrik masuk dibalik celah gorden kamar Lexa dan Marcus terlelap. Setelah menyelesaikan pergulatan panas yang terjadi diantara mereka, Lexa dan Marcus belum juga terbangun dengan keadaan saling mendekap tanpa busana yang melekat dianatar tubuh mereka selain selimut tebal yang membungkus. Marcus pertama kali membuka matanya secara perlahan seketika tersenyum melihat pemandangan indah di depannya. Wajah polos Lexa yang terlihat lucu dan polos belum lagi terdapat beberapa hiasan di bagian leher dan belahan dadanya. Kissmark. Salah satu kegiatan favorite Marcus. Marcus mulai mencium Lexa dimulai dari puncak kepala, kening, kedua mata, hidung mancung, kedua pipi, dan terakhir di bibir ranum Lexa kemudian melumatnya pelan menikmati rasa manis di bibir Lexa. “Bangun sayang..” kata Marcus tepat di depan telinga Lexa sambil meniup dan menjilat seluruh
Read more
Lexa 13
Hari menjelang seleksi tahap dua semakin dekat. Kini Lexa beserta para sahabatnya sedang berbelanja keperluan selama tiga hari dua malam di supermarket daerah Jakarta. Mereka sibuk menulis notes apa aja yang dibutuhkan, yang sudah dibeli dan yang masih harus dicari. Mereka sibuk berpencar ke daerah sabun, shampoo, snack, dan minuman ringan sesuai dengan agenda yang akan dibawa nanti. “Crackers nya masih belum ketemu nih. Mau cari dimana ya?” gerutu Lauren. Benar-benar selama briefing tadi ia dibuat emosi karena melihat list barang yang perlu dibawa. Bahkan masih ada beberapa yang belum ketemu. Itu membuatnya kesal setengah mati. “Yasudah coba nanti gua cari di Warung gua siapa tau ada. Kita masih ada waktu empat hari lagi kok. Jadi kalo mau beli online masih keburu.” Sahut Anna dari belakang yang sibuk mengambil botol air mineral berukuran besar memasukannya satu per sat uke dalam kereta mereka.
Read more
Lexa 14
Lexa 14 Hari seleksi tahap dua dimulai, Lexa berangkat bersama dengan Marcus menuju kampus setelah Marcus menjemput Lexa di rumah. Barang bawaan yang dibawa Lexa dan Marcus berbanding terbalik. Lexa membawa dua tas besar yang satu berisi makanan yang nanti akan dikumpul dan sat utas lagi berisi dengan pakaian yang diperlukan selama tiga hari dua malam. Sedangkan Marcus, ia hanya perlu membawa tas gym saja dan itu tidak terlihat penuh. Perbedaan antara junior dengan senior yang sangat kentara. Seluruh peserta berkumpul di ruang kelas yang berada di lantai delapan. Lexa terlebih dahulu masuk ke kelas, setelah absen, Lexa masuk ke dalam kelas yang ternyata sudah ada Albert dan Robin disana. “Hai..” sapa Lexa ramah. “Hai, gimana Lex? Barang lu udah lengkap semua?” tanya Albert bas abasi. Albert orang yang peduli dengan yang lain jika menyangkut dengan orang terdekatnya dia selalu menanyakan kabar d
Read more
Lexa 15
Lexa 15 Undian apa? Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di otak Lexa, namun ia tetap beranjak dari tempat duduknya mengikuti para sahabatnya untuk mengambil salah satu dari beberapa lipatan kertas yang disediakan di dalam fishbowl. Ia mengambil satu lipatan kertas dan menyerahkannya ke salah satu panitia, setelah menyebutkan tulisan apa yang ada di balik kertas itu. Lexa Kembali ke tempat duduknya diikuti dengan peserta lain. Setelah seluruh peserta mengambil undian, kini giliran panitia membaca peraturan mandi. “Untuk peraturan mandi, peserta diperbolehkan mandi setelah panitia membacakan nomor urutan mandi. Peserta diharapkan tidak membuat keributan diluar. Peserta diwajibkan mandi di tempat yang telah di tentukan oleh panitia yang akan menuntun kalian ke tempat kamar mandi yang telah di sediakan. Apa ada pertanyaan?” Sala satu peserta yang berada di belakang Lexa mengangkat tangan
Read more
Lexa 16
Lexa 16 Lexa menatap ragu ke arah Marcus dan menundukkan kepala lagi. Tapi sebelum Lexa semakin menunduk Marcus sudah menahan dagu Lexa dengan jari telunjuk dan ibu jarinya seketika mata mereka Kembali beradu. “Look at me Alex… I will never know how you feel if you keep covering yourself up. I want you to share your burdens with me, we face it together. I don't want the events that I experienced before to happen again. if you are not alright, I will not forgive myself.” Mata Lexa Kembali berkaca. Kali ini ia merutuki kebodohannya sendiri, ia sudah berjanji dengan Fanny kalau ia akan menjaga senyum Marcus. Tetapi apa yang ia lakukan sekarang? Ia justru Kembali membuat Marcus takut. Takut akan masa lalunya. Dengan ragu Lexa Kembali mengangguk pelan. Dan senyuman Marcus Kembali muncul dan menenangkan. Marcus menggenggam kedua tangan Lexa memberikan kekuatan sekaligus menyalurkan energi positifnya. Lexa
Read more
Lexa 17
Hello readers!!Jangan lupa bantu "nambah rak" dan kasih komentar yaa!! penasaran dengan Visual Casting dan Author??go follow INSTAGRAM yaa! @gabnaliv (writer)@alexandrie gilberta (info update dan visual casting) thank youu and warm hugs from,GABNALIV Lexa 17 Sementara ditempat lain, Cally terus mencemaskan keadaan Lexa yang sampai sekarang menujukkan batang hidungnya di hall padahal sebentar lagi sesi makan malam. Ben yang memperhatikan wajah Cally langsung menghampiri kekasihnya. Ben menepuk Pundak Cally yang langsung tersentak kaget karena sentuhan Ben. “Jangan kagetin aku kenapa sih ih.” Wajar saja Cally kaget, ia sedang mencemaskan Lexa yang ti
Read more
Lexa 18
Hello readers!!Jangan lupa bantu "nambah rak" dan kasih komentar yaa!! penasaran dengan Visual Casting dan Author??go follow INSTAGRAM yaa! @gabnaliv (writer)@alexandrie_gilberta (info update dan visual casting) thank youu and warm hugs from,GABNALIVLexa 18 Tubuh Lexa menegang seketika, perasaannya semakin tidak enak. Peluh mulai bercucuran, kedua suhu tangan mulai Kembali dingin seperti es. Selin yang berada di sebelahnya, mulai panik melihat keadaan Lexa yang pucat pasi. Amanda yang melihat reaksi Lexa tersenyum menang dalam hati, ia hanya berharap besok rencana yang akan ia lakukan pasti berjalan dengan lancar. “Lex, lu kenapa?? Anjir badan lu dingin
Read more
Lexa 19
Hello readers!!Jangan lupa bantu "nambah rak" dan kasih komentar yaa!! penasaran dengan Visual Casting dan Author??go follow INSTAGRAM yaa! @gabnaliv (writer)@alexandrie_gilberta (info update dan visual casting) thank youu and warm hugs from,GABNALIVLexa 19 Sementara di tempat villa peserta, seluruh peserta bertumpuk jadi satu di dalam satu kamar baik pria maupun wanita. Para member ‘secondfam’ (Anna, Lauren, Letty, Selin, Cally, Robin, dan Albert tak terkecuali Lexa) berkumpul di sudut ruangan duduk melingkar. “Guys, mm… terutama Albert sih … menurut lu Lexa bakal bisa ikut acara besok gak?” Selin mulai membuka pembiacara
Read more
Lexa 20
Hello readers!!Jangan lupa bantu "nambah rak" dan kasih komentar yaa!!  penasaran dengan Visual Casting dan Author??go follow INSTAGRAM yaa! @gabnaliv (writer)@alexandrie_gilberta (info update dan visual casting) thank youu and warm hugs from,GABNALIVLexa 20 Pukul tujuh tepat seluruh peserta sudah berkumpul di hall seperti biasa, setelah melakukan sesi mandi pagi dan sarapan dengan duduk per kelompok masing-masing yang sudah ditentukan untuk kegiatan outdoor. Demikian juga dengan beberapa panitia yang sudah berkumpul di meja panitia yang berhadapan langsung dengan para peserta. Marcus Kembali berdi
Read more
DMCA.com Protection Status